CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

cerita pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah tiriku

CERITAXEX – Ayah kandungku sudah sekitar 2 tahun lalu meninggal dunia, Ia meninggalkan Ibu , aku dan adikku yang bernama Ivan. Kini Ivan sudah duduk di bangku 2 SMP sedangkan aku sudah tamat sekolah, Sekarang aku kuliah di Akademi pariwisata dan perhotelan. Walaupun mendapat dana pensiun dari ayahku dana itu tidak cukup untuk menghidui kehidupan kami.

Makhlum, Ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahku dan Ivan, Ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Omset dari penjualan Ibuku terbilang lumayan karena selain jamu ibuku juga menjual rokok, permen, alat tulis, pakaian , dan lain-lain. Tentu saja, Aku membantu Ibu berjualan.

Ivan masih terlalu kecil untuk membantu dan mengerti tentang kesulitan hidup. Meski umur Ibu sudah berkepala empat ia masih sangat cantik dan bentuk tubuhnya masih padat dan menarik perhatian. Makhlum karena ibu memang suka merawat tubuhnya dengan jamu Jawa.

Ibu campuran belanda dari Ayahnya dan Sunda dari Ibunya, Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran banyumas. Ia lebih kejawaan ketimbang Ambon. Meski dia keturunan Ambon tetapi selama hidupnya Ia belum pernah ke Ambon sepanjang hidupnya.

Ayah meninggal karena kecelakaan bus ketika bertugas di Jakarta. Bus yang ditumpanginya ngebut dan nambrak truk tangki yang memuat bahan bakar bensin. Truk dan bus sama-sama terbakar tak ada seorang penumpang pun yang selamat.

Sejak itu, Ibuku menjanda sampai 2 tahun lamanya. Baru setahun ia diam-diam pacaran dengan duda tanpa anak, teman sekantor ayahku dulu. Namanya Feri usianya sama dengan ibuku 42 tahun.

Sebenarnya aku sudah curiga sebab pak Feri yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan Ibuku. Lama-lama mereka menjadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya dari pada minum jamu. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. Ibuku memanggilku dan diajaknya bicara khusus.

“Begini Njel” kata ibuku waktu itu.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

“Ayahmu kan sudah 2 tahun meninggalkan kita, sehingga Ibu sudah cukup lama menjanda”.

Aku langusng bisa menebak yang akan di katakan Ibuku selanjutnya. Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui betapa sepinya Ibuku sejak ditinggal Ayahku. Ibu masih muda dan cantik tentunya ia butuh seseorang untuk mendampinginya, melanjutkan kehidupan. Aku sadar sebab aku juga wanita yang walaupun belum pernah menikah.

“Ibu tak bisa hidup sendiri seperti ini, Ibu butuh seseorang untuk mendampingi Ibu untuk merawat kalian berdua, kamu dan adikmu masih butuh perlindungan, masih butuh kasih sayang dan tentu saja butuh biaya untuk melanjutkan studi, demi kalian ibu rela menikah kembali dengan pak Feri dengan harapan masa depan kalian lebih terjamin, kamu bisa mengerti kan njel?” begitu kata Ibuku.

“Ibu mau menikah dengan pak Feri?” aku langsung saja memotongnya.

“Tidak apa-apa kok Bu, pak Feri kan orang baik”.

“Rupanya kamu sudah cukup dewasa untuk bisa membaca segala sesuatu yang terjadi disekelilingmu ” Ibuku tersenyum kepadaku.

Tak beberapa lama kemudian Ibu menikah dengan pak Feri  dengan sangat sederhana dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Sesudah itu ibu di boyong kerumah pak Feri . Dan sekarang toko dan rumah kami ini menjadi tanggung jawab ku. Ibu datang pagi hari setelah aku membuka toko dan pulang sore hari dijemput oleh pak Feri sepulang dari kantornya.

