CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

CERITAXEX – Aku akan menceritakan satu cerita saat aku masih berumur 16 tahun, Aku anak yang aktif dalam berbagai kegiatan disekolah maupun diluar kampus termasuk di dalamnya kegiatan Pramuka sejak kecil aku suka.

Nah karena kegiatan pramuka inilah awal cerita ini yang masih kuingat. Untuk kegantengan tidak terlalu gantenglah, tapi terbukti dengan adanya beberapa cewek yang suka padaku. Hingga suatu saat aku mendapat surat berisi permintaan bantuan untuk ikut menjadi salah satu pembina disekolah dekat rumahku. Murid-murid disekolah itu akan melaksanakan perkemahan sabtu dan minggu. Merasa mendapat kepercayaan dan hitung-hitung untuk tambahan uang saku dengan senang hati aku terima tawaran itu.

Kami berangkat ke sana hari sabtu pagi saat aku sampai di sana jam 10 siang. kami mendirikan sebuah tenda dan mempersiapkan semua persiapan untuk kegiatan ini. dan ternyata anak-anak disekolah itu suka padaku karena mungkin dimata mereka aku lucu. Karena aku akfit diberbagai organisasi sehingga aku bisa mengatur suasana. Permasalahan yang ada adalah air. Tempat kami berkemah agak jauh dari rumah penduduk. Air yang kami dapatkan berasal dari sungai yang mengalir didekat tempat kami berkemah.

Hari semakin sore aku sedang bersantai ditenda pembina sambil mengawasi anak-anak. Dari kejauhan kulihat mobil yang berhenti dan turun seorang wanita. Setelah ku perhatikan ku perkirakan umur nya sudah sekitar kepala 4. Tubuhnya tetap terawat tidak seperti wanita pada umumnya pada usianya.

Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami termasuk diriku cepat berjalan mendekatinya untuk menyalaminya.

Aku menyalaminya sambil basa basi bertanya, ” Kok sendirian Bu?”

“Iya nih Ron suami Ibu sedang ada acara disemarang”

“Kamu Ron tidak dijemput Ibu Erta”

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Kami berjalan menuju tenda para pembina. Setelah sampai ditenda Bu Erta terlihat sedang berbicara serius sambil duduk diatas tikar dengan pak Farel. Terlihat hal penting yang dibicarakan mengenai acara itu. Aku menjadi agak tidak enak untuk berada didekat mereka. Setelah meminta ijin aku berjalan menjauh dari mereka.

Dalam benakku terlintas bahwa Bu erta memang masih menarik walau terlihat sedikit keriput di leher namun itu malah membuat bu Erta terlihat lebih cantik. Rambut lurusnya sebahu berwarna hitam sedikit beruban. Pikiranku terus membayangkan bentuk tubuhnya yang ramping padat berisi, bongkahan bokongnya yang terlihat jelas dibalik roknya dan begitu juga buah dadanya yang indah,

Gila aku membayangkan orang yang dahulu pernah menjadi guruku. Ini tidak benar, tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa bu Erta memang masih sintal.

Pada mala harinya diadakan acara api unggun yang dilanjutkan dengan acara malam. Kebetulan disuruh untuk menjaga semua tenda. Kebetulan sekali karna aku merasa capek karna sehari sebelumnya ada kegiatan disekolah.

Yang lebih kebetulan Bu erta dan 2 gurun wanita lain nggak ikut acara malam ini. Setelah mengecek semua tenda aku berjalan mendekat kearah bu Erta yang sedang duduk sendiri didepan tenda pembina,

“Belum ngantuk Bu?” tanyaku memulai percakapan.

“Belum ron.. masa ibu enak-enakan tidur kan tadi sudah terlambat datang”

“Yah nggak apa-apa Bu,”

“Gimana sekolahmu?”

“Lancar Bu, eh ibu udah lama banget yah disekolah itu, kapan pensiunnya Bu?”

“Tinggal 3 tahun lagi Ron”

Pasti wanita ini umurnya lebih dari 50 tahun, tapi kok masih menggairahkan. Mataku sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya.

Kami mengobrol agak lama sampai Bu erta minta diantar kesungai karena ingin buang air kecil. Dengan cepat aku mengantarnya sampai pinggir sungai,

“Aku tunggu disini yah Bu, hati-hati bu ini senternya jalannya agak licin”

“Iya ron, jangan ngintip yah” katanya sambil bercanda.

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Saat berjalan Bu erta terpeleset otomatis tanganku menggapai tangannya dan tanpa disadari tanganku yang satunya jatuh berada gunung indahnya,

“Maaf Bu, Rony gak sengaja” kataku

“Eh nggak apa-apa” jawabnya salah tingkah.

Sambil berjalan meniti jalan setapak akhirnya dia mencari tempat yang agak tersembunyi. Namun karena sinar rembulan tampak samar-samar gerakan tubuhnya dalam melaksanakan kegiatannya. Tampak dia memelorotkan celana panjangnya kemudian CDnya lalu berjongkok.

Aku bertanya dalam hati mimpi apa aku semalam sehingga aku memperoleh keuntungan dobel pertama memegang buah dada indah yang kedua bisa melihat bokong dan paha walaupun samar.

Tak terasa celanaku semakin sempit karena senjata kesayanganku menggeliat. Tanganku merabanya dan membuat remasan-remasan kecil. Tak puas dengan itu aku mengeluarkan batang penisku sehingga dapat berdiri bebas mengacung. Aku yakin Bu Erta bakalan tidak akan melihat polahku.

Sepertinya Bu Erta sudah selesai buang air kecil ketika akan naik ke atas aku ulurkan tanganku dan menariknya.

Aku minta Bu Erta berjalan didepan dengan alasan aku mengawal kalau ada apa-apa. Namun bukan karena itu aku bisa membuat bebas kelaminku terjulur keluar dan mengacung. Sensasi ini aku nikmati sampai ke tenda pembina. Kami lanjutkan ngobrol sampai akhirnya acara jurit malam selesai.

Malam sudah larut bahkan menjelang di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah dengan pembina dan guru wanita. Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih mengganggu pikiranku.

Mata ini rasanya sulit terpejam. Kemaluanku rasanya juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku adalah mantan guruku yang tak mungkin aku akan melampiaskan kepada beliau. Akhirnya anganku kubawa tidur.

Sampai pada pagi harinya aku terbangun oleh suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi. Aku cepat-cepat bangun dan cuci muka kemudian membantu pembina lainnya. Setelah acara pagi selesai aku beres-beres pekerjaan yang lain yang masih harus aku kerjakan. Sementara anak-anak pun juga sibuk mandi di sungai.

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Pembina dan guru antri mandi di rumah penduduk yang agak berjauhan. Tampak Bu Erta juga belum mandi karena beliau juga sibuk mengawasi anak-anak. Sekitar jam 09.00 pagi semua tugas sudah selesai maka aku bergegas mengambil peralatan mandiku. Namun terdengar dari kejauhan suara yang memanggilku.

“Rony kamu mau mandi ya ?”

Setelah aku melihat kearah suara itu berasal dari Bu Erta. Langsung aja ku jawab singkat,

“Iya Bu Erta”

“Kalau begitu sama-sama dong Ibu ikut, Ibu belum mandi juga”

“Iya Bu” Jawabku kaget.

Karena kamar mandi yang ada disekitar rumah penduduk terlihat sudah penuh maka aku menawarkan pada Bu Erta untuk mandi disebuah sumur yang ada ditengah kebun penduduk.

“Sebaiknya kita mandi disana aja Bu, tempatnya juga tertutup kok”

Aku berharap dia mau karena ada kesempatan untuk berdua,

“Oh yaudah yok, lagian disini sudah penuh”

Kami berjalan bersama menuju ketempat yang sudah kubilang. Sementara yang lainnya sedang menyiapkan persiapan untuk kegiatan pagi itu.

Sampailah aku apda tempat yang kami tuju. Setelah aku meletakkan peralatan mandiku untuk memulai menimba air untuk keperluan kami. Setelah bak berisi penuh lalu aku mempersilahkan Ibu Erta untuk mandi duluan. Tempat mandinya itu terbuat dari anyaman bambu dan ada beberapa lobang yang terlihat,

“Silahkan Bu Erta mandi duluan”

“Oke jangan ngintip yahh” katanya sambil tersenyum.

“Nggak kok Bu, Kalo kepepet gapapa ya Bu” kataku bercanda

“Nakal kamu”

Aku mengamati dari kejauhan dan melihat satu persatu pakaiannya dilepas dan digantungkan diatas anyaman bambu itu. Terakhir ku lihat bra dan CD nya berwarna biru dan coklat muda tersampir.

Hatiku semkain nggak karuan aku membayangkan pasti tubuh molek wanita yang pantas menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku denganr suara air yang mengguyur tubuhnya. Aku mencari akal agar aku bisa menikmati keindahan tubuhnya,

Akhirnya aku mendekat dan berkata,

“Bu airnya kurang nggak?”

“Loh kamu kok disitu, Kurang sedikit Ron”

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Dengan kesempatan itu aku menimba untuknya lagi dan aku tuangkan ke saluran mengalirkan kedalam bak yang ada didalamnya. Bu Erta masih melanjutkan mandinya maka aku putuskan untuk mandi diluar saja sambil berharap Bu Eerta nanti selesai mandi dapat melihatku.

“Eh Ron kamu mandi yah diluar?”

“Iyah bu biar cepat nanti”

Sambil melihat sekeliling aku rasa aman lalu kulepaskan semua pakaianku yang hanya tinggal memakai celana dalamju. Sambil mengguyur badanku lansung sedikit mencari celah-celah agar aku dapat melihat keindahan tubuhnya. Bener yang kuduga aku belum selesai mandi dari dalam bilik sudah terdengar suaranya.

“Ron sudah selesai mandi belum?”

“Sudah Bu”

“Ih.. katanya sudah selesai”

Raut mukanya terlihat merah. Dia terlihat malu setelah melihatku yang hanya memakai celana dalam. Aku bisa melihat dari ujung matanya dia melihat pada selangkanganku yang disitu terlihat tercetak jelas penisku yang sudah tegang dari tadi

“Sana mandi didalam kamu”

“iya Bu”

Perasaanku puas dapat memperlihatkan kejantananku pada wanita paruh baya ini. Tapi hasratku untuk bertindak lebih jauh semakin berkecamuk. Kebetulan sekali jam tangan Bu Anita tertinggal di dalam bilik bambu ini.

“Bu Erta jam tangan Ibu tertinggal nih.” Aku berkata kepadanya dari dalam bilik.

Aku menanti Bu Erta masuk ke dalam bilik dan penis celana dalamku semakin tidak bisa memuat penisku yang semakin membesar.

“Tolong ambikan Ron masak aku harus masuk kan kamu sudah telanjang to” Bu Ertaberkata dari luar bilik.

“Ah Bu Erta nggak mau saya nggak masuk ndak saya ambilkan” Aku semakin berani menggodanya.

“Ih kamu nakal yah”

“Pakai handuk dulu baru Ibu masuk”

Semakin terbuka kesempatan mencari kepuasan hasratku yang semakin menggebu-gebu ini. Aku lepas celana dalam ku hingga aku menjadi telanjang bulat tanpa sehelai benang menanti Bu Erta masuk kedalam bilik.

Bu Erta masuk kedalam bilik dan langsung setengah menjerit dia berkata, “Don.. kamu.. nga.. nga.. pain”

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Pandangannya terbelalak melihat aku telanjang apalagi melihat penisku mengacung bebas.

“Itu Bu jamnya ambil sendiri ya” Aku mencoba santai.

Aku lihat mukanya yang merah padam namun matanya tadi melirik ke arah batang zakarku yang sudah tegang. Dia melangkah menuju kearah jam tangannya yang tertinggal. Pikiran mesumku semakin menjadi-jadi maka dengan cepat aku tutup pintu bilik.

Melihat perilaku aku Bu Erta kaget sambil berkata,

“Ron apa-apaan ini?

“Maaf Bu .. ta.. pi.. Ibu sangat menarik bagi saya” aku semakin berani tanpa memikirkan akibatnya.

“Kamu.. sudah gila ya..” Dia berkata.

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia kembali menyahut.

“Aku sudah menduga kamu dari kejadian tadi malam, tapi kamu harus tahu bahwa Ibu sudah bersuami dan lagi Ibu kan sudah tua” Dia mencoba menyadarkan aku.

“Tapi wajah dan tubuh Ibu tidak mencerminkan usia Ibu” Aku beralasan.

“Apa sudah kau pikirkan benar-benar” Dia menyahut.

“Su.. dah Ibu” aku berkata tanpa pikir panjang.

“Da.. sar.. kamu” Dia berkata lagi.

Aku mendekat dan mencoba mencium bibirnya. Diluar dugaanku dia tidak menghindar atau meronta namun sebaliknya dia menyambut ciuman hangatku dan membalasnya. Ciuman kami semakin dalam lidah kami saling bertautan tanganku bergerilya menjamah buah dadanya yang sekal dan meremas-remas bokongnya.

Tiba-tiba dia berusaha melepaskan melepaskan pelukan sambil berkata, “Sabar Ron.. jangan terlalu bernapsu”

Dia mendorongku aku terduduk di pinggiran bak semen. Dia masih berdiri sambil tangannya melepaskan satu persatu kancing bajunya. Perlahan dan pasti aku melihat dua bukit kembar yang masih tampah sekal.

Kini tinggal beliau hanya mengenakan kutang dan rok aku bangkit namun dia berkata, “Duduk dulu”.

Aku kembali duduk sambil melihat dia melepaskan roknya. Setelah roknya terlepas dia melepaskan kutang dan mencopot celana dalamnya. Dan kini terpampang didepanku tubuh sintal yang aku angan-angankan.

Aku bangkit lagi namun dia kembali berkata,

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

“Ron.. aku suka dengan caramu menjeratku tapi ini harus menjadi rahasia kita saja”.

Dia berkata sambil meletakkan salah satu kakinya diatas bibir bak semen itu. Dadaku semakin berdegub kencang melihat pemandangan indah ini. Selangkangannya ditumbuhi rambut keriting yang hitam indah sekali.

“Tentu Bu ..” Aku menyahut.

Aku elus kakinya yang putih aku dekatkan wajahku dan mulai menciumi betisnya sambil menjilatinya merambat naik ke atas. Lidahku menari diatas pahanya dan diselingi dengan sedotan-sedotan kecil. Sampailah aku pada hutan yang rimbun itu dan lidahku mencoba menyibak mencari lobang yang paling dicari para lelaki.

Bilik bambu di tengah kebun menjadi saksi pergumulan nafsu dua anak manusia yang dipisahkan oleh status dan usia.

Aku jilati bibir vaginanya dengan penuh nafsu. Bu Erta mengerang menahan kenikmatan yang melanda dirinya. Aku tak peduli dengan keadaannya aku semakin gila mempermainkan lidahku didalam lobang vaginanya.

Tangan Bu Erta memegang erat-erat kepalaku dan menekan ke selangkangannya solah-olah mempersilahkan diriku untuk menelan barang berharga miliknya.

“Ron.. ka.. mu.. ma.. sih.. nakal.. seper.. ti.. dulu.. ah” Dia berkata sambil merintih menahan nikmat.

Tampaknya lututnya tidak bisa lagi bertahan. Beliau menarik kepalaku agar aku menghentikan aktivitasku. Aku bangkit dan mendekatkan mukaku ke buah dadanya yang disitu tertempel buah anggur yang berwarna coklat muda tegang menantang.

Aku sedoti seluruh permukaan payudaranya, aku hisap putingnya yang indah. Bu Erta tampak merem-melek menikmati permainanku ini.

Tanganku meremas-remas bokong indahnya dan jariku mencari lobang duburnya, setelah ketemu aku mempermainkan jariku membuat tusukan-tusukan kecil dan mengobok-obok alat buang air besarnya. Bu Erta mengerang-erang dan aku merasakan lobang anusnya meyempit keras seolah ingin menjepit jariku yang tertanam di dalamnya.

Tampaknya Bu Erta ingin mengambil inisiatif, dia melepaskan pelukanku.

“Ron.. ber.. baring.. lah.. pa.. kai.. handuk.. mu.. untuk alas” Dia berkata kepadaku dengan nafas tersengal.

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Bagai kerbau ditusuk hidungnya aku lakukan apa kehendaknya. Aku berbaring dengan beralaskan handukku. Bu Erta berdiri mengangkang diatasku dan perlahan jongkok tepat diatas kemaluanku yang mengacung keatas. Tangannya membimbing penisku untuk memasuki lobang kenikmatannya.

Dan setelah tepat dia menekan kebawah sehingga.. bles.. keinginanku terlaksana untuk menikmati kehangatan benda yang terdapat di selangkangan wanita paruh baya ini.

Aku merasakan dinding kemaluannya keluar cairan yang mempermudah penisku tertanam. Kepala Bu Erta terdongak keatas dan kulihat bibir bawahnya. Tangannya yang satu berpegangan pada pinggiran bak semen. Aku hanya bisa merem melek menahan kenikmatan dari cengkeraman vaginanya.

Nafas Bu Erta semakin memburu seiring dengan gerakan erotis yang dilakukannya naik turun diselingi dengan perputaran pantatnya. Aku lihat buah dadanya terguncang-guncang. Pemandangan yang indah sekali. Wanita paruh baya ini ternyata pintar bermain sex.

Aku merasakan sensansi yang luar biasa. Rambutnya yang masih basah itu menjadi acak-acakan. Aku mencoba untuk bertahan agar aku tidak kecolongan keluar terlebih dahulu.

Gerakan erotis Bu Erta semakin cepat.

“Ron.. uh.. Ibu.. ma.. u.. sam.. pai..” Dia berkata tersengal.

Aku tidak menjawabnya, gerakannya semakin tidak teratur dan akhirnya aku merasakan cengkeraman erat vaginanya, aku rasakan cairan yang mengalir memenuhi lobang vaginanya. Nafasnya tersengal dan beliau terkulai diatasku.

Aku rasakan vaginanya yang masih berdenyut. Aku usap punggung mantan guruku dan aku belai rambutnya yang terurai basah. Tubuhnya yang hangat menempel erat.

“Bagai.. mana.. Bu ..” Aku berkata.

“Ka.. mu.. hebat..” jawab Bu Erta

Mendengar jawabannya aku merasa sebagai seorang lelaki yang perkasa yang dapat membahagiakan seorang wanita. Perlahan beliau turun dari atas tubuhku, beliau tahu bahwa aku belum mencapai puncak. Dia berbaring disampingku, dia tersenyum kearahku.

Aku mendekatkan wajahku dan mencium mesra bibirnya. Setelah itu aku bangkit, aku lihat dia sudah mengangkangkan kaki tampaklah kemaluannya yang basah merekah menanti benda tumpul yang aku miliki untuk masuk kedalamnya.

CERITA MESUM DENGAN MANTAN GURUKU

Perlahan namun pasti aku arahkan benda kebanggaan para lelaki yang aku miliki. Dan.. bles.. masuklah penisku kedalam vaginanya, aku tekan dalam dalam sampai pangkal kemaluanku. Bibir Bu Anita tampak terbuka merasakan kenikmatan yang kedua kalinya, aku tarik perlahan kemudian kemudian aku gerakan naik turun pantatku.

Gerakanku semakin aku percepat sehingga menimbulkan suara-sura erotis. Aku kerahkan tenagaku untuk menyodok barang istimewa mantan guruku ini.

Oh.. nikmat sekali seakan melayang. Aku rasakan darahku mengumpul di penisku seiring dengan gerakanku yang semakin aku percepat. Buah dadanya yang sekal indah putih terguncang-guncang karena sodokanku.

Akhirnya aku tidak dapat lagi menahan dan.. creet.. aku tancapkan dalam-dalam, aku semprotkan spermaku di dalam vaginanya. Melihat aku mencapai puncak Bu Anita melipat kakinya dan menekan pantatku erat-erat. Oh.. seakan aku terbang. Nikmat sekali.. aku rasakan sensasi yang indah sekali.

Serasa tulangku terlolosi lemas sekali aku terkulai diatas tubuhnya. Dia tersenyum manja kearahku.Aku cium mesra bibirnya. Kami berbaring berdampingan.

“Bu Erta Ibu masih hebat.. kapan.. kita.. lakukan lagi” Aku berkata kepadanya.

“Ih..”, Dia mencubit hidungku.

“Nakal.. kamu..”

Kami lantas berpakaian kembali karena kami takut nanti perbuatan kami diketahui oleh yang lain. Kami berjalan menuju kembali ke perkemahan kami.

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *