CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

cerita mesum ngewe dengan asisten dokter

CERITAXEX – Namaku Surya setelah kerja 1 tahun 3 bulan lebih, aku dipindah tugaskan ke kota Palembang. Dipalembang aku tinggal dirumah kakak perempuanku yang bertugas mendampingi kota besar asalku.

Tiga bulan aku tinggal dirumah kakakku. Awal nya menjalani hidup seperti layaknya kehidupan biasa. Oya, Rumah ini berlantai dua. Untuk lantai atas ditinggali keluarga kakakku, dan aku tidur di kamar bawah. Disamping kamarku ada ruang kerja. Aku biasanya kerja disitu dengan komputerku.

Suatu ketika, aku kedatangan seorang dokter gigi yang bernama Tora dan asistennya bernama Gita. Mereka datang karena ingin mengontrak satu kamar dan garasi untuk prakteknya. Karna itu rumah ini perlu di renovasi dulu. Aku menghubungi kakakku  untuk menanyakan persetujuannya. Dia memperbolehkan setelah tanya-tanya. Maka mulailah pekerjaan renovasi dan akan selesai 1 bulan lagi.

Sementara itu dokter Tora menugaskan Gita untuk tinggal di kamar yang sudah disewakan sementara garasi yang hampir siap renovasi menjadi ruang praktek dokter gigi. Sudah dua minggu Gita tinggal dirumah ini. Dia biasanya membawa makanan sendiri, seringkali aku ikut makan bersama dia kalau kebetulan masakan dirumah kurang. Gita berlaku biasa saja mulanya dan aku tidak berani mendekatinya. Gita orangnya tinggi dengan ku, tidak gemuk tetapi tidak kurus. Ia selalu berpakaian tertutup sehingga aku tidak bisa melihat bagian tubuhnya yang ingin sekali kulihat. Wajahnya Manis dan cantik.

Suatu hari, mbok pembantu dirumah ijin pulang ke kempung halamannya setelah bekerja 9 bulan lebih tanpa melihat cucunya. Aku pun mengijinkan mbok pulang. Mbok akan minta tolong pembantu tetangga untuk membantu menyediakan makanan untuk aku selama mbok tidak dirumah.

Pagi hari aku mengantar mbok ke stasiun bus dengan mobil kantorku, baru pulang untuk mengambil berkas dan berangkan untuk pergi kekantor. Gita pergi ke klinik dengan motor, Ia biasanya pergi setengah delapan pagi dan pulang jam 6 sore

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

Sore hari setelah mbok pulang suasana dirumah menjadi sepi. Aku pulang jam empat sore dan sempat melihat kebun dan membersihkan daun-daun kering yang berserakan. Gita baru sampai dirumah sekitar jam setengah enam, tanpa ku tahu ternyata dia dijendela sedang memandangku bekerja dikebun. Ketika matahari sudah mau terbenam di arah barat, aku baru melihat ke jendela dan melihat Gita sedang tersenyum dibalik jendela. Segera ku masuk kerumah.

“Sudah lama kamu datang, Gita?” Dia mengangguk.

“Aku melihat kamu bekerja dikebun tadi, aku kagum melihat laki-laki bekerja keras”.

Aku tertawa sendiri, lalu masuk kamar untuk mandi. Kamar mandiku ada didalam kamar tidur, jadi aku bebas berjalan telanjang masuk keluar. Saat aku selesai mandi dan keluar dari kamar mandi aku terkejut melihat Gita ada didalam kamar tidurku.

“Maaf aku masuk kekamar kamu tanpa permisi, maaf yah?” tanyanya

“Oh iya gapapa kok, aku gak akan marah kalo disambut perempuan seksi dan manis.. Aku mau tukar baju, kamu mau tetap disini ?”

“Aku diluar aja mau keruang sofa, nanti kalo udah siap ke ruang tamu yah”.

Setelah berganti baju aku keluar kamar dan menuju ruang tamu dengan mengenakan kaos oblong dan celana boxer ku, lalu aku duduk disebelahnya. Dia menjauh,

“Kamu sudah mandi, aku belum.. nanti kamu nggak bau lagi dekatku” katanya sambil tertawa.

“Ada perlu apa Gita?” tanya ku sambil tersenyum.

Dia ragu lalu berkata,

“Aku mau numpang mandi dikamar mandimu. Ada shower dan air hangat kan? Pemanas air dikamarku rusak, tadi belum sempat perbaiki”

“Boleh kok, silahkan saja, tapi pintu kamar mandi jangan dikunci, soalnya pintunya rusak, kalau dikunci susah bukanya. tapi tenang aku gak ngintip kamu mandi kok”

“Iya enggak ngintip tapi langsung lihat kan? mana ada laki-laki membuang kesempatan” jawabnya sambil tertawa.

“Ah kamu bisa aja..” jawabku sambil memegang bahunya.

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Tuh mulai kan?” katanya sambil setengah berlari masuk kekamarnya untuk mengambil peralatan mandinya.

Dua puluh menit berlalu, Gita kembali keruang tamu dan duduk disampingku.

“Eh sur mau gak temenin aku beli kacang rebus?” tanyanya.

Aku pun mengiyakan, dan kami jalan bergandengan tangan ke penjual kacang, yang tidak jauh dari rumah. Sepulangnya tangan Gita menggandeng lenganku dan aku sempat merasakan buah dadak kanannya menyentuh lengan kiriku. Darahku berdesir, jantungku berdegub kencang. Ibu-ibu warung dekat situ nyeletuk,

“Wah bu dokter sudah punya calon suami.. selamat ya?” Gita tertawa kecil.

Ibu-bu sudah akrab dengan Gita, Ia mempersilahkan Orang disana untuk mampir untuk menanyakan suatu pertanyaan tentang kesehatan giginya. Sempat terdengar Gita melayani salah satu dari mereka sambil menyoroti mulut sipasien kampung itu dengan beterai kecil, lalu menyuruhnya datang ke klinik besok pagi. Semua pertanyaan dijawab dengan ramah oleh Gita. Aku jadi kagum dengan keramahan Gita, Pantes saja kliniknya ramai setiap hari.

Setaleh sampai dirumah, aku dan gita duduk diseputar meja makan sambil menikmati kacang rebus yang kami beli tadi. Sementara itu aku mencuri-curi pandang untuk melihat wajahnya dan dadanya. Tetapi dadanya tetap tidak kelihatan. Gita seorang perempuan yang tetap menjaga kesusilaaan. Jadi apakah aku bisa menikmatinya, dan mengajaknya tidur bersama pikirku. Pikiranku sudah melayang ke arah hal-hal yang erotis. Gita menyudahi makan kacang kerena sudah kenyang katanya. Lalu ia bangkit ke kamar mandinya untuk gosok gigi. Aku merapikan meja makan, lalu menyusul mengambil gosok gigi dan kekamar mandi Gita untuk gosok gigi di sampingnya.

Tanganku mulai nakal, aku nekad menyentuh bokongnya, meremas lalu merangkul pinggangnya. Gita kaget lalu menepis tanganku sambil sedikit menatapku sementara mulutnya masih penuh busa,

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Jangan nakal dong sur” dia membalas mencubit bokongku dan meninju punggungku

“Nih rasakan ya” dia mencubitku berkali-kali.

Aku merasa sakit juga, lalu kutangkap tangannya dan kutarik tubuhnya mendekat, tetapi dia berontak dan lari ke ruang tamu. Aku lanjut sikat gigi dan setelah itu aku menuju ruang tamu dan duduk disebelahnya

“Kamu marah ya Gita?”

Dia menutup matanya lalu menuburuk dadaku sambil menangis.

“Kamu ini.. bikin aku gemes! Aku jadi nggak tahan lagi. Dadamu basah ya dengan air mataku. Buka aja kaosmu” aku menurut dan membuka bajuku dan dia membenamkan wajahnya lagi didadaku.

Lidahnya menjilati putingku. Bibirnya menciumi dadaku kekiri dan kekanan sampai kelipatan ketiakku. Ketika lidahnya mau menjilat ketiakku, segera kurapatkan sehingga dia gagal. Wajahnya kelihatan kecewa,

“Kenapa ngga mau ya?

“Nanti kamu nggak tahan baunya, Gita aku ada permintaaan”

“Minta apa?”

“Kamu mau gak tidur dikamarku? biar kamu nanti gampang mau mandi nya?” Gita tersenyum mengangguk.

“Kalau begitu, kamu tunggu dikamar ya, nanti aku kesana” kata Gita

Jantungku hampir berhenti berdetak mendengarnya.

Segera aku berjalan menuju kamarku, lalu merapikan kasur dan meletakkan dua handuk melintang diatasnya. Tak lupa aku mengoleskan krim tahan lama pada kepala penisku, lalu memakai sarung dan membuka pakaiannku.

Belum satu menik, Gita sudah berdiri didepan pintu kamar. Melihat aku memakai sarung dia berkata,

“Kamu ada sarung lagi? Aku mau pakai?”

“Ada kok sebentar ya ”

Gita membawa sarung itu dan masuk kekamar mandi dan berkata,

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Kamu jangan masuk ya?” aku tertawa lalu berbaring bertelanjang dada sampai pinggang. Sarung itu hanya menutup bagian bawah . Gita keluar dari kamar mandi dengan sarung menutup bagian dada sampai pinggul. Dia meletakkan pakaiannya termasuk bh dan celana dalam kuning di meja. Dia melirik tersenyum,

“Nih liat bh dan celana dalamku biar kamu puas” Dia mendekatiku lalu memamerkan bh dan celana dalamnya kedekat wajahku. Aku mendekatkan hidungku pada celana dalamnya tetapi dengan cepat dia menariknya sambil tertawa.

Dan dia pun merebahkan badannya di sebelahku. Aku melihat wajahnya. Kupandangi wajahnya selama 5 menit. Kudekatkan bibirku pada wajahnya lalu kearah bibirnya.  Lalu perlahan membuka mulutnya, sehingga kini mulutku bisa mengisap mulutnya sambil bergoyang ke kiri ke kanan, lalu lidahku bertemu lidahnya. Gita menghembuskan napasnya seperti tersengal, lalu kembali mengisap mulutku bergantian.

Lengannya merangkulku, dan kini, yah, benarlah, dadaku bersentuhan dengan buah dada Gita yang kencang mencuat dan berputing keras. Dalam berahi yang makin membara, aku dan Gita sudah tidak memikirkan apa-apa lagi. Tiga gerakan cukuplah melepas sarung-sarung itu, sehingga tubuh Gita yang telanjang bulat sudah nempel erat dengan tubuhku. Dia mendorongku sehingga telungkup di atas tubuhku yang telentang, sambil terus mengisap dan mengisap dan mengisap mulut seraya bergoyang-goyang ke kiri kanan dan buah dadanya menekan menggeser-geser di dadaku. Aku sudah terbawa ke awan yang tinggi. Lenganku merangkul tubuhnya erat-erat, jembut Gita bergesekan dengan jembutku, aduh bukan main nafsuku berbaur dengan nafsu Gita . Kemaluanku yang sudah keras itu bergesekan dengan bibir kemaluan Gita, pahanya bergerak-gerak sebentar menjepit pahaku sebentar menindih dan entah gerakan apa lagi.

Sebelas menit kemudian Gita melepaskan diri dari pelukanku dan memandangku,

“Enak gak pelukan hangat dariku?” tanyanya..

“Bukan main.. Gita, buah dadamu padat banget”

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

Belum selesai aku berkata Gita kembali menindih tubuhku, kali ini dia membuka lengannya sehingga lidahku bisa menjilat ketiaknya yang halus tidak berambut. Kuciumi ketiak Gita sudah menindihku, kali ini dia membuka lengannya sehingga lidahku bisa menjilat ketiaknya yang halus tidak berambut. Kuciumi ketiak Gita beberapa saat dan tubuhnya menggelinjang,

“Ohh, sur.. surya.. geli sekali rasanya..” aku pindah ke ketiak yang sebelahnya lagi dan Gita kembali menggelinjang.

“Kamu suka ya jilat ketiak wanita?”

“Ketiakmu harum dan mulus bukan main.. siapa bisa tahan membiarkan tidak dicium?”

Kujilati terus kedua ketiaknya dan Gita mengaduh-aduh penuh nikmat. Didadaku masih terasa buah dadanya menggeser-geser. Pinggulnya bergoyang terus, sampai suatu ketika, dia setengah berteriak,

“Surya.. aku nggak tahan.. ayoh kamu diatasku”.

Aku memutar tubuhku sehingga kini berada diatas tubuh Gita. Kedua lengannya merangkul punggungku,

“Aduh tubuhmu sangat kekar.. aku bisa menikmatinya.. Ohh”

Sekarang aku menindih buah dadanya, sambil mulutku menghisap mulutnya. Lidah Gita masuk kedalam mulutku dan kuisap, Sekarang giliran lidahku menelusuri mulutnya, Gita menggelinjang lalu membuka kedua pahanya.

“Masukkan penisku.. tapi pelan-pelan, wahh besar sekali penismu.. ohh.. nikmat sekali surr”

pinggulnya bergoyang naik turun makin cepat seiring dengan gerakan naik turun. Terasa penisku dijepit dan disedot oleh vaginanya. Aku mengeluh,

“Gita, vaginamu sempit.. duh nimatnya dijepit ohh Gita”.

“Sur.. jangan keluar dulu ya.. aku masih ingin dan menikmati hubungan seks ini”

Lalu ia menggelinjang hebat ke kiri dan ke kanan, mulutnya tertutup rapat dalam mulutku dan mengeluarkan suara lenguhan seseorang perempuan yang sedang penuh nikmat.

Gerakan tubuhku dan Gita menimbulkan bunyi kecupak saat penisku menembus jembut dan vaginanya sudah basah.

“Gita, boleh kujilat vaginamu? tanyaku.

Dia menggelengkan kepalanya, meski mulutnya masih didalam mulutku.

“Jangan sekarang.. jangan dilepas nanti saja.. ohh nikmatnya”

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

Aku menggeserkan tubuh Gita kesamping. Agar dia tidak susah menanggung beban tubuhku. Dia berbaring disampingku sambil lidahnya menjulur minta dihisap.

“Gita.. aku minta lidahmu”

Gitapun menjulurkan lidahnya, kali ini mulutku penuh ludah. Segera kuhisap dan kusedot mulutnya dan kuisap ludahnya semuanya

“Kamu dibawah mau gak” tanyaku sambil menggeser tubuhnya.

Tubuh Gita sekarang menindihku, buah dadanya kembali menggeser, Penisku berhasil masuk dari bawah dibantu tangannya Gita.

Gita mendesah, ” Ohh.. aduh.. nikmatnya terus surr”

Gerakan tubuh Gita dan aku semakin cepat sampai Gita berkata,

“Aku tidak tahan lagi. mau keluar. Ohh.. Aku sudah keluar.. teruskan. aku keluar lagii wee.. ohhh hebat sekali kamu sur” Aku bergerak terus, tetapi pengaruh kr9im tahan lama membuatku tidak mudah keluar.

Aku berbisik sambil lidahku menjilati lehernya,

“Gita masih nikmat?, sekarang kekamar mandi dulu”

Dia turun dari kasur tangannya menggapai tissue lalu membersihkan vaginanya. dan berjalan sambil menutupi kemaluannya menggunakan tissue. Aku menyusul dia, Penisku basah dengan air maninya Gita,

Dikamar mandi Gita berbisik,

“Sur, kamu hebat”.

“Biasa aja kok”

Dia tersenyum berbisik,

“Sebenarnya dari semalam aku udah pengen tapi enggak bisa sur, untung hari ini mbok pergi jadi aku bisa memancing kamu”

Aku memunduk lalu kuserbu vaginanya, kujilati vaginanya sampai dia kembali mengeluh nikmat,

“Ohh sur.. kamu merangsang lagi.. ohh.. ayo ke kasur lagi aku mau menghisap penismu”.

Mulutnya mengulum penisku beberapa menit,

“Gita.. sudah,, nanti aku crot dalam mulutmu sayang sekali.. Lebih nikmat crot didalam vaginamu”.

Gita tertawa, ” Nggak kuat ya? Pakai krim lagi? Biar kuat berjam-jam?”

Aku mengangguk lalu memeluk tubuh Gita, buah dadanya kembali menempel dipinggangku

“Gita buah dadamu mantap sekali” kataku

Sampai di kasur dia kembali menindihku,

“Kamu dibawahku dulu ya.. Eh belum pakai krim? ”

“Sebentar sayang ”

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Nih sudah pakai krim. ayoo sayang” kataku dan Gita kembali menindihku, mulutnya kembali menyeruput mulutku, buah dadanya bergerak kekiri dan kekanan

“Nafsuan kamu ihh Gita” Dia tersenyum.

“Ya, kali ini sampai sejam baru aku keluar…. Ketiga keempat, kelima….”

Aku menikmati posisi begini (sebutannya Woman on top missionary sex) selama sekitar 25 menit, terus menerus menyeruput mulut Gita menelan ludahnya, merangkul erat tubuhnya, mencengkeram bokongnya yang aduhai, dan seterusnya. Rina juga menikmati perannya, memandang wajahku dengan sayu, menjulurkan lidahnya, masuk ke mulutku seraya menelusuri seluruh rongga mulutku, mengisap, mengisap, menyedot, menyedot, terus menerus.

Pinggulnya bergerak ke kiri ke kanan, maka terasalah jembutnya bergesekan dengan jembutku, pahanya kadang-kadang menuruni pahaku supaya kemaluanku bisa menggeser-geser kemaluannya yang sudah basah itu.

Setelah sekitar 25 menit itu, Gita melenguh dan mendorongku supaya bergeser ke samping, lalu berbisik,

“Kamu naik ke atas ya… aku sudah nggak tahan, ingin dimasuki kemaluanmu…. Yang lama dan dalam,… jangan cepat-cepat, …. putar pinggulmu, nah gitu….ooh… nikmatnya, terus… nikmatttt sekali…. Mauku sih yang lama,…. terus, … sekarang kemaluanmu… benamkan ke dalam kemaluanku, terus….. yang dalam… ohh, ohh, mmm… mmm…”

Mulutnya kusedot sedot terus, dan dia membalas sedotanku, jadi cuma bisa mengeluarkan suara … mmm…. mmmm…. ahh… ahhh.. Sementara dadaku menindih buah dadanya, sungguh nikmat sekali. Buah dada yang mencuat dan kencang. Tiap lelaki pasti akan menikmatinya dalam posisiku ini. Aku sendiri mendesah kencang sambil menggerakkan pinggulku, naik turun dan putar-putar.

“Gita… ooohh… jembut…. jembut kita…. beradu… nikmat sekali ya…?” Gita mendesah dalam mulutku, mmm… lalu menjawab,

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Betul… jembut ketemu jembut…. dadamu menindih buah dadaku… nikmat sekali, Ariii… akuu nggak tahan lagi… aku mau keluar lagi …. aku … keluar… crot crot…. Oohhh… nikmatnya….” Lengannya melingkari tubuhku dengan kencang.

“Rin… ooohh… jembut…. jembut kita…. beradu… nikmat sekali ya…?” Rina mendesah dalam mulutku, mmm… lalu menjawab,

“Betul… jembut ketemu jembut…. dadamu menindih buah dadaku… nikmat sekali, Ariii… aku nggak tahan lagi… akuu mau keluar lagi …. aku … keluar… crot crot…. Oohhh… nikmatnya….” Lengannya melingkari tubuhku dengan kencang.

“tubuhmu… enak sekali kurangkul… kekar, … begitu jantan… nikmat sekali.. jangan lepas dulu ya…. Teruskan, aku masih bisa lagi, … “ Aku gerakkan pinggulku naik turun terus, kurasakan batang kemaluanku disedot dan dijepit kemaluan Gita.

Kemaluannya berkedut-kedut… Untung aku pakai krim tahan lama. Siapa sih bisa tahan kemaluannya dijepit dan disedot begitu. Sekitar 12 menit, Gita kembali mengeluh panjang dalam mulutku, lalu pinggulnya mengejang keras dan… terasa lagi cairan hangat membasahi kemaluanku di dalam kemaluan Gita Dia terengah-engah, sambil mengisap mulutku dia berbisik,

“Riii, aku sudah keluar… empat kali ya?”

“Ya, baru empat kali. Masih mau empat kali lagi sampai pagi?” jawabku

“Istirahat dulu yuk, setelah bersih-bersih di kamar mandi. Kamu hebat sekali, ya, belum keluar juga air manimu. Nanti aku mau mengisapnya ya, sisa-sisa air manimu, dalam mulutku, kalau sudah keluar dalam kemaluanku….”

Dia menuntunku jalan ke kamar mandi sambil menempelkan buah dadanya di sampingku… Perasaanku sudah tidak karuan, lelaki menghadapi perempuan yang nafsunya besar dan tidak dapat dibendung lagi. Di kamar mandi, Rina mendekatkan wajahnya ke wajahku sambil menjilati pipi dan leherku.

“Surya kamu jantan tulen… aku ingin terus dipeluk dan diapakan saja sampai pagi… “ Lalu menyabuni kemaluannya dan mengusap kemaluanku, dan menyirami lalu mengelap dengan handuk.

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Mau kuisap… kemaluanmu?” Aku menolak, takut ngecrot di kamar mandi, lalu kepeluk dia menuju ranjang lagi.

Kembali dia telungkup di atas tuuhku, lalu berbisik,

“Mau main 69?” Aku mau, lalu dia menggeserkan tubuhnya, berbalik arah.

Buah dadanya menggeser di dada dan perutku. Mulutku sekarang persis berhadapan dengan jembut dan kemaluannya, yang segera kujilat. Begitu juga dia, mulutnya menelusuri biji kemaluanku, lalu batangnya, dan menjilati kepalanya sebelum mengulum dengan penuh gairah. Dia mendesah ketika merasakan jembutnya kuciumi dan bibir kemaluan yang berwarna merah itu kujilati dengan sama gairahnya.

Posisi ini berlangsung selama sekitar 10 menit, ketika aku merasakan puncak kenikmatanku nyaris sampai, lalu kuminta dia balik arah lagi. Kembali mulutku mengisap mulutnya, berbau jembut dan terasa agak asin. Dengan gairah penuh dia mengisap mulutku, menjulurkan lidahnya masuk keluar untuk beradu dengan lidahku.

Buah dadanya bergerak kiri kanan di dadaku, nikmat sekali rasanya. Aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan main dengan boneka seks lagi. Kalah nikmat dibandingkan tubuh Gita Lenganku melingkari punggung Gita, bokongnya kucengkeram dan kuelus. Gita mengerang,

“Aku nafsu lagi, Surr kamu begitu pinter… membangkitkan berahiku…”

Dia mendorongku ke samping lalu menarik tubuhku sampai menindih tubuhnya. Kembali kutindih buah dadanya, begitu nikmat. Mulutku mengisap mulutnya, dan kemaluanku masuk ke dalam kemaluannya, jembutku bergesekan dengan jembutnya. Pinggulku naik turun, perlahan lalu tambah kencang.

Selang lima menit, Rina sudah kelojotan, mengerang dalam mulutku, lengannya mencengkeram punggungku, pinggulnya bergerak cepat naik turun dan kesamping, dan… Rina menjerit tertahan dalam mulutku. Kemaluannya kembali memuntahkan cairan hangat, kurasakan kemaluanku disiram cairan hangat. Dia sampai puncaknya lagi.

Dalam kondisi seperti itu, dia tetap memeluk aku.

“Surya terus yuk… aku masih bisa keluar lagi. Jangan lepas kemaluanmu, teruskan… 10 menit lagi aku crot… kamu juga kan? Aku merasakan kemaluanmu sudah kedut-kedut. Ayo sama-sama keluar, biar puas bareng…mau?” Aku mendesah sambil terus bergerak pelan, pinggulku naik turun.

CERITA MESUM NGEWE DENGAN ASISTEN DOKTER

“Kamu ini, Gitaa manis sekali… wajahmu bikin aku nafsu, buah dadamu bikin aku nggak tahan…. Gita rasanya aku mau keluar nih, mana tahan sih, merasakan nikmatnya semua ini?”

Gita senyum mendengar kata-kataku, lalu memandangku.

“Aduhai,… kamu pemuda ganteng… jantan, … pandai membangkitkan nafsu perempuan … ayo terus… aku mau nih…. ooh… nikmatnya…” Tubuh Gita menggelinjang dibawah tubuhku, mulutnya menyedot mulutku, menyedot terus… buah dadanya bergoyang ditindih dadaku.

Aku sudah tidak tahan lagi. Tadi lupa mengolesi krim tahan lama sekembali dari kamar mandi. Tubuhku bergerak naik turun dengan cepat, mengeluarkan bunyi kresek-kresek dan kecupak-kecupak ketika mulutku mengisap mulutnya dan jembutku beradu dengan jembutnya.

“Gita… buah dadamu… bikin akau tidak tahannn… aku mau keluar nih…”

Gita mendesah, “Ayo, terus…. Aku juga mau keluar lagi… oohhh… mmm… ouww…. nikmat sekaliii…. “

Aku sampai puncaknya. “Rinaaa…. Aku keluar…. Aku keluar… oohhh… nikmatnya buah dadamu, jembutmu, kemaluanmu… oouww….

Gita mendesah, “Ayo, terus…. Aku juga mau keluar lagi… oohhh… mmm… ouww…. nikmat sekaliii…. “

Aku sampai puncaknya. “Rinaaa…. Aku keluar…. Aku keluar… oohhh… nikmatnya buah dadamu, jembutmu, kemaluanmu… oouww…. “

Maka crot-crot-crotlah air maniku dalam kemaluannya. Aku ingat pesannya supaya disisakan air mani untuk masuk mulutnya. Kuarahkan kemaluanku ke mulutnya dan…. crot-crot lagi dua tetes air mani dalam mulut Gita.

Beberapa menit aku tergolek di atas tubuh Rina, mengatur napas. Gita juga begitu. Gita puas empat kai rasanya, dan aku satu kali. Dia berkata sambil senyum manis,

“Surya, kita sama-sama keluar ya? Sama-sama puas? Besok malam mau lagi? sampai malam… Aku ini perempuan penuh nafsu, ya? Aku sayang kamu, bakal jadi cinta.” Lalu berdua aku ke kamar mandi, membersihkan tubuh, lalu tidur sampai subuh.

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *