CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY – Ini terjadi pada awal tahun 2020, Pada saat itu disemester 2, Ibuku sakit dan dirawat dikota Surabaya, Oh, iya aku tinggal di Lampung. Cukup jauh sih dari kota Surabaya. Karena ibuku sakit, sehingga tidak ada yang masak dan menunggu dagangan. Soalnya adik-adikku masih sekolah. Akhirnya aku usul kepada ibuku untuk mendatangkan Saudaraku yang ada dikota lain untuk datang dan menginap disini. Dan ideitu pun disetujui.

Sepupuku itu orangnya tidak terlalu cantik, tingginya sekitar 160 cm, payudara yang kecil. Tetapi dia akrab sekali dengan aku. Aku dianggapnya sebagai kakak sendiri.

Nah kejadiannya itu waktu aku liburan semester. Waktu liburan itu aku banyak menghabiskan waktu untuk membantu menjual dagangan ibuku. Otomatis aku banyak menghabiskan waktu dengan Michelle. Awalnya biasa aja sih, layaknya hubungan kami sebagai saudara. Suatu malam kami sudah ingin tidur. Adikku masing-masing tidur dikamarnya masing-masing. Sedangkan aku yang masih suka nonton Tv, memilih tidur didepan Tv, ketika sedang menonton Tv, Michelle datang dan nonton bersamaku, rupanya Michelle belum tidur juga.

Sambil nonton, kami berdua mengenai segala hal yang bisa kami ceritakan, tentang diri kami masing-masing dan teman-teman kami. Nah, ketika kami sedang nonton Tv, dimana film di Tv ada adegan ciuman antara laki-laki dan perempuan,

Michelle merespon dan bicara kepadaku, ” Wah temenku sering begituan tuh”.

Terus aku jawab, ” Eh kok tau??”

Rupanya temen Michelle itu suka cerita ke Michelle kalau waktu dia pacaran temannya pernah ciuman bahkan sampai vagina temannya Michelle itu sering dimasuki jari pacarnya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jari yang masuk.

Setelah kukomentari lebih lanjut, aku menebak Michelle ingin juga, Terus aku bertanya padanya, ” Eh, kamu mau nggak..?”

Tanpa kuduga,ternyata dia mau. Wah kebetulan nih. Dia bahkan bertanya, ” Sakit nggak sih..?”

Ya ku jawab saja, “Ya nngak tau lah, Orang belum pernah. Gimana.. Mau nggak..?”

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Michelle berkata, ” Iya deh, tapi pelan-pelan ya..? kata temenku kalo jarinya masuk dengan kasar vaginanya sakit”

“Iya..Iya..!” Jawabku.

Kami berdua masih terus menonton film di Tv. Waktu itu kami tiduran dilantai. Kudekati dia dan langsung tanganku menuju selangkangannya. Kutelusuri tangan kananku ke dalam CD nya dan kuelus-elus dengan lembut. Michelle tidak menolak, bahkan dengan sengaja merebahkan tubuhnya, dan kakinya agak diselonjorkan. Saat merabanya, aku seperti memegang pembalut, dan setelah kutanyakan ternyata memang sejak 5 hari lalu dia sedang menstruasi.

Aku tidak mencoba membuka pakaian maupun CD nya, makhlumlah takut kalau ketahuan sama adik-adikku. Dengan CD masih melekat di tubuhnya, kuraba daerah atas kemaluannya, kurasakan bulu kemaluannya yang masih lembut, tapi sudah agak banyak seperti bulu-bulu yang ada ditanganku. Kuraba terus dengan lembut, tapi belum sampai menyentuh vaginanya, aku mendengar suara desahannya walau tidak keras. Kemudian kurasakan sekarang dia berusaha mengangkat pantatnya agar jari-jariku tidak menyentuh kemaluannya. Segera kupenuhi keinginan itu.

Waktu pertama kusentuh kemaluannya, dia terjengat dan mendesah. Kugosok-gosok bibir kemaluannya sekitar 5 menit, dan akhirnya kumasukkan jari tengahku ke liang senggamanya.

“Auw..” begitu reaksinya setelah jariku masuk setengah dan tangannya memegangi tanganku.

Setelah itu dengan pelan kukeluarkan jariku, ” Eeeshhh” desahnya.

Lalu kutanya, “Gimana..? Sakit..?”

Dia menggeleng dan tanpa kusadari tangannya kini memegang telapak tangan kananku yang berada didalam celana dalamnya, seakan memberi komando kepadaku untuk meneruskan kerjaku.