Kami sangat bahagia dan biasa-biasa saja sampai pada suatu hari, sekitar empat bulan setelah ibu menikah, suatu tragedi dirumah tangga terjadi tanpa setahu ibuku. Aku memang sengaja diam dan tidak membicarakan peristiwa ini kepada Ibuku, aku tidak ingin melukai perasaannya. Aku terlalu sayang pada ibuku dan biarlah kutanggung sendiri.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

Kejadian itu bermula ketika aku sedang berada dirumah Ibuku untuk mengambil beberapa barang dagangan yang disuruh Ibuku. Itu sudah biasa kulakukan apabila aku sedang tidak kuliah. Bahkan aku juga sering tidur dirumah ibuku bersama adikku. Tak jarang sehari penuh aku berada dirumah ibu saat ibu berada dirumah kami menjaga toko.

Kadang aku memang butuh ketenangan untuk belajar ketika saat aku ingin menghadapi ujian semester. Rumah Ibu sepi di siang hari sebab pak Feri bekerja dan Ibu menjaga kios, sementara dirumah itu tidak ada pembantu. Siang itu Ibu menyuruhku mengambil beberapa barang dirumah karena persediaan yang ada ditoko sudah habis. Ibu memberiku kunci rumah agar bisa masuk kerumah dengan sesuka hatiku. Tapi ketika aku datang ternyata rumah tidak dikunci karena pak Feri sedang berada dirumah. Aku sedikit bingung kenapa pak Feri pulang kantor begitu cepat, apakah Ia sedang sakit?

“Loh, bapak kok sudah pulang?” tanyaku dengan sedikit bingung.

“Sakit yah pak ?”

“Ah tidak” jawab pak Feri

“Ada beberapa surat ketinggalan, kamu sendiri kenapa kemari? Disuruh Ibumu yah?”

“Iya pak aku disuruh ambil barang dagangan” jawabku biasa-biasa saja.

Seperti biasa aku terus nyelonong masuk keruang dalam untuk mengambil barang yang harus kubawa.

Tak kusangka, pak Feri mengikutiku dari belakang, Ketika aku mengambil barang dan hendak berbalik, pak Feri berdiri dekat dengan ku sehingga hampir saja aku menabraknya. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika tiba-tiba pak Feri memeluk pinggangku. Belum sempat aku protes, pak Feri mencium bibirku dengan cepat.

Barang daganganku terjatuh dari tanganku ketika aku berusaha mendorong tubuh pak Feri agar melepaskan tubuhku yang dipeluknya erat. Tetapi pak Feri sudah seperti kerasukan setan.

Ia sama sekali tak menghiraukan doronganku dan bahkan semakin mempercepat pelukannya, Aku tak berhasil melepaskan diriku dari pelukannya. pak Feri menekan tubuhku dengan tubuhnya yang besar. Aku mau berteriak tetapi tiba-tiba tangan kanan pak Feri menutup mulutku.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

“Kalau kamu berteriak, semua tetanggaku akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu”. katanya dengan suara serak.

Nafasnya terengah-engah menahan nafsu,

“Berteriaklah agar kita semua malu!”

Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Rasa takut dan kasihan kepada Ibuku membuat aku luluh. Pikirku bagaimana kalau orang lain tahu apa yang sedang terjadi dan aya yang diperbuat oleh suami Ibuku terhadapku.

Belum lagi aku berpikir jernih Pak Feri menyeretku masuk kekamar tidur dan mendorongku sampai aku terjatuh telentang ditempat tidur. Dengan garangnya pak Feri menindih tubuhku dan mencium wajahku.

Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kriinya mengambil sesautu dari dalam saku celananya.  Benda kecil licin segera dipaksakan masuk kedalam mulutku. Benda kecil yang ternyata kapsul lunak itu pecah didalam mulutku dan terpaksa aku telan. Setelah menelan kapsul itu mataku kunang-kunang, kepalaku jadi berat sekali dan anehnya, gairah seksku tiba-tiba muncul.

Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa cepat. Entah bagaimana, aku pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang laki-laki. Gairahku begitu memuncak dan menggebu-gebu itu datang secara tiba-tiba menyerang seluruh tubuhku.

Samar-samar kulihat wajah pak Feri menyeringai diatasku. Perlahan-lahan aIa bangkit dan melepaskan seluruh pakaianku. Kemudian ia membuka pakaianku, Kemudian Ia membuka pakaiannya sendiri. Aku tak bisa menolak. Diriku seperti terbang diawang-awang dan meski tahu apa yang sedang terjadi, tetapi sama sekali tak ada niat untuk melawan.

