CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK – Hari ini badanku terasa lelah sekali, seharian ini banyak sekali pekerjaan yang telah kuselesaikan. Hari itu sudah hampir pukul setengah 6 sore, aku bereskan berkas-berkas di ruang kerjaku dan segera pulang kerumah, segera aku pergi ke arah parkiran untuk mengambil mobil inova hitamku yang akan mengantarku pulang.

Kulihat jalanan didepan kantorku terlihat lancar, ternyata perkiraanku salah, kurang lebih 1 km dari kantor, jalanan macet total, ya sudahlah nikmati saja dari pada menggerutu juga nggak akan ngurangi macet. Lokasi kantorku kebetulan dekat dengan jajaran pabrik-pabrik, dan jam segitu rupanya macet angkutan umum yang mencari penumpang, ditengah kemacetan kulihat didepan sebuah toko ada seseorang perempuan yang manis sekali, kulitnya putih, tingginya sekitar 165 cm dengan menggunakan seragam pabrik biru ditutup blazer hitam terbuka yang terlihat ketat di yang membuat dadanya menyesakkan baju seragamnya, untuk bekerja sebagai karyawan pabrik, cewek itu terlihat cantik, meski bajunya begitu sederhana.

Kuperhatikan dengan seksama, dia kelihatan memandangku dan tersenyum tipis menatapku, aku pun tersenyum memandanginya, tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara klakson mobil dibelakangku, cepan-cepat kutancap mobilku berhubung jalan didepan sudah lacnar sektiar 30 meter kedepan. Menyesal sekali aku tidak bisa berhenti diwaktu itu, ku lihat cewek itu naik angkot di tiga mobil belakangku

Sekira 200 meter jalan lancar, tiba-tiba kemacetan datang lagi, makin sumpek aja aku, akhirnya kulihat didepan ada toko kecil dengan parkiran yang lumayan luas, akhirnya aku berhenti disana, aku turun sebentar ku beli minuman ringan, sambil berharap perempuan diangkot belakang bisa kulihat jejaknya. Sambil minum teh botol dingin, tiba-tiba saja angkot dibelakang yang membawa perempuan itu berhenti.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Tiba-tiba benar saja perempuan itu turun kemudian membayar ongkos sopir didepan. Wah memang benar kalau sudah jodohku nih. Kulihat perempuan itu masuk juga kedalam toko, sambil tersenyum tipis dia menuju ke penjual toko dan kulihat ia membeli lima buah indomie, susu dancow dan kopi instan,

“Lho rumahnya dimana kak?” tanyaku sambil tersenyum.

“Oh saya kos dibelakang toko ini, bang” jawabnya sambil mencari dompet dari dalam tasnya.

“Nama saya Farid, boleh kenalan kak?” tanyaku sambil menjulurkan tangan buat bersalaman.

“Saya Lisa, bang” jawabnya sambil tersenyum menjabat tanganku.

“Berapa kak” kata Lisa pada penjual toko sambil mengeluarkan dompetnya.

“Dua puluh sembilan ribu lima ratus kak” jawab penjual toko itu.

“Ini saja kak, sekalian teh botol astu dan rokok dua bungkus” kataku sambil ngeluarin uang seratus ribu ke wanita penjaga toko.

“Nggak usah bang, saya ada kok” kata Lisa sambil ngeluarin dua lembar uang dua puluh ribuan.

“Ya sudah gini aja, uang ini bawa dulu, tapi saya minta dibikinin kopi dulu, sekalian kalau boleh main ke kosan kamu sambil nunggu macet, boleh nggak?” kataku sambil ngembaliin uangnya.

“Iyaudah kalau begitu terima kasih, tapi tempatnya jelek lho bang” kata Lisa sambil tersenyum.

“Ah jangan gitu, saya malah nggak enak nih ngerepotin” kataku sambil nerima kembalian dari penjaga toko.

“Kak, saya titip mobil ya, sekalian ini buat parkirnya” sambil ku kasih penjaga toko uang lima ribu”.

“Wah makasih ya bang” kata penjaga toko.

Lisa tersenyum dan mengajakku berjalan ke gang sebelah toko itu, jalannya kecil cuman satu meter lebarnya, jadi kalau jalan nggak bisa bareng, harus satu-satu, Lisa jalan didepan dan aku dibelakangnya. Kuperhatikan selain dadanya yang membusung, ternyata pinggul dan pantat Lisa benar-benar montok habis, sampai-sampai roknya yang dipakainyapun membungkus ketat pantat indah itu. Serasi sekali dengan pinggul yang ramping, ditambah bau tubuhnya yang wangi meski kutahu itu bau parfum biasa.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Kira-kira dua puluh meter jalan, Lisa berhenti dan membuka pintu pagar besi kecil disebuah rumah tanpa halaman dan ternyata didalamnya berjajar kamar-kamar kontrakan dengan pembatas tembok satu meter antar kamarnya.

“Disini bang, kamarku paling ujung, dekat dengan kamar mandi, silahkan duduk dulu bang, aku mau panasin air sebentar buat bikin kopi” kata Lisa.

Kamarnya ternyata cukup bersih, diruang tamu ada karpet biru, meja kecil dan diujung Tv 14 inch terpasang rapi ditambah hiasan manik-manik yang bagus, tak sempat kulihat kamar tidurnya,

Kuambil remote Tv dan kunyalakan, pas berita sore, kuikuti perkembangan pencalonan presiden dari para politikus negeri ini, tapi aku lebih tertarik melihat foto dibelakangku ternyata foto Lisa menggunakan kebaya,

“Cantik sekali, tidak dandan saja dia cantik, apalagi dalam foto itu belahan dada kebaya agak rendah, sehingga sembulan toket putihnya kelihatan seksi dan erotis sekali”

“Itu fotoku waktu dikambung bulan lalu bang, waktu acara perkawinan sepupuku” kata Lisa sambil membawa dua gelas kopi.

“Memangnya kampungmu dimana? dan lagi jadi apa waktu acara itu?” tanyaku sambil membantu nurunin gelas kopi dan diletak di meja.

“Kampungku dicianjur bang, waktu itu aku kebagian ngisi nari jaipongan, yah gini-gini aku penari jaipongan bang, walau hanya di acara di kampung aja” kata Lisa sambil tersenyum manis/

“Pantesan, tapi cantik juga kamu pakai baju kebaya ya, lebih sensual dan menarik” kataku sambil memandang wajah cantiknya.

“Pantesan apa bang? masa orang kampung gini dibilangin sensual dan menarik ” kata Lisa/

“Pantesan tubuh kamu bagus dan terawat itu karena rajin jaipongan ya”.

“Ah abang, bisa aja” katanya sambil mencubit tanganku.

“Silahkan bang diminum kopinya, aku tinggal sebentar ya bang mau mandi dulu, udah gerah banget nih rasanya”

Lisa masuk kedalam kamarnya dan mengambil peralatan mandi, letak kamar mandi kontrakan itu ada diluar tapi masih dekat dengan kamar Lisa mungkin cuma sekitar 4 meter saja dari pintu kamarnya.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

“Tunggu sebentar ya bang, diminum kopinya” Lisa berjalan dengan berkalungkan handuk putih di pundaknya, sementara rambutnya diikat kebelakang, terlihat cantik dan alami sekali. Sekitar sepuluh menit Lisa didalam kamar mandi, kudengar suara,

“Waduh gimana nih bajunya basah gini” aku berjalan mendekat kamar mandi dan berteriak.

“Ada apa Lis? ada yang bisa dibantu gak?” kataku sedikit cemas dan heran.

“Nggak papa kok mas, bajuku pada jatuh jadi basah, bang apa diluar ada orang lain?” tanya Lisa sambil berteriak.

“Ntar aku lihat dulu ke pintu depan” kataku sambil berjalan ke pagar dan gang kecil menuju rumahnya.

“Nggak ada siapa-siapa” kataku sambil mendekat ke pintu kamar mandi.

Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan kulihat Lisa hanya berbalut handuk putihnya, kulihat pundaknya putih sekali, sementara payudaranya yang montok sedikit menyembur dan pahanya yang putih mulus terlihat tertutup handuk kira-kira 20 cm diatas lututnya, wah aku jadi kaget sekali. Tiba-tiba Lisa melihat kebelakang pintu dan berlari menuju kamarnya,

“Maaf ya bang, bajuku pada basah semua, aku ganti baju dulu ya” kata Lisa sambil berlari dengan tubuh mulus terbalut handuk.

Melihat pemandangan yang menggairahkan itu, mengakibatkan otot dalam celanaku berdenyut-denyut, dan sedikit mengembung,

“Gila benar, tubuhnya montok bener” kataku dalam hati, sambil masuk ke kontrakannya dan melihat-lihat lagi foto sensualnya.

“Maaf ya bang, sebenarnya aku malu tadi” kata Lisa sambil duduk disampingku,

Lisa sore itu memakai kaos kuning dan bawahan celana strit hitam ketat sebatas lutut, namun kaos panjangnya menutupi bagian bawah sampai 10 cm diatas lutut.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Malam itu kita hanya ngobrol saja sampai jam 8 malam, dari obrolan itu ku tahu kalau Lisa sudah hampir setengah tahun bekerja, pernah kuliah D-1 bagian sekretaris dan sekarang bekerja di bagian adminitrasi keuangan sebuah pabrik, dan kutahu bahwa Lisa sudah punya pacar di kampungnya, namun orangtuanya kurang setuju.

“Jangan takut datang kesini ya bang” kata Lisa berharap.

“Justru aku yang berharap boleh main kesini kalau kamu nggak keberatan” kataku sambil memakai sepatu, sambil berjalan pulang kuberikan kartu namaku.

“Kalau ada apa-apa telpon aja” kataku sambil bersalaman, perlahan kuremas tangan halusnya dan Lisa kelihatan malu dan tertunduk.

“Daah” aku pamitan dan Lisa mengantarku parkiran toko.

Setelah perkenalan itu, kurang lebih dua bulan, kami hanya bersahabat saja, bahkan Lisa menyatakan kekaguman karena aku nggak pernah bertindak tidak sopan, meski kami sering pulang jam 10 malam, paling hanya berpegangan tangan saja, entah mungkin lama-kelamaan dia mulai sayang, meski sudah ku ceritakan bahwa aku sudah beristri dan punya seorang anak. Hingga suatu hari, aku masih ingat itu hari rabu, dia menelepon hpku,

“Bang, aku pengen ngobrol bisa nggak, sore ini jemput aku ya?” kata Lisa di telepon.

“Oke, emangnya ada apa?” tanyaku.

“Yah, nanti aja deh, aku mau cerita, udah dulu ya, sampai nanti ditempat biasanya” Lisa menutup telponnya.

Tepat jam 16:30 aku meninggalkan kantor, kulihat Lisa sudah menunggu dan sedikit melambaikan tangan kegirangan. Lisamasuk ke mobilku dan tersenyum,

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

“Bang, kita jangan pulang dulu ya, aku pengen cerita banyak” kata Lisa sambil menatapku.

“Oke, kita jalan-jalan ke ciater aja ya, disana kita bisa berendam air panas sambil ngobrol” ajakku sambil terpikir ada kolam renang yang memang cukup nyaman untuk berendam dimalam hari.

“Oke, kayaknya asyik juga tuh” kata Lisa mengiyakan.

Aku menelepon ke rumah, dan bilang ada pekerjaan di kantor yang harus diselesaikan, kalau ada apa-apa ngebel aja ke kantor, kebetulan aku sudah setting teleponku

“Kamu ada masalah apa, kok kelihatannya kusut begitu?” kataku sambil mencubit dagu Lisa.

“Nggak tahu kenapa aku pengen cerita masalahku Bang, kayaknya aku tenang kalau udah disamping mu bang” kata Lisa sambil memegang lenganku.

Posisi mobilku memang agak susah untuk berdekatan, hingga akhirnya Lisa hanya bisa memegang lenganku saja. Sambil sedikit berkaca-kaca, Lisa menceritakan bahwa pacarnya dikampung sudah memutuskan hubungan dengannya. Selama diperjalanan aku hanya bisa memberi nasehat dan pengertian kepadanya, dan dia pun kelihatan lebih tenang. sebelum ke pemandian aku mampir ke Ayam Goreng Brebes,

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

“Kita makan dulu yuk” ajakku.

