CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL – Nama saya adalah Felix, seorang anak SMA yang doyang banget sama seks dan jilatin memek cewek, Aku punya adik cewek yang namanya Dewi Angelina.
Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Aku sekarang Sudah kelas 3 SMA, dan Dewi adikku saat ini duduk di kelas 3 SMP .

Dewi disekolahnya termasuk anak cewek yang populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Aku sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adikku yang manis dan cantik itu
aku setubuhi. Pasti penisku bakalan berdenyut kencang.

Cerita panas - Terima kasih papa

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Singkat cerita, adikku Dewi memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orangtuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri dihadapan orang lain sehingga
hampir semua orang menyukai sifatnya. Namun dibalik semua itu, sang putri ini sebetulnya tidak perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng. Didunia ini, hanya aku, kakak laki-
lakinya yang tahu akan kepribadiannya yang sebenarnya. Kedua orangtuaku sering keluar kota untuk berbisnis dan selalu menitipkan rumah kepada kami. Tapi mereka tidak tahu kalau aku
kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Dihadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal sebaliknya.
Pokoknya aku sungguh kewalahan menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah, Hari itu adalah Hari sabtu yang tak akan kami lupakan, Seperti biasa kedua orangtuaku sedang berada diluar kota untuk urasan pekerjaan. Mereka akan kembali
minggu depan. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang libur panjang. Sebenarnya kami ingin ikut dengan mereka keluar kota, tapi orangtua ku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami
mengganggu urusan mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal dihatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajak nonton
DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Phoenix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan dia menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya didepan
hidungku.

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Inilah penghinaan terikhar yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian diruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah fokus ke film, melainkan bagaimana cara membalas perbuatan adikku. Di
rumah memang cuma kami berdua saja. Orangtua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab dikeluarga kami. Selintas pikiran
ngawur pun melintas dibenakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya sebagai ancaman agar adikku
tidak berani melawan dan menurut kepadaku.

Malam itu, jam menunjukkan pukul 12 malam. Aku pun mengedap didepan pintu kamar adikku. ku tempelkan telingaku untuk memastikan apa adikku sudah tertidur, dan ternyata tidak ada suara TV
ataupun radio dikamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlian sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka
kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku memang mempunya kunci cadangan yang waktu itu sengaja disuruh papa ku untuk membuatnya.

Dikamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Aku pun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulsa terlentang dengan
mengenakan daster putih. Tanganku berjalan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna
putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan akupun bisa melihat ada bulu-bulu halus yang ada disekitar vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

Kemudian aku menggunakan gunting untuk memotong dasternya sehingga bagian payudaranya terlihat. Diluar dugaanku, ternyata dia tidak menggunakan BH. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin
ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Aku menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalam
nya

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Pemandangan indah segera tertampang dihadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terlihat jelas didepanku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang
dengan kamera ditanganku. Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus menyia-nyiakan
kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apa lagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul dibenakku, dia adalah adik kandungku.

Akhirnya karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan penisku yang memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang dan siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan.
Kemudian aku meletakkan kamera dimeja. Akupun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke ujung tempat tidur. dan sengaja ku biarkan kakinya bebas agar tidak meng-
halangi permainan yang akan kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aku menundukkan mukaku ke daerah selakangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku mulai menjilati daerah
lipatan dan klitorisnya adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan
mengarahkan moncong penisku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar.

Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi segera aku menggelengkan kepalaku dan membuang keraguanku. Dengan sebuah sentakan aku
mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah. Sebuah teriakan nyaring bergema dikamar,

“Aaaggh, aduh, Felix, apa yang kau lakukan?” adikku terbangun dan menjerit melihatku berada diatas tubuhnya dan menindihnya.

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan
diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari peganganku. Namun upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama-lama menatap dirinya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan
pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.


Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerang. Penisku yang berada didalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina
adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Akupun segera menggerakkan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit,

“Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..felix..lep..as..kan..pana ss.. sakiit!!”.”Felix..mengo..uuhh.. aduh.. ampun!!!” Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk
menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh..Ahh..

Setelah sekitar 15 menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran disekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata dan merasakan
kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakkan pinggulku karena aku merasa akan mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata,

“Who is your Daddy?”

Sebuah dilema muncul dipikiranku. Haruskah aku menembak didalam rahim adikku atau diluar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya didalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh.. biarlah itu urusan nanti, apalagi
aku tahu dimana ibuku menyimpal pil KB nya. Tiga menit kemudian Crot..Crttto.. akupun menembakkan sperma hangat didalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku
membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur.

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Aku membiarkan penisku didalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang disamping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan
membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun diluar dugaan, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan
hanya punggungnya menghadapiku. Aku melihat tangannya menutup dada dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menagis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasan tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini diluar rencanaku. Aku sekarang ketakutan membayangkan bagaimana kalau orangtuaku tahu. Hidup
ku bisa berakhir dipenjara. Kemudian pandangan mataku berhenti dikamera. Sebuah ide jenius muncul dipikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan
bertanya,

“Felix, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukup perbuatan mu malam ini? Hentikan”. Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku.

Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasil menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memory card dari kamera dan berkata,

“Kalau kamu tida mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai seakrang.”

Wajah adikku masih pucat pasi dan air mata masih berlinang dipipinya. Kemudian dengan lemah dia menganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau
mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini. Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei yang tertumpah darah dan potongan dasternya yang koyak.
Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jarinya member-
sihkan penisku dengan lembut.

Cerita panas - Terima kasih papa

CERITAXEX MEMERKOSA ADIK KANDUNGKU YANG BANDEL

Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orangtuaku, aku selalu meniduri adikku disetiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun
dia masih kelihatan sedih dan juga tertekan setiap kali kami bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakkan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku
dengan bibirnya merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton Tv, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku kedalam mulutnya dan menyuruhnya mene-
lannya.

Ketika orangtuaku kembali minggu depannya, aku memerintahkan adikku untuk bersikap sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aku melihat wajah adikku seperti ingin melaporkan peristiwa yang terjadi
selama seminggu ini. Aku pun bertindak cepat dan berkata pada Ibuku,

“Ma, gimana perjalanan Ibu? Tunjukkan dong fotonya kepada kami berdua”. Mama tersenyum mendengar ini dan tidak mencurigai apapun. Tapi adikku sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia pun tidak jadi berkata
apa-apa.

Sejak itu setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempratekkan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan dia sudah menikmati permianan kami.
Terkadang dia sendiri yang datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah berkerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta izin orangtuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta.
Tentu saja aku berasalan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret di dalam pergaulan bebas. Orangtuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal
yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku berubah menjadi gadis yang lebih binal.