Sambil ku keluar masukkan jariku, Michelle juga tampak meram serta mendesah keenakan. Sementara terasa didalam Celana Dalamku, batang penisku sudah bangun, tapi aku belum berani meminta Michelle memegang rudalku. Sekitar 10 menit peristiwa itu terjadi. Kulihat dia tambah keras desahannya dan kedua kakinya dirapatkan ke kaki kiriku. Sepertinya dia telah mengalami klimaks, dan akhirnya kami akhirnya tidur di kamar masing-masing.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Hari berikutnya, aku dan michelle siap-siap membuka warung, adikku pada berangkat sekolah, sehingga hanya ada aku dan michelle diwarung. Hari itu Michelle jadi berani padaku. Didalam warungku sambil duduk dia berani memegang tanganku dan menuntunnya untuk memegang vaginanya. Waktu itu dia memakai rok diatas lutut, hingga aku bisa memegang selangkangannya yang terhalang Celana dalam dan pembalut. Kaget juga aku, soalnya kami kan lagi diwarung.

“Nggak papa bang, kan lagi sepi.” katanya dengan enteng seakan mengerti apa yang kupikirkan.

“Lah kalo ada yang mau beli gimana nanti..? ” tanyaku.

“Ya udahan dulu, kalau pembelinya sudah pergi kita lanjutin lagi. ok..? ” jawabnya.

Dengan terpaksa kuraba-raba selangkangannya. Hal tersebut kulakukan sambil mengawasi diluar warung kalau ada nanti ada pembeli datang. Sementara aku mengelus selangkangannya, Michelle mencengkrama pahaku sambil bibirnya digigit pelan tanda menikmati belaianku. Peristiwa itu kuakui sangat membuatku terangsang sekali, sehingga celana pendekku langsung terlihat menonjol yang bertanda batang penisku ingin memberontak.

“Loh bang, itunya tegang yah?” katanya.

Ternyata dia melihatku, kujawab, “Iya ini sih tandanya aku masih normal..”.

Aku terus melanjutkan pekerjaanku. Tanpa kusadari diapun mengelus-elus celanaku, tepat di bagian batang penisku. Kadang dia juga menggenggam penisku sehingga aku merasa keenakan. Baru kumasukkan tanganku ke celana dalamnya, tiba-tiba aku melihat di kejauhan ada anak yang sepertinya mau membeli sesuatu diwarungku.

Kubisiki dia,” Heh ada orang tuh..! Stop dulu ya..?”

Aku menghentikan elusanku, dia berdiri dan berjalan ke depan warung. Benar saja, untung kami segera menghentikan kegiatan kami, kalo tidak bisa berabe nanti, Selahbis melayani anak itu, dia balik lagi duduk disebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhentikan. Seharian kami melakukannya, tapi aku tidak membuka celana dalamnya, karena terlalu beresiko. Jadi kami seharian hanya saling mengelus dibagian luar saja.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Malam harinya kami melakukan lagi. Aku sendirian nonton Tv, sementara adikku sudah tidur semua. Tiba-tiba dia datang mendatangiku dan ikut tiduran dilantai, didekatku sambil nonton Tv. Tiba-tiba dia memegang tangannku dan dituntun ke selangkangannya. Aku yang langsung diperlakukan demikian merasa mengerti dan langsung kumasukkan ke dalam celana dalamnya, dan langsung memasukkan jariku ke kemaluannya. Sedangkan dia juga langsung memegang batang penisku.

“Aku copot celana dalam kamu ya, biar lebih enakan.” kataku

Dia mengangguk dan aku langsung mencopot celana dalamnya. Saat itu dia memakai rok mininya yang tadi, sehingga kini dengan mudah aku mencopotnya dan langsung tanganku mengorek-ngorek lembah kemaluannya dengan jari telunjukku. Aku juga menyuruh mengeluarkan batang penisku dari celana dalamku, sehingga dia kini bisa melihat penisku dengan jelas, dia kusuruh untuk menggenggamnya. Kukorek-korek kemaluannya, ku keluar masukkan jariku, tampaknya dia sangat menikmatinya. Kulihat batang penisku hanya digenggamnya saja, maka aku menyuruhnya untuk mengocoknya pelan-pelan, namun karena dia tidak melumasi dulu batangku, maka penisku agak sakit, tapi enak juga sih.

“Eehhstt…eehhstt.. Ouw… eehhsstt… eehhsstt.. eehhsstt..” begitu erangnya saat ku keluar masukkan jariku.

Kumasukin jariku lebih dalam lagi ke liang kemaluannya dan dia mendesah lebih keras, aku suruh dia agar jangan keras-keras nanti adikku terbangun,

“Kocokannya lebih pelan dong..!” kataku yang merasa kocokannya terhenti.

Kupercepat gerakan jariku didalam vaginanya, kurasakan dia mengimbanginya dengan menggerakkan pantatnya ke depan dan ke belakang, seakan dia lagi menggauli jariku.

Dan akhirnya, “Oh.. oohh.. oohh.. ohh..” rupanya dia mencapai klimaks yang pertama, sambil kakinya mengapit keras kaki kananku.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Kucabut jariku dari kemaluannya, kulihat masih ada noda merah di jariku. Karena belum puas, aku langusng pergi ke kamar mandi dan kutuntun Michelle. Dikamar mandi aku memintanya untuk mengocok batang penisku dengan tangannya. Dia mau, Aku lepaskan celanaku, setelah itu celana dalamku dan batang penisku langsung berdiri tegak. Kusuruh dia mengambil sabun dan melumuri tangannya dengan sabun itu, lalu kusuruh untuk segera mengocoknya. Karena belum terbiasa, sering tangannya keluar dari batangku, terus kusuruh agar tangannya waktu itu jangan sampai lepas dari batang penisku. Setelah 5 menit, akhirnya aku ngecrot juga, dan kusurh dia menghentikan kocokannya.

Seperti pagi hari sebelumnya, kami mengulangi perbuatan itu lagi. Tidak ada yang dapat kuceritakan kejadian tadi pagi itu karena hampir sama dengan yang terjadi tadi pagi sebelumnya dan pada malah harinya seperti tidak biasa, aku sendiri nonton Tv. Michelle datang sambil tiduran dia nonton Tv. tapi aku yakin tujuannya bukan untuk nonton. Sepertinya dia ketagihan dengan perlakuannya padanya. Dia langsung menuntun tanganku ke selangkangannya. Aku menyentuh kemaluannya, tapi ada yang lain. Kini dia tidak memakai pembalut lagi.

“Eh, kamu udah selesai mensnya? ” tanyaku.

“Iya tadi sore kan aku udah kramas, masa enggak tau..?” katanya

Aku memang tidak tahu. Karena aku memang tidak peduli dengan hal-hal seperti itu. Aku jadi membayangkan yang jorok, wah batang penisku bisa masuk nih. Kuraba celana dalamnya. Tepat dilubang kemaluannya, aku agak menusuk jariku, dan dia tampak mendesah perlahan. Tangannya kini sudah membuka resleting celana pendekku hingga aku melepaskan celanaku.

Digenggamnya batang penisku tanpa sungkan lagi. Aku juga membuka celana dalamnya, tapi karena dia masih memakai roknya, jadi tidak ketahuan kalau dia sekarang bugil dibagian bawahnya. Dia kini dalam keadaan mengangkang dengan kaki agak ditekuk. Kuraba bibir kemaluannya dengan agak keras. Kumasukkan seluruh jari telunjukku ke lubang senggamanya.

“Uhh..esshh..eesshhh…” begitu desahnya waktu ku keluar masukkan ke lubang senggamanya.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Sementara dia kini juga berusaha mengocok batang penisku, tapi terasa masih sakit. Kukorek-korek lubang kemaluannya. Lalu timbul keinginanku untuk melihat kemaluannya dari dekat, Makhlumlah aku kan belum lihat langsung bentuk kemaluan Michelle dari dekat. Paling paling dari bokep indo yang pernah kutonton. Kuubah posisiku, kakiku kini kuletakkan disamping kepalanya Michelle, sedangkan kepalaku berada didepan kemaluannya, sehingga aku dengan leluasa dapat melihat vaginannya. Dengan kedua tanganku, aku berusaha membuka bibir vaginanya.

Tapi, “Auw.. diapain bang..? Eshh.. Uuhh..” desahannya tambah mengeras.

“Sorry.. sakit yah..? Aku mau lihat bentuk vaginamu nih, wah bagus juga yah..!” sambil terus kukocokkan jariku.

Kulihat daging dilubangnya itu berwarna merah muda dan terlihat bergerak-gerak.

“wah, jariku aja susah kalo masuk kesini, apalagi penisku yang kamu genggam itu ya..?” pancingku.

Dia diam saja tidak merespon, mungkin lagi menikmati kocokan jariku karena kulihat dia memaju mundurkan pantatnya.

“Eh, sebenarnya yang enak ini mananya sih..?” tanyaku

tangan kirinya menunjuk sepotong daging kecil diatas lubang kemaluannya.

“Ini nih… kalo abang kocokin jarinya pas menyentuh ini rasanya kok gatel-gatel enak gitu.”

“Mana..mana.. oh ini ya..?” kugosok daging itu dan dia makin kuat menggenggam batang penisku.

“Ahh..aauu..enak bang.. eehh.. aahh.. trus bang… terusin.. ohh..!

Tangannya setengah tenaga angin menahan tanganku, tapi setengahnya lagi ingin membiarkan aku terus menggosok benda itu.

Dan akhirnya, “Uhh.. uhhh.. uuhh.. aah..aahh..” dia mencapai klimaks.

Aku terus menggosoknya dan tubuhnya terus menggelinjang seperti cacing kepanasan.

Lalu kubertanya, “Eh, gimana kalo penisku masuk kesini?.. Boleh nggak..? Pasti lebih enakan..!”

Dia hanya mengangguk pelan dan aku segera merubah posisiku menjadi tidur mereng sejajar dengan dia. Kugerakkan batang penisku menuju lubang vaginanya. Kucoba memasukkan, tapi rasanya tidak bisa masuk. Kurubah posisiku sehingga dia kini berada dibawahku. Kucoba masukkan lagi batang penisku ke lubangnya. Terasa kepala penisku saya yang masuk dan dia sudah mendesah-desah.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Kudorong lebih dalam lagi, tangannya berusaha menghentikan gerakanku dengan memegang penisku. Namun rasanya nafsu lebih mendominasi dari nalarku, sehingga aku tidak memperdulikan erangannya lagi.

Kutekan lagi dan, “Auuuwww.. ehh ssakkkiitt..!

Aku berhasi memasukkan batang penisku walaupun tidak semuanya. Aku diam sejenak dan bernapas. Terasa vaginanya meremas batang penisku dengan keras.

“Gimana sakit ya.. mau diterusin nggak..?” tanyaku padanya sambil tanganku memegang pantatnya.

Dia tidak menjawab hanya terdengar suara desah nafasnya. Kugerakkan lagi untuk masuk lebih dalam. Mulutnya membuka lebar seperti orang menjerit tanpa suara.

Karena dia tetap diam, maka kulanjutkan dengan mengeluarkan batang penisku. Dan lagi-lagi dia seperti menjerit tapi tanpa suara. Saat ku keluarkan kulihat ada noda darah dibatangku, Aku jadi kaget,

“Wah aku memperawaninya nih.”

“Gimana.. sakit nggak.. kalo nggak lanjut yah..?” tanyaku.

“Uhh.. tadi sakit sih.. uhh geelii..” begitu katanya waktu penisku kugesek-gesekkan.

Setelah itu kumajukan lagi batang penisku, Michelle tampak menutup matanya sambil berusaha menikmatinya. Baru kali ini batangku masuk ke liang vagina Michelle, wah rasanya sungguh nikmat. Aku belum mengerti, kenapa kok di film-fil yang kulihat, batang penis si pria begitu mudah keluar masuk ke dalam liang senggama, Tapi aku disini kok sulit untuk menggerakkan batang penisku di liang keperawanannya.

Namun setelah beberapa meit hal itu berlangsung, sepertinya penisku sudah lancar keluar masuk di lobang vaginanya, maka agak kupercepat gerakan maju mundurku diliangnya. Kurubah posisiku hingga kini dia berada di bawahku. Sambil masih kugerakkan batangku dan tanganku berusaha mencapai payudaranya. Kuremas-remas buah dadanya yang masih kecil itu bergantian. lalu kukecup buah dadanya dengan mulutku.

CERITA MESUM SAUDARAKU YANG LAGI HORNY

Dia semakin bergelinjang sambil mendesah. Akhirnya setelah berjalan kurang 10 menitan, kaki  Michelle berada di pantatku dan menekan dengan keras. Kurasa dia sudah orgasme, karena bercengkrama bibir vaginanya terhadap penisku bertambah kuat juga. Dan karena kau tidak tahan lagi dengan cengkrama bibir kemaluanya, akhirnya, “Crot.. croot.. crrot..” air maniku tumpah di vaginanya. aku sangat puas dan juga capek. Kami berdua bersimpah keringat. Lalu segera kutuntun dia menuju kamar mandi dan kusuruh dia untuk membersihkan liang kemaluannya, sedangkan aku mencuci senjata. Setelah itu kami kembali ketempat semula.

Ku lihat tidak ada noda darah di karpet tempat kami melakukan kejadian itu. Dan untung adik-adikku tidak bangun, sebab menurutku desahan dan suara dia agak keras. Lalu ku matikan Tv, dan kami berdua tidur dikamar kami masing-masing.

Sebelum tidur aku sempat berpikir, “Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nih..!”

Sewaktu aku sudah kuliah lagi, dia masih suka meneleponku dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingatnya dan dia ingin mengulangi nya lagi. Aku jadi berpikir, wah gawat kalo gini. Aku jadi ingat bahwa waktu itu aku keluarkan maniku di dalam liang keperawanannya.

“Wah, bisa hamil nih anak..!” pikirku.

Hari-hariku jadi tidak tenang, karena kalau ketahuan dia hamil dan yang menghamili itu aku, bisa mampus aku.

Setelah sebulan lewat, kutelpon dia dirumahnya. Setelah kutanya, ternyata dia dapat mens 2 hari yang lalu. Akhirnya aku lega dan sekarang hari-hariku jadi balik ke semula.