Berhubung tempat parkirnya penuh, aku agak jauh memarkirkan mobilku dan baru kali ini Lisa berani berjalan disampingku sambil memeluk pinggangku, aku pun akhirnya merapatkan tubuh dan memeluk pundaknya sambil menuju kedalam.

Setelah selesai kami pun menuju ke Ciater, diperjalanan Lisa memandangku terus dan tiba-tiba saja bibirnya mengecup pipiku, aku agak gugup namun menikmati juga, sambil sesekali kuremas tangan halusnya. Wah mau nggak mau banyaknya rangsangan selama perjalanan mulai mempengaruhi adrenalinku juga, sesampainya di Ciater ternyata hujan agak deras, jam sudah menunjukkan jam delapan malam, berendam di kolam renang rasanya nggak mungkin, pulang juga terlanjur, akhirnya kutawarkan Lisa,

“Gimana kalau kita berendamnya di kamar aja?” aku agak khawatir di keberatan, tapi katanya,

“Ya terserah abang aja” kata Lisa.

Di front room hotel, aku booking satu kamar yang ada bathub buat berendam air panas, didepan meja front room Lisa masih memeluk pinggangku, kali ini terasa kelembutan dadanya menyentuh badanku, dan ini mau nggak mau berpengaruh pada otot penis dalam celana dalamku, Malam itu Ciater dingin sekali, kabut turun tebal setelah hujan, hingga perjalanan menuju kamar pun harus pelan-pelan, petugas hotel sudah menunggu didepan kamar dan membuka pintu kamar.

Posisi mobilku memang agak susah untuk berdekatan, hingga akhirnya Lisa hanya bisa memegang lenganku saja. Sambil sedikit berkaca-kaca, Lisa menceritakan bahwa pacarnya dikampung sudah memutuskan hubungan dengannya. Selama diperjalanan aku hanya bisa memberi nasehat dan pengertian kepadanya, dan dia pun kelihatan lebih tenang. sebelum ke pemandian aku mampir ke Ayam Goreng Brebes,

“Kita makan dulu yuk” ajakku.

Berhubung tempat parkirnya penuh, aku agak jauh memarkirkan mobilku dan baru kali ini Lisa berani berjalan disampingku sambil memeluk pinggangku, aku pun akhirnya merapatkan tubuh dan memeluk pundaknya sambil menuju kedalam.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Setelah selesai kami pun menuju ke Ciater, diperjalanan Lisa memandangku terus dan tiba-tiba saja bibirnya mengecup pipiku, aku agak gugup namun menikmati juga, sambil sesekali kuremas tangan halusnya. Wah mau nggak mau banyaknya rangsangan selama perjalanan mulai mempengaruhi adrenalinku juga, sesampainya di Ciater ternyata hujan agak deras, jam sudah menunjukkan jam delapan malam, berendam di kolam renang rasanya nggak mungkin, pulang juga terlanjur, akhirnya kutawarkan Lisa,

“Gimana kalau kita berendamnya di kamar aja?” aku agak khawatir di keberatan, tapi katanya,

“Ya terserah abang aja” kata Lisa.

Di front room hotel, aku booking satu kamar yang ada bathub buat berendam air panas, didepan meja front room Lisa masih memeluk pinggangku, kali ini terasa kelembutan dadanya menyentuh badanku, dan ini mau nggak mau berpengaruh pada otot penis dalam celana dalamku, Malam itu Ciater dingin sekali, kabut turun tebal setelah hujan, hingga perjalanan menuju kamar pun harus pelan-pelan, petugas hotel sudah menunggu didepan kamar dan membuka pintu kamar.

“Silahkan Pak, Silahkan Bu, apa ada yang dipesan?” kata petugas hotel ramah, mengira kami pasangan suami istri.

“Sementara belum bang, nanti saja kalau perlu saya telpon dari kamar” kataku sambil memberi sedikit tips buat petugas hotel.

Lisa masuk ke kamar dan kau masih duduk diruang Tv, sambil mencari-cari channel yang bagus, sambil melepas, sambil melepas penat dua jam lebih dibelakang kemudi. Tiba-tiba Lisa keluar dari kamar, waduh Lisa sudah berganti baju dengna celana pendek pink ketat dan kaos senam ketat putih polos pendek hingga kelihatan pusarnya, ku bayangkan puting payudaranya yang kecoklatan tanpa dibungkus bh, pahanya putih dan mulus menantang, sementara pantatnya yang bahenol tercetak ketat di celananya dan dadanya benar-benar menantang.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

“Ayo bang, katanya mau berendam? Jangan liatin gitu dong” kata Lisa sambil duduk disampingku.

“Oke, tapi aku nggak bawa baju berendam nih” kataku sambil membuka baju kerjaku, aku sudah tidak kuat melihat pemandangan yang memancing nafsu itu.

“Bang, badanmu mantap juga ya” kata Lisa sambil memeluk lenganku dari samping, terasa toket montoknya melekat erat dilenganku.

Perlahan kuusap paha putih Lisa dan tiba-tiba berdiri dan duduk di pangkuanku, akhirnya tubuh montok itu kupeluk sambil kuangkat kakinya kuletakkan pahanya yang putih mulus dan hangat itu diatas pangkuanku. Perlahan Lisa menatap mataku, kemudian memeluk erat sekali, terasa sekali kekenyalan toket montoknya, meski terhalang kaos tipis yang dipakainya, cukup lama Lisa menyembunyikan wajahnya di bahuku, kemudian dia berkata lirih.

“Bang, aku sayang kamu, aku takut kehilangan kamu”

kubelai rambutnya, ku regangkan pelukannya dan kutatap mata Lisa, dalam hitungan detik, bibir kami saling melumat pertama agak perlahan, sambil kunikmati kelembutan bibirnya, cukup lama kami beratraksi dengan bibir kami dan makin lama pagutan dan ciumannya makin buas, dan kami pun saling melumat bibir.

Perlahan ciuman kami agak melemah, lembut kuciumi lehernya, belakang telinga dan pundaknya, kukecup lembut tanpa suara, tangan kananku mendarat perlahan di dadanya, begitu padat, kenyal dan kencang, sementara tangan kiriku perlahan mengangkat kaos ketatnya. Lisa menengadahkan wajahnya dan membusungkan dadanya sambil mengangkat tangannya, dan segera kulepas kaos ketatnya, betul-betul keindahan toket seorang wanita yg kulihat didepanku, kulitnya yg putih bersih tanpa cacat, ditambah sepasang toket yg montok, padat dan menantang, perlahan kujelajahi dan kusapu lembut gunung indah nan menantang itu, dan perlahan kuusap putingnya yg menonjol keras kecoklatan, mungkin dia sudah terangsang.

“Bang, pantatku kayak ada yg mengganjal nih, dibuka celananya ya bang, biar nggak sakit,” kata Lisa.

Aku berdiri dan Lisa membuka resletingku, melepas ikat pinggangku dan menurunkan celanaku.

“Apa itu bang?” kata Lisa sambil menutup matanya dengan jari yg masih terbuka.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Otot penisku yg sudah membesar dan mengeras sekali, tercetak jelas pada celana pendek katun yg ketat, perlahan kutarik tangan Winda, kutempelkan tangannya menyusuri bonggol keras dari luar celana pendekku, perlahan dan lama-lama Lisa berinisiatif meremas penisku dari luar celana pendekku

“Gimana Lisa?” kataku sambil menatap matanya.

“Bang, aku belum pernah melakukan seperti ini, tadinya malu sekali aku melihatnya, ternyata kemaluan cowok bisa segede ini ya?” katanya sambil tersipu.

“Kalau kamu mau, kamu boleh buka celanaku” kataku.

Perlahan tangan halus itu menurunkan celana pendekku dan tiba-tiba penisku yg sudah tegak dan berdiri keras seolah miniatur tugu monas, Lisa menatap tak berkedip melihat kemaluanku, pelan jarinya mengelus batangku yg tegang seperti kayu, urat-urat yg menonjol dia telusuri perlahan, alamak nikmat sekali, dan garis urat di tengah-tengah bagian belakang ditelusurinya perlahan, penisku berkedut-kedut dan tiba-tiba diremasnya kantong pelerku, sungguh kenikmatan yg luar biasa.

Kutarik Lisa untuk berdiri, kebelai pinggul indahnya, berputar kebelakang meremas bongkahan pantatnya yg bahenol, kupeluk dan kuusap erat punggungnya, perlahan kukecup lehernya, belakang telinganya dan pundaknya, kulihat dan kurasakan kulitnya merinding, Winda mempererat pelukannya dan menempelkan ketat dadanya yg padat membusung ke dadaku, paduan antara kehangatan dan aliran birahi yg mengalir lewat kulitnya.

Lisa yg hanya tinggal memakai CD tipis warna pink, menggoyangkan dan menempelkan ketat kemaluanku yg sudah tegang membesar ke daerah bukit venusnya, meski masih terpisahkan CDnya, namun kurasakan ada kelembaban dari balik CDnya. Kulihat mata sendu Winda menikmati foreplay yg panjang malam itu, kelihatan dia sudah terangsang sekali, dari sorotan matanya dan pelupuk matanya yg agak sembab, serta toketnya yg kencang menantang dengan puting yg mengeras.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Kuraba CDnya dan kuturunkan, Lisa membantu menurunkan CDnya dan melempar dengan ujung kakinya, sambil kucium dan kulumat bibir seksinya, kujamah dan kuremas toket montoknya, dan serta merta kuangkat tubuh telanjang nan mulus itu ke kamar dan kutidurkan diatas kasur bersprei putih bersih.

Sambil tetap menciuminya, aku tidur merapatkan ke tubuhnya, kaki kuangkat dan kugesek-gesekkan diatas paha putihnya, sementara tanganku kembali meremas dadanya yg kian montok dan menggunung dengan puting susunya yg menonjol kecil kecoklatan. Perlahan aku turun menciumi lehernya dan memutar-mutarkan lidahku ke gunung kembarnya bergantian, kusapu hingga basah dengan menyisakan puting, pada bagian akhir nanti, sementara tanganku menjelajah ke pangkal pahanya, menyibak rambut kemaluannya yg halus menghitam itu, kuusap bibir memeknya dan Winda menggelinjangkan pinggulnya.

Kuperhatikan Lisa memejamkan matanya menikmati sentuhan dan rangsangan yg kuberikan, sementara tanpa sadar penisku yg tegak dan keras, diremasnya perlahan dan kadang menguat saat rangsangan datang menguat. Kumainkan ujung jariku menyapu bibir memeknya yg sudah membasah dan kusapu pelan belahan lubang memeknya yg membasah, sambil kujilati putingnya dengan ujung lidahku bersamaan kuputar perlahan kelentitnya dengan ujung jari telunjukku,

Seirama antara jilatan lidahku di ujung putingnya dan usapan ujung jari telunjukku di ujung kelentitnya, serta merta Lisa menggoyangkan pantat dan pinggulnya, menggeleparkan dan membuka lebar pahanya dan membusungkan dadanya hingga kelihatan merangsang sekali, sambil menutup matanya dengan bibir yg membasah dan sedikit terbuka, sementara tangannya menggenggam erat sekali kemaluanku yg masih mengeras dan berdenyut-denyut.

“Uuff mmaas, kau apakan tubuhku ini,” Lisa mengerang menahan kenikmatan. Tubuhnya menggelinjang keras sekali, pahanya bergetar hebat dan kadang menjepit tanganku dengan erat saat jariku masih menyentuh kelentitnya, dan tiba-tiba penisku dicengkeram dengan keras seolah mengajak untuk menikmati orgasmenya dalam foreplay itu.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Kuremas dengan irama perlahan toketnya yg tambah mengeras dan membusung itu dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku terjepit diantara kedua paha mulusnya, kemaluanku diremasnya dan tangan satunya memelukku erat sementara paha dan kakinya menggelepar keras sekali hingga sprei putih itu berserakan tak karuan, orgasme pertama sudah dirasakannya. Tanpa berhenti kumainkan pelan tanpa henti kelentitnya, dan mungkin sekarang Winda sudah terangsang kembali.

“Mas, tolong masukkan, aku ingin merasakannya sayang,” katanya sambil menghiba dan meringis menahan kenikmatan tiada tara yg dirasakannya.

Perlahan aku menaiki tubuhnya, pahaku menempel erat dipahanya yg mengangkang dan kepala penisku menempel di kelentitnya menggantikan ujung jari telunjukku. Sambil kuciumi leher putihnya, pundak dan belakang telinganya, kepala penisku bergerak-gerak mengelilingi bibir memeknya yg hangat dan basah, kulihat Lisa merem melek menikmati benda pejal di bibir memeknya, lidahnya menyapu bibirnya hingga membasah, dan wajahnya memerah dengan mata merem melek tak beraturan.

Dengan perlahan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang penisku ke dalam memeknya, saat kucoba menyelipkan kepala penisku ke mulut memeknya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Winda sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit.

“Aah,”

Namun akhirnya kepala penisku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangatan memeknya, perlahan kumasukkan sesenti demi sesenti, pada sekitar centimeter ke 4 menuju ke 5, Lisa tiba-tiba berteriak dan menjerit.

“Aduh bang sakit sekali,” katanya, “Seperti ada yg menusuk dan nyerinya sampai ke perut,” katanya.

“Aku cabut aja ya?”

“Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini,”

Aku yg sudah merasa kenikmatan yg luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang penisku. Kulihat Lisa meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya penisku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yg belum pernah kurasakan, penisku serasa digigit bibir yg kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali.

CERITA DEWASA NGEXEX DENGAN PEGAWAI PABRIK

Akhirnya kami pun mulai menikmati hubungan badan ini.

“bang rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan penismu bang, rasanya nikmat sekali”

Perlahan aku mulai mengayun batang penisku keluar masuk ke memek Winda, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta penisku untuk dimasukkan dalam-dalam ke memeknya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tdk begitu merasakan sakit di memeknya, dan kupercepat ayunan penisku di memeknya. Winda berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku.

Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan toket besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan penisku seluruhnya di dalam memeknya. “Oh, mmas aku keluar.. Ahh.. Ahh.. Aahh,”

Aku merasakan nikmat yg amat sangat, penisku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di penisku, dan aku yakin penisku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam memek Lisa, sepertinya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.

Beberapa saat kemudian, kubuka sedikit jepitan kaki Winda dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Winda, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari memek Winda, penisku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh penisku keluar masuk dari memek Winda, nikmat sekali rasanya. Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan penisku di memek Lisa, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yg akan meledak dari dalam penisku dan akhirnya.. Croot.. Croooot.. Crosot.. Croot..

Baca Juga : CERITAXEX SYARAT UNTUK MENJADI PNS

Memeknya berdenyut-denyut menikmati aliran maniku yg hangat, sementara kurasakan batangku masih berdenyut-denyut nikmat, kubenamkan batangku dalam kehangatan memeknya yg basah. Kupandang wajahnya yg berkeringat, perlahan kusapu dengan tanganku dan kuciumi dengan penuh rasa sayang, akhirnya kamipun terkulai lemas dan Winda memeluk tubuhku erat, tanpa mempedulikan cairan yg merembes keluar dari lubang kenikmatannya.

da lebih sejam kami tertidur dalam kenikmatan, dan selanjutnya berdua kita berendam dengan air hangat di bathtub, hingga badan pun terasa segar kembali. Setelah menikmati makan malam di cafeteria, akhirnya kami pun kembali ke kamar jam 12.00 malam, mengulangi permainan dengan lebih ganas hingga jam 1 dini hari, kami pun tertidur tanpa busana, dan kupeluk tubuh telanjangnya dalam kehangatan selimut.

Hingga esoknya kuputuskan untuk mengambil cuti sehari dan sebelum checkout jam 12 siang, kami masih menyisakan dua kali permainan di kamar tidur dan di bathtub. Lain kali akan kuceritakan pengalamanku dengan Winda di kampungnya saat aku mengantarnya mudik.

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *