CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

CERITAXEX – Namaku Anton mahasiswa di sebuah universitas terkenal di Surakarta. Di kampungku sebuah desa di pinggiran kota Sragen ada seorang gadis, Vera namanya. Vera merupakan gadis yang cantik, berkulit kuning dengan body yang padat didukung postur tubuh yang tinggi membuat semua kaum Adam menelan ludah dibuatnya. Begitu juga dengan aku yang secara diam-diam menaruh hati padanya walaupun umurku 5 tahun dibawahnya, tapi rasa ingin memiliki dan nafsuku lebih besar dari pada mengingat selisih umur kami.

Kebetulan rumah Vera tepat berada di samping rumahku dan rumah itu kiranya tidak mempunyai kamar mandi di dalamnya, melainkan bilik kecil yang ada di luar rumah. Kamar Mbak Ana berada di samping kanan rumahku, dengan sebuah jendela kaca gelap ukuran sedang. Kebiasaan Vera jika tidur lampu dalam rumahnya tetap menyala, itu kuketahui karena kebiasaan burukku yang suka mengintip orang tidur, aku sangat terangsang jika melihat Vera sedang tidur dan akhirnya aku melakukan onani di depan jendela kamar Vera.

Ketika itu aku pulang dari kuliah lewat belakang rumah karena sebelumnya aku membeli rokok di warung yang berada di belakang rumahku. Saat aku melewati kamar Vera , aku melihat sosok tubuh yang sangat kukenal yang hanya terbungkus handuk putih bersih, tak lain adalah Vera , dan aku menyapanya,

“Mau mandi ver,” sambil menahan perasaan yang tak menentu.

“Iya Ndik, mau ikutan..” jawabnya dengan senyum lebar,

aku hanya tertawa menanggapi candanya. Terbersit niat jahat di hatiku, perasaanku menerawang jauh membanyangkan tubuh vera bila tidak tertutup sehelai benangpun.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Niat itupun kulakukan walau dengan tubuh gemetar dan detak jantung yang memburu, kebetulan waktu itu keadaan sunyi dengan keremangan sore membuatku lebih leluasa. Kemudian aku mempelajari situasi di sekitar bilik tempat Vera mandi, setelah memperkirakan keadaan aman aku mulai beroperasi dan mengendap-endap mendekati bilik itu. Dengan detak jantung yang memburu aku mencari tempat yang strategis untuk mengintip Vera mandi dan dengan mudah aku menemukan sebuah lubang yang cukup besar seukuran dua jari

Dari lubang itu aku cukup leluasa menikmati kemolekan dan keindahan tubuh Vera dan seketika itu juga detak jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, tubuhku gemetar hingga kakiku terasa tidak dapat menahan berat badanku. Kulihat tubuh yang begitu sintal dan padat dengan kulit yang bersih mulus begitu merangsang setiap nafsu lelaki yang melihatnya, apalagi sepasang payudara dengan ukuran yang begitu menggairahkan, kuning langsat dengan puting yang coklat tegak menantang setiap lelaki.

Kemudian kupelototi tubuhnya dari atas ke bawah tanpa terlewat semilipun. Tepat di antara kedua kaki yang jenjang itu ada segumpal rambut yang lebat dan hitam, begitu indah dan saat itu tanpa sadar aku mulai menurunkan reisletingku dan memegangi kemaluanku, aku mulai membayangkan seandainya aku dapat menyetubuhi tubuh Vera yang begitu merangsang birahiku. Terasa darahku mengalir dengan cepat dan dengusan nafasku semakin memburu tatkala aku merasakan kemaluanku begitu keras dan berdenyut-denyut.

Aku mempercepat gerakan tanganku mengocok kemaluanku, tanpa sadar aku mendesah hingga mengusik keasyikan Vera mandi dan aku begitu terkejut juga takut ketika melihat Vera melihat lubang tempatku mengintipnya mandi sambil berkata,

“Ton ngintip yaa..” Seketika itu juga nafsuku hilang entah kemana berganti dengan rasa takut dan malu yang luar biasa.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Kemudian aku istirahat dan mengisap rokok yang kubeli sebelum pulang ke rumah, kemudian kulanjutkan kegiatanku yang terhenti sesaat.

Setelah aku mulai beraksi lagi, aku terkejut untuk kedua kalinya, seakan-akan Vera tahu akan kehadiranku lagi. Ia sengaja memamerkan keindahan tubuhnya dengan meliuk-liukkan tubuhnya dan meremas-remas payudaranya yang begitu indah dan ia mendesah-desah kenikmatan.

Disaat itu juga aku mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya kuat-kuat. Melihat permainan yang di perlihatkan Vera, aku sangat terangsang ingin rasanya aku menerobos masuk bilik itu tapi ada rasa takut dan malu. Terpaksa aku hanya bisa melihat dari lubang tempatku mengintip.

Kemudian Vera mulai meraba-raba seluruh tubuhnya dengan tangannya yang halus disertai goyangan-goyangan pinggul, tangan kanannya berhenti tepat di liang kewanitaannya dan mulai mengusap-usap bibir kemaluannya sendiri sambil tangannya yang lain di masukkan ke bibirnya. Kemudian jemari tangannya mulai dipermainkan di atas kemaluannya yang begitu menantang dengan posisi salah satu kaki diangkat di atas bak mandi, pose yang sangat merangsang kelelakianku..

Aku merasa ada sesuatu yang mendesak keluar di kemaluanku dan akhirnya sambil mendesah lirih,

“Aahhkkhh..” aku mengalami puncak kepuasan dengan melakukan onani sambil melihat Vera masturbasi.

Beberapa saat kemudian aku juga mendengar Mbak Ana mendesah lirih,

“Oohh.. aahh..” dia juga mencapai puncak kenikmatannya dan akhirnya aku meninggalkan tempat itu dengan perasaan puas.

Di suatu sore aku berpapasan dengan Vera.

“Sini Nton,” ajaknya untuk mendekat, aku hanya mengikuti kemauannya, terbersit perasaan aneh dalam benakku.

“Mau kemana sore-sore gini,” tanyanya kemudian.

“Mau keluar Ver,beli rokok..” jawabku sekenanya.

“Di sini aja temani Vera ngobrol, aku kesepian nih..” ajak Vera

Dengan perlahan aku mengambil tempat persis di depan Vera , dengan niat agar aku leluasa memandangi paha mulus milik Vera yang kebetulan cuma memakai rok mini diatas lutut.

“Emangnya pada kemana, Ver”aku mulai menyelidik.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

“Bapak sama Ibu pergi ke rumah nenek,” jawabnya sambil tersenyum curiga.

“Emang ada acara apa Vera,” tanyaku lagi sambil melirik paha yang halus mulus itu ketika rok mini itu semakin tertarik ke atas.

Sambil tersenyum manis ia menjawab,

“Nenek sedang sakit Ndik, yaa.. jadi aku harus nunggu rumah sendiri.”

Aku hanya manggut-manggut.

“Eh.. Nton ke dalam yuk, di luar banyak angin,” katanya.

“Aku punya CD bagus lho,” katanya lagi.

Tanpa menunggu persetujuanku ia langsung masuk ke dalam, menuju TV yang di atasnya ada VCD player dan aku hanya mengikutinya dari belakang, basa-basi aku bertanya,

“Filmnya apa Ver..”

Sambil menyalakan VCD, Vera menjawab, “Titanic Ndik, udah pernah nonton.”

Aku berbohong menjawab, “Belum Ver, filmnya bagus ya..”

Vera hanya mengangguk mengiyakan pertanyaanku.

Setelah film terputar, tanpa sadar aku tertidur hingga larut malam dan entah mengapa Mbak Ana juga tidak membangunkanku. Aku melihat arloji yang tergantung di dinding tembok di atas TV menandakan tepat jam 10 malam. Aku menebarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang nampak sepi dan tak kutemui Vera.Pikiranku mulai dirasuki pikiran-pikiran yang buruk dan pikirku sekalian tidur disini aja.

Memang aku sering tidur di rumah teman dan orang tuaku sudah hafal dengan kebiasaanku, akupun tidak mencemaskan jika orang tuaku mencariku. Waktu berlalu, mataku pun tidak bisa terpejam karena pikiran dan perasaanku mulai kacau, pikiran-pikiran sesat telah mendominasi sebagian akal sehatku dan terbersit niat untuk masuk ke kamar Vera

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Aku terkejut dan nafasku memburu, jantungku berdetak kencang ketika melihat pintu kamar Vera terbuka lebar dan di atas tempat tidur tergolek sosok tubuh yang indah dengan posisi terlentang dengan kaki ditekuk ke atas setengah lutut hingga kelihatan sepasang paha yang gempal dan di tengah selakangan itu terlihat dengan jelas CD yang berwarna putih berkembang terlihat ada gundukan yang seakan-akan penuh dengan isi hingga mau keluar.

Nafsu dan darah lelakiku tidak tertahan lagi, kuberanikan mendekati tubuh yang hanya dibungkus dengan kain tipis dan dengan perlahan kusentuh paha yang putih itu, kuusap dari bawah sampai ke atas dan aku terkejut ketika ada gerakan pada tubuh Veradan aku bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Sesaat kemudian aku kembali keluar melihat keadaan dan posisi tidur Mbak Ana yang menambah darah lelakiku berdesir hebat, dengan posisi kaki mengangkang terbuka lebar seakan-akan menantang supaya segera dimasuki kemaluan laki-laki.

Aku semakin berani dan mulai naik ke atas tempat tidur, tanpa pikir panjang aku mulai menjilati kedua kaki Vera dari bawah sampai ke belahan paha tanpa terlewat semilipun. Seketika itu juga ia menggelinjang kenikmatan dan aku sudah tidak mempedulikan rasa takut dan malu terhadap Vera.

Sampai di selangkangan, aku merasa kepalaku dibelai kedua tangan yang halus dan akupun tidak menghiraukan kedua tangan itu. Lama-kelamaan tangan itu semakin kuat menekan kepalaku lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Vera yang masih terbukus CD putih itu. Dia menggoyang-goyangkan pantatnya, tanpa pikir panjang aku menjilati bibir kemaluannya hingga CD yang semula kering menjadi basah terkena cairan yang keluar dari dalam liang kewanitaan Mbak Ana dan bercampur dengan air liurku.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Aku mulai menyibak penutup liang kewanitaan dan menjilati bibir kemaluan Vera yang memerah dan mulai berlendir hingga Vera terbangun dan tersentak. Secara refleks dia menampar wajahku dua kali dan mendorong tubuhku kuat-kuat hingga aku tersungkur ke belakang dan setelah sadar ia berteriak tidak terlalu keras,

“Nton kamu ngapaiin..” dengan gemetar dan perasaan yang bercampur aduk antara malu dan takut,

“Maafkan aku Ver,aku lepas kontrol,” dengan terbata-bata dan aku meninggalkan kamar itu.

Dengan perasaan berat aku menghempaskan pantatku ke sofa biru yang lusuh. Sesaat kemudian Mbak Ana menghampiriku, dengan tergagap aku mengulangi permintaan maafku,

“Ma..ma..afkan.. aku Ver..” Vera cuma diam entah apa yang dipikirkan dan dia duduk tepat di sampingku. Beberapa saat keheningan menyelimuti kami berdua dan kamipun disibukkan dengan pikiran kami masing-masing sampai tertidur.

Pagi itu aku bangun, Vera sudah tidak ada lagi di sisiku dan sesaat kemudian hidungku mencium aroma yang memaksa perutku mengeluarkan gemuruh yang hebat. Vera memang ahli dibidang masak. Tiba-tiba aku mendengar bisikan yang merdu memanggil namaku,

“Nton ayo makan dulu, aku udah siapin sarapan nih,” dengan nada lembut yang seolah-olah tadi malam tidak ada kejadian apa-apa.

“Iya Ver,aku cuci muka dulu,” aku menjawab dengan malas.

Sesaat kemudian kami telah melahap hidangan buatan Vera yang ada di atas meja, begitu lezatnya masakan itu hingga tidak ada yang tersisa, semua kuhabiskan. Setelah itu seperti biasa, aku menyalakan rokok

“Nton maafkan aku tadi malam ya,”

“Harusnya aku tidak berlaku kasar padamu ton,” tambahnya.

Aku jadi bingung dan menduga-duga apa maksud Vera,kemudian aku pun menjawab,

“Seharusnya aku yang meminta maaf pada Ver,aku yang salah,” kataku dengan menundukkan kepala.

“Tidak Nton,aku yang salah, aku terlalu kasar kepadamu,” bisik Vera.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Akupun mulai bisa menangkap kemana arah perkataan Vera

“Kok bisa gitu Vera,kan aku yang salah,” tanyaku memancing.

“Nggak Nton.. aku yang salah,” katanya dengan tenang,

“Karena aku teledor, tapi nggak pa-pa kok nton”

Aku terkejut mendengar jawaban itu.

“nton aku nanya boleh nggak,” bisik vera mesra.

Dengan senyum mengembang aku menjawab, “Kenapa emangnya ver?”

Dengan ragu-ragu vera melanjutkan kata-katanya,

“Kamu udah punya pacar nton..” suara itu pelan sekali lebih mirip dengan bisikan.

“Dulu sih udah ver tapi sekarang udah bubaran.” Kulihat ada perubahan di wajah vera.

“Kenapa nton?”

dan akupun mulai bercerita tentang hubunganku dengan Maria teman SMP-ku dulu yang lari dengan laki-laki lain beberapa bulan yang lalu, Vera pun mendengarkan dengan sesekali memotong ceritaku.

“Kalo Vera udah punya cowok belum,” tanyaku dengan berharap.

“Belum tuh nton,lagian siapa yang mau sama perawan tua seperti aku ini,” jawabnya dengan raut wajah yang diselimuti mendung.

“Kamu nggak cari pacar lagi nton?”sambung vera

Dengan mendengus pelan aku menjawab, “Aku takut kejadian itu terulang, takut kehilangan lagi.”

Dengan senyum yang manis dia mendekatiku dan membelai rambutku dengan mesra,

“Kasian kamu nton”

lalu Mbak Ana mencium keningku dengan lembut, aku merasa ada sepasang benda yang lembut dan hangat menempel di punggungku. Sesaat kemudian perasaanku melayang entah kemana, ada getaran asing yang belum pernah kurasakan selama ini.

“Nton boleh aku jadi pengganti Maria,” bisik vera mesra.

Aku bingung, perasaanku berkecamuk antara senang dan takut, “Anton takut Mbak,” jawabku lirih.

“Mbak nggak akan meninggalkanmu nton, percayalah,” dengan kecupan yang lembut.

“Bener Ver? Vera berani sumpah tidak akan meninggalkan Anton,” bisikku spontan karena gembira.

Vera mengangguk dengan senyumnya yang manis, kamipun berpelukan erat seakan-akan tidak akan terpisahkan lagi.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Setelah itu kami nonton Film yang banyak adegan romantis yang secara tidak sadar membuat kami berpelukan, yang membuat kemaluanku berdiri. Entah disengaja atau tidak, kemudian Vera mulai merebahkan kepalanya di pangkuanku dan aku berusaha menahan nafsuku sekuat mungkin tapi mungkin Vera mulai menyadarinya.

“nton kok kamu gerak terus sih capek ya.”

Dengan tersipu malu aku menjawab, “Eh.. nggak Mbak, malah Anton suka kok.”

Vera tersenyum, “Tapi kok gerak-gerak terus nton?”

Aku mulai kebingungan, “Eh.. anu kok.”

Vera menyahut, “Apaan nton bikin penasaran aja.”

Kemudian Vera bangun dari pangkuanku dan mulai memeriksa apa yang bergerak di bawah kepalanya dan iapun tersenyum manis sambil tertawa,

“Hii.. hii.. ini to tadi yang bergerak,” tanpa canggung lagi Vera membelai benda yang sejak tadi bergerak-gerak di dalam celanaku dan aku semakin tidak bisa menahan nafsu yang bergelora di dalam dadaku.

Kuberanikan diri, tanganku membelai wajahnya yang cantik dan Vera seperti menikmati belaianku hingga matanya terpejam dan bibirnya yang sensual itu terbuka sedikit seperti menanti kecupan dari seorang laki-laki.

Tanpa pikir panjang, kusentuhkan bibirku ke bibir Vera dan aku mulai melumat habis bibir yang merah merekah dan kami saling melumat bibir. Aku begitu terkejut ketika Vera memainkan lidahnya di dalam mulutku dan sepertinya lidahku ditarik ke dalam mulutnya, kemudian tangan kiri Vera memegang tanganku dan dibimbingnya ke belahan dadanya yang membusung dan tangan yang lain sedari tadi asyik memainkan kemaluanku. Akupun mulai berani meremas-remas buah dadanya dan Vera pun menggelinjang kenikmatan,

“Te..rus.. Nton aahh..” Kemudian dengan tangan yang satunya lagi kuelus dengan lembut paha putih mulus Vera,semakin lama semakin ke atas.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Tiba-tiba aku dikejutkan tangan Vera yang semula ada di luar celana dan sekarang sudah mulai berani membuka reitsletingku dan menerobos masuk meremas-remas buah zakarku sambil berkata,
“Sayang.. punyamu besar juga ya..” Akupun mulai berani mempermainkan kemaluan Vera yang masih terbungkus CD dan ia pun semakin menggeliat seperti cacing kepanasan,

“Aaahh lepas aja Nton”

Sesaat kemudian CD yang melindungi bagian vital Vera sudah terhempas di lantai dan akupun mulai mempermainkan daging yang ada di dalam liang senggama Vera

“Aaahh enak, enak Ndik masukkan aja nton,” jariku mulai masuk lebih dalam lagi,

ternyata Vera sudah tidak perawan lagi, miliknya sudah agak longgar dan jariku begitu mudahnya masuk ke liang kewanitaannya.

Satu demi satu pakaian kami terhempas ke lantai sampai tubuh kami berdua polos tanpa selembar benangpun. Vera langsung memegang batang kemaluanku yang sudah membesar dan tegak berdiri, kemudian langsung diremas-remas dan diciumnya. Aku hanya bisa memejamkan mata merasakan kenikmatan yang diberikan Vera saat bibir yang lembut itu mengecup batang kemaluanku hingga basah oleh air liurnya yang hangat. Lalu lidah yang hangat itu menjilati hingga menimbulkan kenikmatan yang tak dapat digambarkan.

Tidak puas menjilati batang kemaluanku, Vera memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang sensual itu hingga amblas separuhnya, secara refleks kugoyangkan pantatku maju mundur dengan pelan sambil memegangi rambut Vera yang hitam dan lembut yang menambah gairah seksualku dan aroma harum yang membuatku semakin terangsang.

Setelah puas, Vera menghempaskan pantatnya di sofa. Aku pun paham dan dengan posisi kaki Vera mengangkang menginjak kedua pundakku, aku langsung mencium paha yang jenjang dari bawah sampai ke atas. Vera menggelinjang keenakan,

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

“Aaahh..” desahan kenikmatan yang membuatku tambah bernafsu dan langsung bibir kemaluannya yang merah merekah itu kujilati sampai basah oleh air liur dan cairan yang keluar dari liang kenikmatan Vera.

Mataku terbelalak saat melihat di sekitar bibir kenikmatan itu ditumbuhi bebuluan yang halus dan lebat seperti rawa yang di tengahnya ada pulau merah merekah. Tanganku mulai beraksi menyibak kelebatan bebuluan yang tumbuh di pinggir liang kewanitaan, begitu indah dan merangsangnya liang sorga Vera ketika klitoris yang memerah menjulur keluar dan langsung kujilati hingga Vera meronta-ronta kenikmatan dan tangan Vera memegangi kepalaku serta mendorong lebih ke dalam kedua pangkal pahanya sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya hingga aku kesulitan bernafas. Tanganku yang satunya meremas-remas dan memelintir puting susu yang sudah mengeras hingga menambah kenikmatan bagi Vera.

“Nton.. udah.. aahh, masukin.. ajaa.. oohh..”

aku langsung berdiri dan siap-siap memasukkan batang kemaluanku ke lubang senggama Vera. Begitu menantang posisi Vera dengan kedua kaki mengangkang hingga kemaluannya yang merah mengkilat dan klitorisnya yang menonjol membuatku lebih bernafsu untuk meniduri tubuh Vera yang seksi dan mulus itu. Perlahan namun pasti, batang kemaluanku yang basah dan tegak kumasukkan ke dalam liang kewanitaan yang telah menganga menantikan kenikmatan sorgawi.

Setelah batang kemaluanku terbenam kami secara bersamaan melenguh kenikmatan,

“Aaahh..”

dan mulai kugoyangkan perlahan pinggulku maju mundur, bagaikan terbang ke angkasa kenikmatan tiada tara kami reguk bersama. Bibir kamipun mulai saling memagut dan lidah Vera mulai bermain-main di dinding rongga mulutku, begitu nikmat dan hanggat. Liang senggama Mbak Ana yang sudah penuh dengan lendir kenikmatan itupun mulai menimbulkan suara yang dapat meningkatkan gairah seks kami berdua. Tubuh kamipun bermandikan keringat.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Tiba-tiba terdengar teriakan memanggil Vera

“Ver.. Ver..” Kami begitu terkejut, bingung dan grogi dengan bergegas kami memungut pakaian yang berserakan di lantai dan memakainya.

Tanpa sadar kami salah ambil celana dalam, aku memakai CD Mbak Ana dan Mbak Ana juga memakai CD-ku. Kemudian aku keluar dari pintu belakang dan Vera membukakan pintu untuk bapak dan ibunya.

Keesokan harinya aku baru berniat mengembalikan CD milik Vera dan mengambil CD-ku yang kemarin tertukar. Aku berjalan melewati lorong sempit diantara rumahku dan rumah Vera. Kulihat Vera sedang mencuci pakaian di dekat sumur belakang rumahku. Setelah keadaan aman, aku mendekati Vera yang asyik mencuci pakaian termasuk CD-ku yang kemarin tertukar.

Sambil menghisap rokok

“Ver nih CD-nya yang kemarin tertukar,” sambil duduk di bibir sumur, sekilas kami bertatap muka dan meledaklah tawa kami bersamaan,

“Haa.. Haa..” mengingat kejadian kemarin yang sangat menggelikan. Setelah tawa kami mereda, aku membuka percakapan,

“Sayang kapan main lagi, kan kemarin belum puas.”

Dengan senyum yang manis,

“Kamu mau lagi Nton,sekarang juga boleh..” Aku jadi terangsang sewaktu posisi Vera membungkuk dengan mengenakan daster tidur dan dijinjing hingga di atas lutut.

“Emang ibu kamu sudah berangkat ke sawah, yang?,” sambil menempelkan kemaluanku yang mulai mengeras ke pantat Vera.

“Eh..eh jangan disini Ndik, entar diliat orang kan bisa runyam.”

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Kemudian Vera mengajakku masuk ke kamar mandi, sesaat kemudian di dalam kamar mandi kami sudah berpelukan dan seperti kesetanan aku langsung menciumi dan menjilati leher Vera yang putih bersih.

“Ohh nggak sabaran baget sih nton,” sambil melenguh Vera berbisik lirih.

“Kan kemaren terganggu sayang” Setelah puas mencium leher aku mulai mencium bibir Vera yang merah merekah,

tanganku pun mulai meremas-remas kedua bukit yang mulai merekah dan tangan yang satunya lagi beroperasi di bagian kemaluan Vera yang masih terbungkus CD yang halus dan tangan Mbak Ana pun mulai menyusup di dalam celanaku, memainkan batang kemaluanku yang mulai tegak dan berdenyut.

Sesaat kemudian pakaian kami mulai tercecer di lantai kamar mandi hingga tubuh kami polos tanpa sehelai benangpun. Tubuh Vera yang begitu seksi dan menggairahkan itu mulai kujilati mulai dari bibir turun ke leher dan berhenti tepat di tengah kedua buah dada yang ranum dengan ukuran yang cukup besar.

Kemudian sambil meremas-remas belahan dada yang kiri puting susu yang kecoklatan itu kujilati hingga tegak dan keras.

“Uhh.. ahh.. terus Ndik,” Vera melenguh kenikmatan ketika puting susu yang mengeras itu kugigit dan kupelintir menggunakan gigi depanku.

“Aaahh.. enak Sayang..” Vera mengocok dan meremas batang kemaluanku hingga berdenyut hebat.

Kemudian aku duduk di bibir bak mandi dan Vera mulai memainkan batang kemaluanku dengan cara mengocoknya.

“Ahh.. uhh..” tangan yang halus itu kemudian meremas buah zakarku dengan lembut dan bibirnya mulai menjilati batang kemaluanku.

Terasa nikmat dan hangat ketika lidah Vera menyentuh lubang kencing dan memasukkan air liurnya ke dalamnya. Setelah puas menjilati, bibir Vera mulai mengulum hingga batang kemaluanku masuk ke dalam mulutnya.

“Aahh.. uuhhff..” lidah Vera menjilat kemaluanku di dalam mulutnya, kedua tanganku memegangi rambut yang lembut dan harum yang menambah gairah sekaligus menekan kepala Vera supaya lebih dalam lagi hingga batang kemaluanku masuk ke mulutnya.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

“Gantian dong Nton,” vERA mengiba memintaku bergantian memberi kenikmatan kepadanya. Kemudian aku memainkan kedua puting susu Mbak Ana, mulutku mulai bergerak ke bawah menuju selakangan yang banyak ditumbuhi bebuluan yang halus dan lebat.

Vera pun tanpa dikomando langsung mengangkangkan kedua kakinya hingga kemaluannya yang begitu indah merangsang setiap birahi laki-laki itu kelihatan dan klitorisnya yang kemerahan menonjol keluar, akupun menjilati klitoris yang kemerahan itu hingga berlendir dan membasahi bibir kemaluan Vera.

“Aaahh.. aahh.. terus.. enak..” Vera menggelinjang hebat dengan memegangi kepalaku, kedua tangannya menekan lebih ke dalam lagi.

Setelah liang kenikmatan Vera mulai basah dengan cairan yang mengkilat dan bercampur dengan air liur, kemudian aku memasukkan kedua jariku ke dalam liang kewanitaan Vera dan kumainkan maju mundur hingga Mbak Ana menggelinjang hebat dan tidak tahan lagi.

“Nton.. oohh.. uff cepetan masukin aja..”

Dengan posisi berdiri dan sebelah kaki dinaikkan ke atas bibir bak mandi, Vera mulai menyuruh memasukkan batang kemaluanku ke liang senggamanya yang sejak tadi menunggu hujaman kemaluanku.

Kemudian aku memegang batang kemaluanku dan mulai memasukkan ke liang kewanitaan Vera

“Aahh..” kami bersamaan merintih kenikmatan,

perlahan kuayunkan pinggulku maju mundur dan Vera mengikuti dengan memutar-mutar pinggulnya yang mengakibatkan batang kemaluanku seperti disedot dan diremas daging hidup hingga menimbulkan kenikmatan yang tiada tara. Kemudian kuciumi bibir Mbak Ana dan kuremas buah dadanya yang montok hingga Mbak Ana memejamkan matanya menahan kenikmatan.

“Ahh.. uhh..” Vera melenguh dan berbisik,

“Lebih kenceng lagi sayang.” Kemudian aku lebih mempercepat gerakan pantatku hingga menimbulkan suara becek,

“Jreb.. crak.. jreb.. jreb..” suara yang menambah gairah dalam bermain seks hingga kami bermandikan keringat.

CERIT MESUM DARI MENGINTIP HINGGA PACARAN

Setelah bosan dengan posisi seperti itu, Vera mengubah posisi dengan membungkuk, tangannya berpegangan pada bibir bak mandi kemudian aku memasukkan batang kemaluanku dari belakang. Terasa nikmat sekali ketika batang kemaluanku masuk ke liang senggama Vera. Terasa lebih sempit dan terganjal pinggul yang empuk. Kemudian tanganku memegangi leher Vera dan tangan yang lain meremas puting susunya yang bergelantungan.

“Uuuhh.. ahh enak Vera,” dan aku semakin mempercepat gerakan pantatku.

“Uuuhh.. uuhh Ndik, Vera mau keluar,” akupun merasakan dinding kemaluan Vera mulai menegang dan berdenyut begitu juga batang kemaluanku mulai berdenyut hebat.

“Uuuhhk.. aahh.. aku juga vera..” Kemudian tubuh Veramengejang dan mempercepat goyangan pinggulnya lalu sesaat kemudian dia mencapai orgasme,

“Aaahh.. uuhh..” Terasa cairan hangat membasahi batang kemaluanku dan suara decakan itupun semakin membecek

“Jreeb.. crak.. jreb..”

Aku pun tak tahan lagi merasakan segumpalan sesuatu akan keluar dari lubang kencingku.

“Aaahh.. oohh.. Vera..” Terasa tulang-tulangku lepas semua, begitu capek. Akupun tetap berada di atas tubuh sintal Mbak Ana. Kemudian kukecup leher dan mulut Vera,

“Makasih Vera, Vera memang hebat..” Vera pun cuma tersenyum manis.

Setelah kejadian itu, aku dan Vera selalu melakukan hubungan seks jika kami menginginkannya sampai sekarang dan kebetulan tepat tanggal 12 Agustus 2000 Vera terlambat bulan, tapi untungnya pada tanggal 4 Nopember 2000 Vera mengalami keguguran padahal kami telah sepakat akan membuka rahasia kami pada kedua orang tua tapi niat itu kami batalkan ketika terjadi keguguran itu dan kami masih selalu melakukan hubungan seks itu sampai sekarang. Rahasia ini hanya kami berdua yang tahu sampai kukirim kisah ini ke www.ceritaxex.com

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *