CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU  -Pada pagi yang indah dan cerah itu, aku sedang lewat depan kamar Adik sepupuku Astrid, Dia tepatnya anak dari
tanteku, kira-kira sudah ikut denganku sejak 1 tahun yang lalu. Dia bekerja sebagai Teller Bank BCA di Jakarta. Ketika itu kulihat pintu kamar Astrid sedikit terbuka, ketika itu
tiba-tiba muncul keinginanku untuk mengintapnya dari sela pintu dan kulihat Astrid sedang tidur pulas.

Astrid yang masih tertidur pulas saat itu hanya mengenakan daster tidur yang berbahan tipis dan sexy. Sungguh benar-benar cantik sekali dia, batinku sembari menatap wajahnya
yang putih bersih.

Setelah masuk ke dalam kamar, kupandangi wajah cantik dan juga seluruh tubuhnya yang saat itu tertidur dengan posisi terlentang. Saat aku sedang asyik memandangi tiba-tiba
Astrid menggeliat kesamping kiri, kaki kanannya agak menekuk hingga celana dalamnya terlihat jelas olehku. Dengan seksama sambil menahan nafasku pandangi seluruh sudut
celana dalam Astrid.

Garis memek yang membayang jelas dibalik celana dalam yang tipis itu, birahiku tiba-tiba memanas. Secara pelan-pelan penisku sudah mulai bergerak tegak berdiri, hingga celana
kerjaku terasa sesak, dari pinggiran celana dalam Astrid, saat itu kuperhatikan rambut kemaluannya sedikit keluar dari celana dalamnya yang mini dan tipis itu

Entah setan apa yang merasukiku, dengan spontan secara perlahan aku meraba pahanya yang mulus itu. Ditengah asyiknya aku sedang meraba pahanya, tiba-tiba Astrid terbangun
, dan dia kaget melihat aku berada dikamarnya.

“Hah, Abang lagi ngapain di kamar Astrid?” tanyanya bingung.

Lalu dengan sedikit gugup aku menarik tanganku dari paha Astrid, “Eee… Abang, cuma mau ngebangunin.. kamu kok, ntar kamu kesiangan ke tempat kerja”, kataku gugup.

“Oh iya bang.. makasih ya bang udah bangunin Astrid”, ucap Astrid sembari duduk dipinggiran tempat tidur.

“Iya Astrid, yaudah buruan bangun terus berangkat kerja gih !!” , kataku sembari keluar dari kamar Astrid dengan jantung masih berdetak cepat.

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

Setelah keluar dari kamar Astrid, aku menuju keruang makan lalu aku menyeduh secangkir kopi. Saat itu pikiranku masih melayang karena membayangkan hal ku lakukan pada Astrid
tadi pada Anggun tadi. Ditengah fantasiku yang sedang asyik, tiba-tiba

“Bang.. kok senyum-senyum snediri sih”, tanya Astid dengan tiba-tiba dia melintas didepanku.

“Ah..nggak papa kok Astrid”, jawab singkatku pada Astrid

“Kirain kenapa bang,hehe..Oh ya abang mau aku masakin sarapan nggak??? tanya anggun padaku.

“Nggak usah Strid, Abang soalny sebentar lagi berangkat kerja nih”, kataku sembari melirik Astrid yang sedang membuat jus kesukaannya.

Lalu ia bergegas ke kamar mandi. Seketika timbul pikiran kotor diotakku, didalam bungkus malrboro aku masih kusimpan 1 butir inex sisa semalam, Inex itu aku remas sampai hancur
lalu kumasukkan kedalam Jus Astrid tadi, setelah itu aku aduk sampai larut didalam jus itu, Setelah itu aku berjinjit kedalam gudang disamping kamar mandi.

Didalam ruang gelap dan berdebu itu terdapat lubang yang cukup untuk mengintip Astrid yang sedang mandi. Dari sela-sela lubang kulihat Astrid tengah membasahi tubuhnya, posisinya
membelakangi lubang intipku, jadi aku hanya melihat punggun dan bongkahan montok pantatnya. Mataku tak berkedip saat tubuh putih yang montok itu menghadapi lubang intipku.

Sembari mengintip Astrid, aku menahan nafasku yang mulai memburu, lalu penisku mulai kupegang dan kukocok. Kulihat memeknya yang ditumbuhi dengan bulu halus yang lebat namun
rapih. Dalam batinku berkata apapun caranya aku harus menikmati memek Astrid ini. Tak terasa Astrid aku sudah mengintip nya mandi selama setengah jam.

Sementara itu aku hanya puas melihatnya tanpa bisa menyentuhnya. Dan kulihat dia sudah selesai mandi, dan mengambil handuknya, dan dia mengeringkan tubuhnya dengan handuk, aku
segera bergegas keluar dari gudang dan kembali duduk di dapur. Tak lama setelah itu, Astrid pun berjalan dan aku melirik tubuhnya yang hanya terlilit handuk.

Sambil melirik akupun berbasa-basi dengan Astrid,

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

“Astrid.. Jam segini udah mendung aja nih, kayaknya hari ini bakal turun hujan lagi deh, Strid”, kataku

“Iya nih bang. Oh iya bang, nanti aku ikut motor abang sampai halte depan ya bang”, pinta Astrid padaku.

“Iya Strid”, jawabku singkat.

Kemudian Astrid segera masuk kedalam kamarnya, tidak lama kemudian Astrid pun keluar dengan seragamnya,

“Wahh.. kamu terlihat cantik sekali Ya. Strid kalau kamu pakai seragam itu”, pujiku kepada Astrid.

“Ah abang bisa aja deh, hehe” Balas Astrid malu-malu sembari mengambil gelas Jusnya yang tadi sudah bercampur Inex.

Tanpa ragu Astrid pun meminumnya sampai habis tanpa ada rasa curiga sedikitpun.

“Kena lu sama Gue” ucap dalam hatiku.

“Ayo strid berangkat, nanti keburu hujan lagi”, ajakku.

Setelah itu kami pun berangkat dan kira kira 10 menit, tiba-tiba dia mengeluh sambil menyandarkan kepalanya dipunggungku.

“Aduh bang. kok kepala Astrid pusing gini ya bang”, keluh Astrid. Saat itu juga, aku segera menghentikan motorku,

“Wah… kok tiba-tiba kamu pusing, yauda kamu Abang antar pulang aja yah???” ucapku pura-pura perduli kepada Astrid.

Ketika itu Astrid tampak gelisah, dan bibirnya yang sensual tampak mulai menggigit pelan,

“Nggak tau nih bang, yaudah anterin Astrid pulang aja deh bang”, jawabnya,

Dengan cepat, kuputar motorku kembali menuju ke arah rumah. Sesampainya dirumah ketika dia turun dari motor, dia sudah tampak lemas tak berdaya layaknya orang sedang On. Tanpa
banyak tanya, Astrid segera ku gotong masuk kedalam kamarnya, dan kurebahkan dia di tempat tidur,

“Aduhh bang”, ucapnya pelan.

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

Setelah itu tiba-tiba matanya menatapku sayu, sembari dia terus menggigit-gigit bibirnya. Saat itu kedua kakinya masih menggantung dibawah kasur, jadi posisinya Astrid mengangkang, karena
posisi Astrid seperti itu makan celana dalam Astid saat itu terlihat jelas di mataku.
Begitu jelas memeknya yang menggembung dari balik celana dalamnya itu.

Karena adik sepupuku yang montok dan cantik ini sudah terkena pengaruh inex yang kuberikan tadi, maka aku beranikan diri untuk mencoba melepas celanaku,

“Bang.. Abang mau ngapain melepas celana?” ucapnya dengan setengah sadar karena pengaruh Inex tadi.
Lalu setelah celana dan celana dalamku terlepas, nampak lah penis yang sudah tegak dan besar maksimal itu. Lalu tangan kiriku yang sudah memegang penis, Lalu kuarahkan kepala Astrid,

“Bang.. badan Astrid panas dingin bang”, ucapnya berbisik.

Ketika itu aku hanya tersenyum, tangan kananku meraih tangan Astrid, lalu tangan kirinya Astrid kuarahkan ke penisku, hingga dia menggenggam batang penisku. Semula Astrid hanya
menggenggam penisku saja, tapi kemudian dia mulai mengelus dan mengocok-kocok penisku yang sudah tegak menantang itu,

“Ouwhhh, terus Astrid..yahh..terus Astrid sayang..”, kataku sedikit berbisik.

Lalu tanganku langsung melucuti pakaian kerjanya hingga pakaian ataasnya terbuka semua termasuk Bra Astrid yang berenda itu. Alamakkk.. seksi sekali Astrid ini gumamku pelan, Payudara
Astrid yang membusung dengan puting yang mengeras mancung, nafas Astrid yang semakin memburu deras pun mengiringinya.

“Ouhhhh…bang..Aghhh…”, gumamnya sambil terus mengelus dan mengocok batang penisku yang besar dan keras.

Seluruh sudut batang penisku dielus dan di pegangnya lembut, termasuk sekeliling biji pelerku dan bulu jembutnya. Perlahan-lahan ku dekatkan wajahku ke payudaranya yang membusung.
Lalu kukecup ringan payudaranya,

“Ahhh…Ughhh..Bang..gelii bang.. Sss…Ahhhh…” desah Astrid lirih.

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

Astrid mendesah disaat mulutku mengulum putingnya dengan penuh gairah. Lalu kujamah seluruh permukaan payudara Astrid yang besar, montok dan putih itu. Sembari terus aku hisap di
payudaranya, sesekali kutarik pelan pakai gigi. Tanganku bergerak cepat dan melepaskan rok mini kerjanya, dan celana dalamnya yang mini serta tipis.

Hal itu membuat lutut Astrid dirapatkan, karena menahan gerakan tanganku yang menarik lepas celana dalamnya. Ketika sudah berada diatas lututnya,

“Kenapa Astrid sayang?” tanyaku.

Saat itu dia tidak menjawab, melainkan hanya menatapku dengan mata sayu-nya, kemudian dia membuka lebar-lebar kakinya, hingga celana dalamnya bisa kulucuti dengan mudahnya. Begitu
celana dalamnya kulucuti segera kulihat memeknya yang merangsang dihiasi bulu jembut yang masih jarang namun terlihat rapih.

“Indah sekali memekmu ini Strid”, kataku berbisik ditelinga kanannya.

Tanpa menjawab, Astrid hanya memejamkan mata dan berkedip mendengar kata-kataku itu. Lalu tangannya yang tengah mengelus-ngelus batang penisku, segera ku angkat dan kulepas dari batang
penisku. Lalu tangannya kuangkat dan kutaruh di samping kepalanya. Saat itu dia terlihat pasrah saat kubuka pahanya lebar-lebar. Wow, belahan memeknya membuatku semakin terangsang saja.

“Strid, sebenarnya sudah lama sekali Abang ingin bersetubuh dengan kamu”, ucapku tegas. Dengan cepat kudekatkan kepalaku ke permukaan memeknya, lalu dengan mantap ku jilat permukaan
liang memeknya,

“Sruppp…Sruppp..” enak dan harus sekali memek Astrid ini,

“Sss.. Ahhh… Bang… Ouwhh terus bang… Aghh..” desahnya Astrid seirama dengan gerakan lidahku yang nakal menjilati liang kenikmatannya.

Ketika itu tangan Astrid menjambak rambutku saat lidahku mulai kutusukkan ke dalam memeknya itu , “Ouwhhh…Bang…Aghhh..”,desah nikmatnya.

Dengan semangat kujilati terus memeknya hingga basah, selang 10 menit kemudian kuhentikan gerakan menjilati memeknya itu. Keringat dan desahan nafas Astrid seakan berpacu, lalu ku arahkan
batang penisku ke lubang memek Astrid. Lalu sesaat kusapu memeknya dengan lidahku,

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

“Aghhh…geli sekali bang… Ughh…” desahnya pelan.

“Ada apa Astrid sayang?”, tanyaku menghentikan gerakan penisku dibibir memeknya.

“A..aa.. aku masih perawan bang. Aku takut”, ucap Astrid lirih.

“Udah kamu jangan takut, nanti abang akan bertanggung jawab bila sampai terjadi apa-apa pada Astrid”, kataku gombal menenangkan Astrid.

Sebenarnya dalam benakku bersorak ( mantap cuy, gue dapat perawan),

“Makasih ya bang, pelan-pelan yah bang masukin penis abang ke memek aku “, pinta nya kepadaku.

“Iya Astrid sayang”, jawabku singkat.

Sembari mengarahkan kepala penisku yang bulat besar ke lubang memeknya, dengan perlahan kudorong penisku, sedikit demi sedikit, walaupun agak susah karena memek masih perawan
dan sempit sekali aku terus mencoba tanpa mengenal lelah,

“Aouw…sa..sakit bang..aghh..auoww..pelan bang”. ucap Astrid sambil mencengkram sprey tempat tidur dan sedikit menutup  pahanya.

“Aghhh…tahan dulu Astrid sayang” rayuku menenangkannya. Setelah bersusah payah, pada akhirnya, Zlebbbbbbb. akhirnya batang penisku masuk juga ke dalam memeknya Astrid,

“Aowwwww….sakitttt…. bang… sakit sekali bang…huuuu…huu…huuu…”, kata Astrid sambil menggigit bibirnya.
Ketika itu kudiamkan batang penisku sebentar didalam memeknya, ughhh.. kuat sekali jepitan memeknya Astrid,batinku. Lalu beberapa saat kemudian segera aku ayun perlahan penisku
maju mundur didalam liang memeknya Astrid,

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

“Zlebb…Zlebb…ZlebBb..”, bunyi penisku yang sedang menyelami memek Astrid.

Lama-kelamaan aku merasa mudah mengayun penisku. Ketika itu Astrid memejamkan mata seraya memeluk leherku erat. Dengan irama yang tetap santai ku ayun gerakan penisku maju mundur
mencoblos memeknya,

“Aghhh… enak sekali memek kamu sayng..Oughhh…”, bisikku penuh gairah di telinganya, sembari menjilati telinga Astrid yang mungil itu

“Ssss..Aghhh… Bang… pelan bang… aoww… Sss… ahhh” desah nikmat dan sakit menjadi satu.

Pada awalnya gerakan Astrid kaku, namun lama-kelamaan Astrid mulai membalas goyangan pinggang ku dengan goyangan sedikit memutar pinggul,

“Enak Astrid, Aghhh… terus goyang sayang”, pintaku.

Saat itu kulihat matanya sedikit meneteskan air mata, namun disisi lain mulutnya terengah-engah menikmati tusukan penisku di memeknya. Sesekali dia menggigit dada dan leherku.

“Slebb.. Slupp… plak..plakk…plakk..”, bunyi gesekan penis dengan memeknya semakin nyaring.
Dengan semangat, kurasakan tubuhku terbang melayang keenakan, lalu kupacu gerakan tusukan penisku lecih cepat lagi. Saat itu Astrid semakin mendesah dan terengah keenakan, aku
tak peduli dengan suara pembantuku didapur tampaknya sudah pulang dari apsar. Rupanya pembantuku lewat pintu belakang, sehingga tidak melintasi pintu kamar Astrid yang terbuka lebar.

Dengan penuh gairah terus kupacu irama penisku, sampai kepala penisku linu, geli bercampur enak sekali. Kaki Astrid kini melingkar dipinggangku, hingga tusukan penisku terasa semakin dalam.
Tak terasa kami berhubungan intim selama 15 menit, tidak setelah itu tubuh Astrid pun menegang dengan hebat, lalu,

“Aghhh.. Bang…enak Banng, a..aa.. aku mau pipis bang….aghhh…” mulutnya mulai meracau sembari menggigit dadaku.
Rupanya Astrid telah mencapai puncaknya, memeknya terasa hangat dan basah sekali hingga penisku terasa lingu saat menggelosor masuk ke memeknya. Tubuh Astridpun setelah itu lemas seperti
tak bertulang. Dari sudut mataku sekilas kulihat Zaenab pembantuku mengintip dari balik gorden pintu, tidak disangka rupanya dia tengah menonton aku yang lagi asik bersetubuh dengan Astrid.

CERITA DEWASA OBAT PERANGSANG UNTUK SEPUPU

 

Namun saat itu aku berpura-pura tidak tau dan terus mengocok lubang memek Astrid. Dari lubang memek Astrid tampak menetes darah bercampur dengan cairan lengket. Akhirnya tercapai juga
keinginanku, sungguh puas aku mendapatkan keperawanan Astrid, kataku dalam hati. Lalu kucabut patang penisku yang masih keras dari lubang memek Astrid yang sudah tidak perawan lagi
karena aku.

Sementara itu Astrid terkulai lemas dan wajahnya masih tampak tegang, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Hal itu membuat tubuh putihnya semakin terlihat menggairahkan saja
Batang penisku yang mengkilat dikelilingi lendir memek Astrid, saat itu penisku masih belum memuntahkan sperma juga, maka dari itu aku masih sangat bernafsu sekali,

“Astrid sayang…Abang belum keluar nih, sekarang kamu buka mulut dong sayang..”.perintahku.

Tanpa menjawab Astridpun membuka mulutnya, lalu aku mengarahkan batang penisku ke dalam mulutnya. Pada awalnya Astrid mau muntah saat penisku masuk kemulutnya yang mungil itu.
namun kemudian dia mulai terbiasa mengocok dan mengkulum penisku,

“Aghhh… enak Strid, sepong trus..Oughh… kamu mulai mahir deh, Ssss… Aghhh…” desahku mulai merasa nikmat oleh kuluman Astrid.

Secara konstan Astrid pun terus mengkulum penisku dengan lembutnya. Tak lama setelah kurasakan batang penisku berdenyut dan,

“Crottt…Crot…Crott…”,
Akhirnya penis memuntahkan spermaku kedalam mulut Astrid yang mungil itu, saking banyaknya spermaku yang keluar sampai-sampai mulut Astrid yang mungil itu tidak mampu menampung
spermaku.

Walaupun mulut Astrid mungil, hampir setengah spermaku tertelan oleh Astrid. Setelah itu kamipun sama-sama terkulai lemas, aku dan Astrid tertidur pulas hingga siang hari.

Pada akhirnya kami sama-sama tidak berangkat kerja. Singkat cerita semenjam kejadian itu kamipun sering melakukan hubungan sex dirumah, dan tak jarang pembantuku Zaenab mengintip kami
saat berhubungan intim. Sampai saat ini hubungan kmai terus berlanjut dan Zaenab tidak pernah angkat bicara sedikitpun tentang persetubuhan kami.