CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

CERITA DEWASA -Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya Hari minggu. Secerah wajah tante Wulan yang tengah bercengkrama dengan bunga-bunga di halaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.

Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngopi sambil menghirup udara pagi yang segar. tetapi mataku melihat tante Wulan tengah asik menikmati keindahan bunga halaman depan rumah, tante Wulan terlihat serius memperhatikan tanaman itu,

“Pagi tan?” sapaku.

“Hmm…”balasnya.

“Mau au buatin minum gak tan!?” tanyaku lagi.

“gak usah!!” jawabnya lagi

“Tante kemana yang lainnya?”. tanyaku.

“NTAHH!!”

Aku kembali memerhatikan tante Wulan yang membelakangiku. Mulai dari betisnya yang putih mulus meskipun nampak kurus, pahanya yang lebih mulus dari betisnya,

“Coba dia bisa aku tiduri seperti tante Rita ya?” gumamku dalam hati. Belum habis lamunanku, tiba-tiba kulihat tubuh tante Wulan lemah mau tersungkur. Dengan cepat aku memegangi tubuhnya yang nyaris tersungkur itu, meninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yang mulus dan terlihat lemas sekali,

“Gak papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir

“Kepalaku terasa pusing Sen” jawab tante Wulan lemah.

“Yaudah istirahat aja didalam” saranku terus menggotongnya ke dalam rumah.

“Akhirnya aku bisa merangkulmu Wulan” ucapku dalam hati. Ada sejuta kebahagiaan  dihatiku karna mampu merangkul tubuh si cuek tersebut.

Setelah berada didalam rumah, dengan perlahan kududukkan tante Wulan disofa ruang tamu. Dengan menarik nafas tante Wulan duduk dan bersandar pada sandaran sofa. Setelah itu aku melangkah meninggalkannya sendiri untuk mengambil air panas untuknya,

“Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil menyerahkan gelas berisi air hangat yang kubawa” tante Wulan pun meminum air hangat yang kuberikan.

“Makasih ya Peb” ucapnya lemah sambil meletakkan gelas dimeja yang ada didepannya.

‘Kepala tante masih pusing gak??” tanyaku.

Tante Wulan hanya menganggukkan kepalanya.

“Mau dipijatin ga tan?” tanyaku lagi.

“E,em” jawab tante Wulan perlahan seakan tengah menahan sakit.

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

Akupun segera memijat mulai dari kepalanya perlahan-lahan, kemudian dahinya yang dia bilang merupakan pusat sakitnya.

“Wah kenapa tante Feb?” tanya tante Nita baru saja pulang.

“Tadi si tante hampir jatuh, kepalanya pusing nit!”. jawabku.

“Terlalu caepk kali!?” ujar tante Nita sambil melangkah kedapur.

“Udah agak mendingan kok Feb” jelas tante Wulan dengan mata terpejam, menikmati pijatan-pijatanku. Terasa hangat dahinya bersamaan dengan rasa hangat yang menjalar ditubuhku. Harum aroma tubuh tante Wulan terasa menusuk di hidungku. Membuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dengannya.

“Masuk angin kali tan, dahinya agak hangat ni tan!?” jelasku, berupaya memancing agar niatku tercapai.

“Iya kali?” ujarnya pula, seakan mengerti akan arti ucapanku. Membuatku berani lebih jauh.

“Mau dikerokin ga tan?” tanyaku dengan penuh haraf kepadanya,

“Memang kamu bisa!?” tante Wulan kembali bertanya. Membuat hatiku berdebar tak karuan.

“Ya bisa…” jelasku dengan cepat, takut tante Wulan berubah pikiran lagi.

“Ya udah, tapi dikamar ya.., gak enak disini” pinta tante Wulan. Membuat hatiku berdebar cepat. Dengan perlahan dia melangkah menuju kamarnya.

Akupun berusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan pikiran kotorku.

Setelah berada didalam kamar, kusarankan dia istirahat di kasurnya. Tante Wulan pun merebahkan seraya bernafas panjang. Seolah-olah ada beban berat yang dibawanya. Aku segera berlalu mengambil obat gosok dan koin untuk mengerok tubuh tante Wulan. Setelah kudapati  semua yang kubutuhkan, aku kembali menghampiri tante Wulan yang sudah menunggu. Dengan memberanikan diri aku memintanya agar melepaskan pakaian yang dipakainya. Diapun perlahan melepaskan baju yang dipakainya. Sehingga tante Wulan kini hanya mengenakan bra yang berwarna pink dan celana pendek saja. Ada getaran hangat yang menjalar ditubuhku, saat aku menyaksikan tante Wulan membuka bajunya  hingga membangunkan penisku dan hawa nafsuku yang memang telah mengendap dibenakku sejak awal, ketika ku perhatikan dia di taman.

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

Dengan perasaan yang tidak menentu dan banyani nafsu dibenakku. Akupun mulai mengusap punggung mulus yang membelakangiku, dengan hati-hati sekali.

“Tali bhnya dibuka aja ya tan??” pintaku penuh harap sambil terus mengusap dan mengerok punggung bagus dihadapanku.

“Iya…” jawabnya lirih menahan kerokan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau.

Yang pasti tanganku segera melepaskan kaitan branya, sehingga membuat bhnya melorot menutupi sebagain payudaranya yang bulat dan berisi. Payudara nya seperti milik gadis. Setelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, aku pun membalurinya dengan minyak gosok dan jarikupun menari membentuk garis dipunggungnya.

Sambil sekali-sekali mataku melirik ke arah payudaranya yang berusaha ditutupi dengan bra dan kedua telapak tangannya. Tapi hal tersebut membuatku semakin terangsang didorong rasa penasaran. Sementara tante Wulan hanya terdiam sambil memejamkan matanya yang bulat dan indah,

“Pelan-pelan ya Feb!?” pintanya dengan mata yang terpejam.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan nita berdiri didepan pintu,

“Tan aku mau pergi kerumah teman dulu ya!?” ujar Nita berpamitan sambil matanya melirik kerahku.

“Iya nit..” balas tante Wulan tanpa berpaling kearahnya. kemudian secara perlahan Nita menutup pintu kembali dan berlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal terhadap tugasnya, jariku terkadang menyelinap dibawah ketiaknya berusaha meraih benda yang bulat dan padat berisi. Tapi tangan tante Wulan terkadang berusaha menghalangnya, dengan merapatkan pangkal lengannya.

“Jari kamu nakal ya Feb!?” ucap tante Wulan setengah berbisik seraya melirik kearahku.

Membuatku tersipu malu,

“Habis gak kuat sih, tan” jawabku jujur. Tapi tante Wulan malah melepaskan branya sehingga kini payudaranya polos tanpa ada yang menutupi.

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa berkedip. Langsung membuat hatiku berdebar-debar menyaksikan pandangan tersebut,

“Sekarang bisa kamu plototin sampe puas nih!!” ujar tante Wulan menutupi buah dadanya dengan kedua telapak tangannya.

Jantungku terasa begitu cepat dan membuat lemas seluruh persendianku. Penisku perlahan tapi pasti mulai berdiri mengikuti dorongan hasratku.

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

“Memang sudah selesai ngeroknya Feb?” tegur tante Wulan mengingatkanku.

Membuat aku segera melanjutkan pekerjaku yang tertunda sesaat. Hampir seluruh bagian belakang tubuh tante Wulan yang ku kerok dan berwarna merah garis. Hanya bokongnya yang luput dari kerokanku karna terhalang dengan celana pendek yang di pakainya. Tapi belahan pantatnya telah puas ku plototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dengan perlahan jariku memijati pundaknya. Tante Wulan menundukkan kepalanya, sekali-sekali terdengar suara dahak dari mulutnya,

“Sudah Feb!” perintahnya, agar aku menyudahi pijitannya.

Dengan perasaan malas akupun menghentikan pijatanku dan segera membersihkan sisa-sisa minyak di telapak tanganku,

“Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Wulan.

Aku beranjak pergi ke kamar mandi yang ada didalam kamar tersebut. Setelah kucuci tanganku hingga benar-benar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Wulan yang tengah terlentang diatas ranjang masih dengan keadaan separuh bugil saat aku berjalan kearahnya. terlihatlah payudaranya yang membusung besar didadanya, dengan puting yang berwarna coklat ,

“Ayo Feb, kamu mau mainin ini kan!?”.

“Aku juga mau kok!?” ucap tante Wulan sambil meremas salah satu payudaranya hingga putingnya menonjol kearahku.

Akupun mendekat menghampirinya dengan perasaan nafsu. Membuat kontolku tegak dan mengeras kencang dibalik celanaku.

Akupun tak menunggu lama, segera aku remasi payudaranya yang menantang. Tante Wulan bergelinjang saat telapak tanganku mendarat dan meremas kedua payudaranya,

“Achh…, iya Feb terus” rintihnya perlahan.

remasanku semakin liar meremasi seluruh daging bulat yang padat berisi. Jariku juga memainkan puting susunya yang mulai mengeras,

“Iya.. ayo diisep Feb.. ayoo…” pinta tante Wulan dengan nafas tak terartur. akupun segera menjilati dan menghisapi puting tante Wulan,

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

“Aduhhhh….enaaaakkk…trusss…” desah tante Wulan memegangi kepalaku. Aku semakin bernafsu dengan puting yang kenyal seperti urat menggemaskan. Sementara tante Wulan semakin mendesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah selangkangan bawah pusar, terus menyusup masuk diantara celana dan celana dalam tante Wulan. Hingga jariku terasa menyentuh rumput halus yang cukup lebat didalamnya. Tante Wulan membuka pahanya yang tak kala jari telunjukku berusaha masuk kedalam lubang vaginanya yang ada di tengah bulu-bulu halus miliknya,

“Aowww..” jerit kecil tante Wulan saat telunjukku berhasil memasuki lobang memeknya.

Diapun menggeliatkan tubuhnya penuh gairah dengan nafsu. Sementara penisku semakin mengeras hendak keluar dari celanaku yang menutupinya

Cukup lama jari telunjukku keluar masuk vaginanya tante Wulan, hingga lobang itu terasa mulai basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Wulan menahan gerakan tanganku dan memintaku menyudahinya,

“Aaaaaccchhh..Febb.., aaacchhh” rintih tante Wulan.

Akupun menarik tanganku dari balik celana dalamnya dan melepaskan putingnya dari mulutku.

“Buka pakaianmu dong Feb!!” seru tante Wulan sambil bangkit dan melepaskan celana pendek dan celana dalamnya.Sehingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah selangkangannya yang baru saja kuobok-obok. Akupun melepaskan semua pakaianku dan bugil seperti dirinya.

Dengan senyum mani kearahku, tante Wulan mendekat dan berjongkok didepan selangkanganku,

“Aouw,gede banget..!!” seru tante Wulan seraya telapak tangannya meraih penisku yang telah berdiri dengan keras. Dengan tangan kanan dia memegang erat batang penisku, sedangkan telapak kirinya mengelus kepalanya. Hingga kini kepala penisku terasa berdenyut hangat. Kemudian dimasukkan penisku kedalam mulutnya sambil matanya melirik kearahku,

“Agghhh…” aku melenguh tak kala seluruh penisku tenggelam masuk kedalam mulutnya.

Aku hanya dapat memegang kepala tante Wulan, meremas serta mengusap rambutnya yang ikal sebahu. Sementara tante Wulan semakin liar, sebentar mengulum sebentar mengemud seakan ia ingin melumat seluruh penisku . Ternyata dia lebih buas dari tante Rita. Terkadang dia menjilati batang hingga lobang kencing dikepalanya,

“Aaaaa…” erangku menahan rasa nikmat yang membuat tubuhku terasa melayang.

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

Entah berapa lama tante Wulan melumat, menjilat dan mengulum penisku. Yang jelas hal ini membuat tubuhku bergetar dan hampir kejang.

“Gantian dong tan, aku juga mau jilatin memek tante!” rengekku, hampir tak mampu menahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak-banyaknya. Agar tante Wulan mandi dengan air maniku.

Tante Wulan segera bangkit dan berdiri meninggalkan penisku yang masih berdiri tegak.Kemudian aku meminta dia duduk dikursi. Aku pun berjongkok menghadap memeknya yang dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Wulan tertumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai menjarah memeknya dan menjilatinya,

“Aaaaaaaowh…iyyyaaa….trussss,…aassstttssh” desah tante Wulan saat lidahku bermain dan menjilati lobang memeknya,

“Aduuuuhh….truuuus, lebih dalam…ahhh…enaaakhh…agh…agh…” rintihnya pula sambil meremas dan menjambaki rambutku dikepalaku.

Lidahkupun berhenti menjilati dinding lobang memek, kini berpindah pada daging mungil sebesar biji kacang hijau. Kujilati itil yang berwarna merah dan basah dengan air mazinya dan liurku.

“Aughh…” suara tante Wulan seperti tersedak sambil merapatkan kedua pahanya hingga menjepit leherku, ketika ku isap klitorisnya,

“Aaaaa..auwghhhh…yaaaa” ucap tante Wulan lirih.

“Udaahh….feb…udddaaahh feb” rengek tante Wulan sambil mendorong kepalaku dengan kakinya yang terkulai lemas dibahuku.

Akupun melepaskan isapan mulutku pada klitorisnya dan bangkit berdiri dengan penis yang masih berdiri dan keras. Kemudian meminta tante Wulan agar bangkit untuk pergantian posisi.

CERITA DEWASA TANTE SUDAH TAK CUEK LAGI SETELAH KU ENTOT

Tante Wulan naik keatas pahaku dan tubuhnya menghadap kearahku, hingga kini tubuh kami saling berhimpitan. Kemudian tante Wulan membimbing penisku ke lobang memeknya. Tak lama kemudian pantatnya naik turun menggesek penisku didalamnya. Akupun mengimbanginya dengan memegangi pinggulnya membantu bokongnya naik turun,

“Aachhh…yaaa…enakk Febb”.

“Auwwwghhh…aaaaa…oooohhhh…yaaa” racau tante Wulan tak karuan jika tubuhnya naik turun menenggelamkan penisku dimemeknya.

“Auuuhhh.. aku gak tahan ni feb…aaaaauuuwww” rintih tante Wulan seraya menenggelamkan pantatnya dengan cepat.

Akupun membalas reaksinya dengan melumat lagi payudaranya.

“Aaaaaaawhhhh…..” erang tante Wulan sambil menekan pantatnya lebih rapat dengan selangkanganku.

Akupun mengejang menahan tekanan pantatnya tante Wulan,

“Aaaaachhhh…” akhirnya aku tak mampu lagi membendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling berpelukan dengan erat beberapa saat dengan bercampur peluh masing-masing.

Setelah cukup lama kami berpelukan, kamipun bangkit dengan malas, enggak mau beranjak dari suasana yang ada. Setelah itu kami pun mandi membersihkan tubuh kami masing-masing yang basah dengan penuh keringat. Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Wulan.