Begitu cepat pak Feri membuka pakaiannyaa mendindihku dan menyerang badanku, aku pasrah saja. Bahkan ketika aku merasakan sesuatu ada benda asing yang memasuki tubuhku, aku tak bisa berbuat apa-apa.

Tak kuasa aku menolak, karena aku merasakan kenikmatan luar biasa dari benda asing yang mulai menembus dan bergerak didalam vaginaku. Kesadaranku entah berada dimana. Hanya yang aku tahu apa yang sedang terjadi padaku, Aku telah diperkosa oleh pak Feri suami Ibuku!

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

Ketika aku sadar kudapati diriku sedang telanjang dikasur pak Feri. Pakaianku berserakan dibawah ranjang. Sprei morat-marit kulihat ada bercak darah disprei itu. Akuu menangis.. aku sudah tidak perawan lagi! Akuu sudah kehilangan apa yang paling bernilaiu dalam hidup wanita. Aku merasa jijik dan kotor.

Aku bangkit dan bagian vaginaku terasa sakit sekali! Tetapi aku tetap berusaha bangkit walaupun tertatih-tatih berjalan kekamar mandi.

Kulihat jam dinding. Wah sudah jam 3 jam aku berada dirumah itu. Aku harus segera pulang agar Ibu tidak menungguku. Aku segera mandi dan membersihkan diri serta berdandan dengan cepat.

Kuambil barang dagangan yang tercecer dilantai dan segera pulang. Pak Feri sudah tidak kelihatan lagi, mungkin ia sudah kembali ke kantor. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu. Aku sudah tak peduli. Hatiku sungguh hancur. Kebencianku kepada pak Feri begitu dalam. Pada suatu saat, aku akan  membalasnya.

“Kok lama sekali?” tanya Ibuku ketika aku datang.

“Bannya tadi kempes bu, tadi aku dorong untuk mencari tambal ban” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang terntu saja pucat dan malu!.

Kuletakkan barang dagangan di meja dan rasanya ingin memeluk ibu dan memohon meminta maaf serta menceritakan apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku.

Tetapi hati kecilku melarang. Aku tak ingin membuat ibu sedih dan kecewa, Aku tak ingin ibuku kehilangan kebahagiaan yang baru saja didapatnya. Aku tak kuasa membayangkan bagaimana hancurnya hati Ibu bila mengetahui apa yang telah dilakukan suaminya kedapaku.

Dengan alasan hendak kerumah teman, aku mandi dan membersihkan diriku. Dikamar mandi aku menangis, menggosok diriku sendiri dengan sabun berkali-kali.

Jijik rasanya aku terhadap tubuhku sendiri. Begitu keluar dari kamar mandi aku langsung dandan untuk pergi kerumah teman. Padahal aku tidak kerumah teman. Aku jalankan motorku keluar kota dan memarkirnya di tambak yang sepi. Aku duduk sendiri disana sambil menguras air mataku.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

“Yah Tuhan, ampunilah segala dosa-dsaku” ratapku seorang diri.

Baru sore menjelang magrib aku pulang. Ibu sudah dijemput oleh pak Feri pulang kerumahnya sehingga aku tak perlu bertemu dengan lelaki bejat itu. Toko masih buka dan adikku yang menjaga sebentar. Ketika aku pulang, aku yang menggantikannya untuk menjaga toko dan adik masuk untuk belajar.

Untuk beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu dengan pak Feri. Aku malu, benci kepadanya. Aku sengaja menyibukkan diri dibelakang apabila pagi-pagi pak Feri datang mengantar Ibu ke toko. Sorenya aku sengaja pergi dengan berbagai alasan saat pak Feri menjemput Ibuku.

Namun meski beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu dengan pak Feri, peristiwa itu terulang lagi. Peristiwa kedua itu sengaja diciptakan oleh pak Feri dengan akal liciknya. Ketika sore hari menjemput Ibu, pak Feri mengatakan bahwa ia baru saja membeli sebuah sepeda kecil untuk adikku, Ivan. Sepeda itu ada dirumah pak Feri dan adik harus mengambilnya kerumah itu.

Tentu saja adikku sangat senang dan ketika pak Feri menyarankan agar adikku tidur di rumahnya, Adikku setuju bahkan ibu dengan senang hati mendorongnya. Bertiga mereka naik mobil dinas mereka pulang kerumah pak Feri. Karena tidak ada orang lain dirumah, sebelum pukul 9 toko sudah tutup.

Rupanya , setelah sampai dirumah dan menyerahkan sepeda kecil kepada adik, Pak Feri beralasan harus kembali kekantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya malam itu. Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kalau kepergian suaminya sebenarnya tidak kekantor, melainkan kembali ketoko untuk memperkosaku.

Waktu itu pukul 10 malam , Tiba-tiba pak Feri sudah ada didalam rumah. Rupanya ia punya kunci rumah yang diberikan oleh ibu sehingga ia bebas keluar masuk rumah kami. Aku kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan tenang dan wajah menyeringai, pak Feri mengancamku.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

“Ayo teriak agar semua tetangga datang dan tahu apa yang sudah aku lakukan kepadamu” ancamnya serius.

“Ayo teriak agar ibumu malu dan seluruh keluargamu tercorang” tambahnya dengan suara serak.

Sekali lagi aku terpengarah. Mulutku sudah mau berteriak tetapi ketika mendengar perkataan pak Feri aku terdiam. Perasaan takut akan terdengar tetangga, aku takut nama Ibu tercoreng, kecemasan bahwa tetangga akan mengetahui peristiwa yang dilakukan oleh suami Ibuku. Aku hanya berdiri terpaku memandang wajah penuh nafsu yang sudah siap menerkamku. Aku tak bisa berpikir jernih lagi. Hanya perasaan takut yang ada di diriku.

Sebelum aku mampu mengambil keputusan apa yang akan kulakukan, pak Feri sudah maju dan mendekap tubuhku. Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Entah bagaimana awalnya namun yang aku tahu pak Feri menindih. Yang jelas malam itu aku terpaksa melayani nafsu suami Ibuku.

Dengan ganas ayah tiriku itu memperlakukan aku seperti pelacur. Ia memperkosaku berkali-kali tanpa belas kasihan. Dengus nafasnya yang berat dan tubuhnya yang menindih tubuhku apalagi ketika ada sesuatu benda keras yang mulai masuk menyeruak membelah bagian sensitif yang paling terhormat bagi wanita membuat aku merintih kesakitan. Aku benar-benar dijadikan pemuas nafsu yang benar-benar tak berdaya.

Pak Feri kuat sekali. Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkali-kali dan aku terpaksa menurut saja. Hampir dua jam pak Feri menjadikan tubuhku sebagai bulan-bulanan nafsu seksnya.

Bukan main! Begitu ia akan selesai kulihat pak Feri mencabut batang penisnya dari vaginaku dengan gerakan cepat ia mengocok-ngocok batangnya yang keras itu dengan sebelah tangannya dan dalam hitungan detika kulihat cairan  putih kental itu menyemprot wajah dan tubuhku, ada rasa jijik dihatiku selainkan kurasakan asam dan asin. Kursakan juga cairan itu meleleh menuju bibirku, setelah itu ia lunglai dan terkapar disamping tuubhku, tubuhku sendiri terkapat dak berdaya.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

Seluruh tubuhku terasa amat sakit dan air mata bercucuran di pipiku. Namun terus terang saja aku juga mencapai orgasme, Sesuatu yang belum pernah aku alami sebelumnya. Entah apa yang membuat ada sedikit perasaan senang dalam hatiku.

Rasa puas dan kenikmatan yang sama sekali tak biasa ku alami.  Aku sendiri tak tahu bagaimana bisa terjadi, tetapi kadangkala aku justru rindu dengan perlakuan pak Feri terhadapku. Aku sudah berusaha berkali-kali menepis perasaan itu, tetapi itu selalu muncul di benakku. Bahkan aku menginginkan lagi dan lagi! Gila bukan?

Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang keluar kota dan pak Feri mendatangiku, aku tak lagi menolaknya. Ketika ia sudah berada diatas tubuhku yang telanjang, aku justru menikmati dan mengimbanginya dengan penuh semangat.

Rupanya apa yang dilakukan pak Feri terhadapku telah menjadi candu yang membuatku menjadi ketagihan. Sekarang aku mulai menikmati seluruh permainan dan gairah yang luar biasa yang tak bisa kuceritakan saat ini dengan kata-kata.

Pak Feri begitu bergairah dan menikmati seluruh lekuk tubuhku dengan liarnya, aku pun mulai berani mencoba untuk merasakan bagian tubuh seorang lelaki, sekarang aku mulai berani membalas cumbuannya dan menjamah batang penis ayah tiriku ini, begitu keras, panjang dan hangat. Aku menikmati dengan sungguh-sungguh.

Pada akhir permainan pak Feri terlihat sangat puas dan begitu juga aku. Namun karena malu, aku tak berkata apa-apa ketika pak Feri meninggalkan kamarku. Aku senagaj diam saja, agar tak menunjukkan bahwa aku juga puas dengan permainan itu.

Bagaimanapun juga aku adalah seorang wanita yang masih punya rasa malu. tapi ketika pak Feri sudah pergi ada rasa sesal didalam hatiku. Ada perasaan malu dan takut

Pak Feri telah menikahi ibuku secara sah sehingga ia sudah menjadi ayah tiriku.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

Aku telah melakukan dosa besar karena telah melakukan hubungan tak senonoh antara anak dan ayah tiri. Haruskah aku lanjutkan pertemuan dan hubungan penuh nafsu dan maksiat ini?

Disaat sepi aku sendiri termenung dan memutuskan untuk menjauh dari pak Feri, serta tidak melakukan hubungan gelap itu lagi. Namun disaat itu ada kesempatan dan pak Feri mendatangiku serja mengajak bermain dan aku tak pernah menolaknya.

Bahkan kadang bila dua atau tiga hari saja pak Feri tidak menjengukku, aku merasa kangen dan ingin sekai merasakan jamahan hangat dari dirinya.

Perasaan itulah yang kemudian membuatku semakin tersesat dan semakin gila dengan permainan pak Feri yang hebat. Dengan penuh kesadaran akhirnya aku menjadi wanita simpanan pak Feri diluar sepengetahuan ibuku.

Sampai sekarang rahasia kami masih tertutup rapat dan pertemauan kami sudah tidak terjadi dirumah lagi, tetapi banyak losmen, hotel dan tempat-tempat peristirahatan. Yah disana aku dan pak Feri bisa bercinta dengan penuh rasa sensasi yang tinggi dan tidak perlu kuatir akan kepergok oleh ibuku, kini aku dan ayah tiriku sudah menjadi suami istri.

Untuk menjaga hal-hal yang sangat mungkin terjadi, dalam melakukan hubungan seks pak Feri memakai kondom dan aku pun rajin minum jamu terlambat bulan.

Semua itu tentu saja di luar sepengetahuan ibu. Aku memang puas dan bahagia dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebenarnya jauh didalam lubuh hatiku sungguh terguncang. Bagaimana tidak? Aku telah merebut suami ibuku sendiri dan memakainya bergantian.

CERITA PEMERKOSAAN YANG DILAKUKAN OLEH AYAH TIRIKU

Kadang aku juga merasa kasihan kepada Ibu yang sangat mencintaiku. Kalau saja sampai ibu tahu hubungan gelapku dengan suaminya, Ibu pasti akan sedih sekali. Hatinya bakal hancur dan jiwanya tercabik-cabik.

Bagaimana mungkin anak yang amat disayanginya bisa tidur dengan suaminya? Sampai kapan aku akan menjalani hidup yang tak senonoh dan penuh dengan maksiat ini?

Entah lah sekarang ini aku masih kuliah. Mungkin bila nanti sudah lulus dan jadi sarjana aku bisa keluar dari lingkungan rumah dan bekerja dikota lain. Saat ini mungkin aku belum punya kekuatan untuk pergi, tetapi suatu saat nanti aku pasti akan pergi jauh dan mencari lelaki yang benar-benar sesuai dan dapat kuandalkan sebagai suami yang baik. dan tentunya kuharapkan lebih perkasa dari yang kudapatkan sekarang.

Mungkin dengan cara itu aku bisa melupakan pak Feri dan melupaka peristiwa yang melakukan itu.

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *