CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

cerita dewasa ngewe karna ngintip teman

CERITAXEX – Suara dari sebelah meja kerjaku yang berjarak dari sebuah lorong tempat lemari arsip, aku kenal suara itu dari teman sekaligus staffku Angel , aku melihatnya lewat jendela ruangan yang memisahkan ruangan kami.

Wajahnya terlihat sangat senang sambil menelepon dan akhirnya aku menghampirinya membuat ia terpaksa menjauhkan Hpnya dari telinganya untuk fokus mendengarkan permintaanku.

“Bagaimana bu?” tanyanya sopan

“Bu.. Bu.. enak aja.. emang aku ibumu? udah teleponnya? Ayok aku lapar nih, ke kantin yuk, nelpon aja lu..”

“Iyah maaf dong” katanya sambil mendekatkan Hp nya ditelinganya,

“Ehh sayang, aduh maksudnya nanti aku telepon lagi yah, si bos ngajak makan siang nih.. byee” katanya sambil terlihat salah tingkah.

“Emang yah kamu.. buruan nikah , sayang.. sayangg” ucapku yang memang sering bercanda padanya karena dia teman akrabku dikantor.

“Yee kakak iri banget.. maklum kak aku kan baru puber.. hehe”

“Lu udah gede juga.. apalagi yang puber?”

“Iya serah lu dah gua ngalah sama yang udah nikah, aku mah apa”

“Ih lu mah,, ayodah keburu jam makan selesai”

Aku dan Angel kemudian menuju sebuah kantin dekat dengan kantor pemerintahan dekat kantor kami,

“Ehh kak apa kabar si Divan, emang ngak apa-apa lu tinggalin dia sama pembantu dirumah?”

“Nggak kok”

“Kalau Joni?” tanyanya

“Kalau dia masih ada pekerjaan diluar” jawabku sambil membayangkan suamiku.

“Kok jadi murung sih kak? maaf dong kalau pertanyaan gua buat kamu sedih

“Kalo dibilang kangen yah kangen, namanya juga suamiku apalagi dia jauh, kamu aja yang cuma beda kecamatan nelpon terus”

“Ih apaan si lu kak, iri banget, namanya sayang.. tapi bener juga sih kak”

Akhirnya obrolan kami sedikit terhenti karena pesanan makanan kami sudah datang dimeja, membuat fokus kami yang asyik bercerita berhenti karena perut yang kelaparan.

Dengan cepat kami berdua menyantap makanan yang terasa begitu lezatnya hingga hanya menyisakan piring kosong dan juga gelas berisi es yang belum mencair.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Waduh ini kita udah hampir telat kak”

“Iya gara-gara kamu asyik nelponan kita jadi telat makan nih”

“Hehe.. ia juga kak.. masih 15 menit nih kak nyantai dulu deh”

“Iya sekalian tunggu nasi nya turun dulu”

Kami berdua akhirnya istirahat dikantin, disana kami bercerita, Angel asyik menceritakan pacar nya dedi yang katanya kaya dan juga baik padanya, selain itu dari foto yang ia lihatkan pacarnya juga begitu ganteng.

Yah paslah dengan Angel yang cantik dan pintar, Walaupun hubungan mereka baru 2 bulan, tapi sudah terlihat keseriusan Dedi padanya yang sering mengantar dan menjemputnya dikantor.

“Aduh ngel.. kita udah sejam loh” kataku baru sadar jam makan siang sudah selesai 1 jam yang lalu,

“Masa iya kak?, ya ampunn aku nggak sadar loh”

“Iya aku juga karna asik cerita”

“Makhlum kak, Pak bupati kan lagi keluar kota”.

“Oh pantas lah, tapi kerjaan kita numpuk nih”

“Iya kak.. yuk kita balik ke kantor kak”.

Dan benar pekerjaan yang seharuskan bisa kami selesaikan ternyata terlambat membuat kami harus lembur untuk menyelesaikannya. Karena bahan yang kami kerjakan harus di berikan ke kepala dinas untuk bahan meeting bulanan bersama para kepala dinas lainnya,

“Maaf yah kak, karna aku kakak jadi ikut lembur”

“Iya ga apa kok ngel, ini kan karna aku juga tadi”

“Makasih ya kak aku jadi nggak enak nih, tapi si Divan pasti undah nunggu ini udah jam 6 kak”

“Oh iya, gimana yah” aku yang baru sadar kalau pembantuku tadi minta ijin pulang duluan.

“Tinggalin aja kak biar anggel yang kerjain sisanya nanti kakak bawa aja sebagian buat besok di kasih ke kepala dinas” kata Angel padaku yang sibuk melihat Hp menelpon kerumahku sendiri.

“Haloo.. iya bentar lagi ini otw pulang, terimakasih yah mbak” ucapku  setelah tahu pembantuku yang menjaga Divan belum pulang.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Aku segera membereskan berkas yang akan dipakai besok lalu aku segera meninggalkan Anggel sendirian dikantor.

Kantor yang sudah sepi pada jam segini, jarang banget ada yang lembuar dan masih bekerja kecuali memang sudah kepepet seperti aku dan angel.

Saat aku berjalan ke parkiran belakang kantor, aku melihat sebuah mobil yang sering menjemput Angel dan kulihat pria yang sedang duduk menunggu didalam mobil dan asap yang keluar dari kaca mobil tersebut.

“Ehh.. ibu sudah selesai?”

“Ia.. mau jemput angel yah, waduh kasihan harus nunggu, paling 30 menit Angel sudah seleesai, ada sedikit kerjaan tadi” kataku menerangkan sambil membuka pintu dan memasukkan berkas di jok sebelahnya

“Ia ga apa bu udah biasa”

“Kamu setia yah sama Anggel, ehh aku pergi dulu” ucapku yang langsung masuk mobil dan menyetir arah pulang.

Untung jalanan di sore hari tak terlalu macet, perjalanan pulang dari kantor kerumah ku hanya 10 menit karena rumah ku dengan kantor tidak terlalu jauh, setelah sampai dirumah ku parkirkan mobil dan masuk menemukan anakku yang sudah tertidur, disamping pengasuhnya,

“Maaf mbak aku ada kerjaan dadakan”

“Ia ga apa bu, udah dari tadi sih tidurnya, capek mungkin seharian main air di kolam” ucap pengasuhnya.

“Aduh mbak maaf yah, owh ini buat mbak” kataku sambil memberi uang tips tambahan.

“Nggak usah bu, lagian nggak jadi juga kegiatan dirumah.

“Saya jadi enggak enak mbak, anggap aja uang lembur, ambil aja yah”

“Saya yang jadi nggak enak mbak”

“Gpp ini ambil” ucapku sambil memberi sedikit tips pada pengasuh anakku ini karena memang pekerjaannya yang bagus.

Melihat anakku yang tertidur, aku menberikan kecupan, lalu aku teringat dengan berkas dimobil yang harus aku siapkan besok, kemudian aku melangkah menuju mobilku,

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Ya ampun kok ini sih, ini salah nih” ucapku sambil mencoba menghubungi nomor Angel berkali-kali namun tak ada jawaban.

“Aduh, besok dipakai lagi.. gimana nih” ucapku sambil termenung.

Aku menuju kamarku menggendong anakku yang tertidur lelap, kemudian memasukkannya dalam mobil dan membawanya bersamaku menuju kantorku kembali.

Saat aku tiba, suasana kantor sudah lumayan sepi tapi aku masih melihat mobil pacarnya Angel, tapi tidak dengan orangnya

“Syukurlah mungkin angel masih beres-beres” ucapku yang kemudian turun meninggalkan anakku sendirian dimobil menuju ruangan kantorku.

“Loh kok udah gelap yah.. aduh cari penjaganya lagi” ucapku yang ingin mencari penjaga gedung siapa tahu masih ada berkasnya dan tak dibawa pulang oleh Angel.

Tapi sebelum berjalan jauh, dari luar aku melihat ternyata pintu kantor terbuka sedikit sehingga kuputuskan untuk melihat dulu. Kebetulan tadi setelah pulang aku mengganti sepatu kerja dengan sendal yang aku paaki sekarang sehingga kedatanganku tidak terlalu berisik.

Sesampai didepan pintu, aku mendapatkan pintu sedikit terbuka dan dari dalam ada sedikit cahaya dari ruang arsip yang tak memiliki jendela. Memang dari luar tadi ada sedikit adanya cahaya dikarenakan terhalang oleh lemari yang menutupi ruangan itu. Ruang arsip itu terletak persis disamping kiri ruangan kalau dari pintu masuk, dengan pintu ruang arsip menghadap kearah matahari terbit, tempat dimana tadi aku melihat cahaya dari luar tapi memang terhalang oleh lemari besar disamping kanan pintu.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Suasana yang seperti ini dan gelap membuat aku penasaran untuk mendekati ruangan arsip yang masih menyala, Baru jalan beberapa langkah menuju ruang arsip pas didepan pintu aku mendengar suara aneh dari dalam ruangan. Saat aku sudah lebih dekat dengan ruangan itu suara itu menjadi lebih keras. Wajahku berusaha melihat kearah dalam namun yang pertama ku lihat cuma lemari yang bersandar pada tembok. Yah ruangan ini hanya berbentuk 7×2, sehingga apa yang aku lihat pertama adalah lemari. Wajahku berusaha untuk melihat kearah dalam lagi namun tubuhku terhenti seolah hanya mengijinkan wajahku untuk masuk

Setelah kulihat didalam ini sungguh diluar dugaan, aku melihat Angel sedang berdiri nyender pada lembari besi dibelakangnya, dan wajahnya seperti merigin memperlihatkan pesan dengan mulut yang terbuka membentu huruf  “O” dengan mata meram melek. Suara aneh itu semakin terdengar bercampur dengan suara seraknya. Aku mengarahkan pandanganku kearah bawah asal suara itu berada, namun yang hanya kulihat hanyalah meja yang menghalangi untuk melihat sosok yang ada dibawah sana, disana ada yang berjongkong sambil kepalanya di remas Anggel yang terlihat pasrah tubuh bagian bawahnya mengeluarkan suara becek yang khas.

“Astaga angel” kataku yang serak hampir tak keluar suara akibat shock melihat kejadian ini.

Kulihat kaki Angel diangkap pada kursi didepannya sedangkan roknya terangkat hingga pinggulnya, diatas meja bahkan bisa kulihat celana dalamnya tergeletak disana, Tubuhku merinding melihat semua ini, sebuah sensasi yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya, tubuhku terpaku disana sedikit memepetkan diri pada tepi pintu agar tak terlihat oleh Angel yang terlihat sedang menikmati permainan dibagian bawahnya.

“ Cleckhh.. Clecckk.. Cleckk.. Slurpp.. “ bunyi suara-suara aneh yang terdengar jelas

“Owhh Awhhh mhhh” desah pelan Angel, dimana kedua tangannya berpindah beberapa kali menutup mulutnya dan meremas rambu dan kepala pria yang berada dibawahnya.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Sekitar 2 menit aku didepan pintu yang melihat nya, hingga akhirnya sebuah tangan dan tubuhku merangkulku dari belakang dimana tangannya mengancing kedua tanganku yang sedang menekuk hingga aku tak bisa bergerak, tangan kanannya menutup mulutku beserta dua telapak tangannya yang memang sudah berada sejak tadi

“Bu jangan berisik ini aku Dedi” kata orang berbisik pelan dibelakangku.

Aku tersentak kaget, rasa marah, takut dan gugup bercampur pada dalam diriku,

“Ibu ngapain? bukannya tadi sudah pulang?” tanya pria yang masih belum kulihat wajahnya

“Arghttt”

Terdengar suara erangan Angel dan lenguhan suara didepan kami, sebuah suara angel yang keluar dari bibirnya, Tubuh Angel menggeliat mengeluarkan suara berisik dari gesekan tubuhnya dengan lemari dibelakangnya.

Aku dan pria yang mendekatpku sempat terdiam saat sebelum akhirnya kami sedikit bersembunyi karena sosok dibawah tubuh Angel berdiri dari posisinya tadi.

Kini aku bisa melihat sosok orang yang mendekapku karena posisi kami saling berhadapan, ia masih memepet tubuhku dan menutup mulutku dengan telapak tangannya, sedangakan kedua lenganku tertekuk dan ia tekan area dadaku.

Pria ini  yang sering kulihat bersama Angel, yang tadi juga sempat aku sapa sebelum pergi meninggalkan kantor, Pria yang tingginya 180 cm dan berbadan tegak ini adalah Dedi pacarnya Angel

“Neng Angel udah puas yah? sekarang gantian yah, nungging dong neng bapak mau masukin” kata pria tersebut

“Tunggu pak Angel basahin dulu..”

“Nggak usah neng, punya kamu kan udah becek tuh, bapak juga udah nggak tahan, kasihan tu pacar kamu udah tungguin didepan” kata pria tersebut.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Aku saat itu terdiam mendengar ucapan pria yang sangat kukenal itu, tanpa melihat pun aku kenal dengan suara itu, aku tahu kalau dia pak Ari seorang kepala keamanan digedung ini. Ia sering menyapaku dan pernah meminjam uang padaku.

“Ssshhhtt.. Ouuhhhh Pakkk.” desah Anggel terdengar seperti bergetar.

“Ouhh neng” desah pak Ari

Karena desahan ini, terlihat Dedi penasaran dan menggeser tubuh serta kepalanya melihat kedalam ruang arsip dan karena posisi ni juga tubuh Dedi memepet tubuh kecilku

“Ouhh pak.. bentar.. bentar.. jangan cepat-cepat yah pak, nanti punyaku lecet”

“Ia neng maaf, habisnya udah nggak tahan meng, tapi kalau pelan-pelan lama loh keluarnya, kalau pacar neng datang gimana”

“Bapak sih nggak sabaran, kan udah angel bilang besok aja”

“Trus gimana dong neng, tanggung nih

“Udah nggak apa lanjutin aja, Angel tadi udah suruh pacarku buat ngantarin berkas kerumah Ibu Desi paling setengah jam lagi sampe”

Obrolan singkat yang dilakukan Angel dan pak Ari ini membuat aku semakin berpikir kalau apa yang sedang mereka berdua lakukan ini tanpa ada unsur paksaan sedikitpun.

Tak seperti diriku, aku dipaksa untuk tetap diam dan tak boleh bergerak oleh Dedi bahkan tubuhnya dan tembak bekerja sama memepet tubuhku. Konsentrasiku disini mulai pecah antara mendengarkan obrolan  dan menyeimbangkan serta mengendalikan tubuhku

Karena apa yang kurasakan ini sangat berbeda. Ada seorang pria bertubuh tegap dengan dada bidang sedang bersentuhan dengan tubuhku, meskin masih berpakaian lengkap tapi itu membuat aku mulai tersengal. Seperti hormon yang membuat nafasku mulai berat dan tubuhku semakin sensitif. Hawa yang aku rasakan mulai berbeda,

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Apakah ini Nafsu, ohh tidak..!” ucapku yang mulai merasakan suasana yang terjadi pada tubuhku

Kini aku diam terpaku, aku mencoba mengontrol tubuhku tapi terlihat jalur sensorik ditubuhku lebih merespon otak yang tak kusadarkan. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyadarkan diriku dari semua ini, tapi malah sentuhan tangan Dedi dan pepetan tubuhku membuatku semakin terbawa arus.

“Owhh ouhh pakk.. dimasukin semua ya pak?” desah Angel sambil bertanya.

“Ia neng bapak masukin semua, padahal semalam gak bisa ya kan”

“Ihh pak pelan-pelan dong pak, jangan dimasukin semua.. Angel takut pacarku curiga kalau vagina Angel nggak sempit lagi”

“Hehe.. ia neng maaf dong” ucap pak Ari.

Suasana ruangan ini sekarang bising oleh suara-suara desahan Angel dan pak Ari . Angel terlihat menikmati permainan dari pak Ari yang menggenjot dirinya, aku tak tau mereka sedang melakukan gaya apa karena aku tak bisa melihat adegan mereka.

Tubuhku semakin tegang dan sensitif pelan mendengar suara desahan pak Ari dan Angel, dan sekarang aku tahu bukan aku saja yang nafsu seksnya naik tapi Dedi juga. Walau tak bisa aku melihatnya namun bisa kurasakan kalau perut atasku terganjal oleh sesuatu antara aku dan Deddi yang semakin lama mengeras.

“Sssstt oouhh yeaahh mmhhhpp ssttt…” desahan yang keluar dari mulut Angel dan pak Ari yang dari dalam ruangan tersebut.

Mungkin kalau bibirku tak ditahan oleh tangan Dedi aku juga sudah mendesah seperti Angel. Karena tak kuat menahan nafsu aku menutup mataku, berusaha untuk fokus mengatur nafas dan juga pikiranku. Tapi tiba-tiba aku dikagetkan oleh gerakan Dedi yang berbisik ke telingaku,

“Bu Desi kenapa? kok tutup mata gitu?” tanya Dedi pelan

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Ibu sange yah dengar mereka?” tanya Dedi lagi

“Ibu mau lihat? Tapi jangan berisik yah nanti kita ketahuan disini” kata Dedi sekali lagi sambil menahan pinggulku dari belakang.

Kemudian dengan sebuah gerakan Dedi membuatku berpindah dari yang aku bersandar di tembok berhadapan, sekarang aku menggantikan posisi Dedi yang mengintip tadi dan akhirnya aku bisa melihat pak Ari dan Angel didalam.

Sementara Dedi yang memeluk tubuhku dari belakang dan kembali menutup mulutku dengan tangan kirinya. Ingin aku melepaskan diriku dari pelukannya namun aku tak sanggup karena memang Dedi kali ini lebih erat memelukku dan juga membisikkan sesuatu ancaman,

“Ibu jangan berisik yah, nanti kita ketahuan disini” Ucap Dedi sekali lagi.

Dengan keadaan seperti ini, aku bisa melihat apa yang Angel dan pak Ari lakukan didalam, dengan posisi berdiri dengan kaki angel yang diangkat diatas kursi dengan rok panjang Angel yang terangkat hingga pinggulnya memperlihatkan pantatnya yang sudah tak memakai celana dalam, sementara itu pak Ari berdiri tepat dibelakang Angel dengan celananya yang posisinya berada dibawah lantai.

Tangan pak Ari bisa kulihat sedang bermain pada buah dada Angel yang menggantung, tapi semua itu  membuat tubuhku terdiam dan mataku melihat tajam pada bagian bawah pak Ari dan Angel.

Terlihat penis yang besar  berwarna hitam yang sudah mengganjal vagina Angel, mereka tengah berpacu dalam nafsu seks mereka, pinggul mereka saling bergoyang menikmati pada kelamin masing-masing yang saling bersentuhan. Sementara mata mereka tertutup untuk merasakan kenikmatan pada gesekan penis dan vagina mereka tanpa sadar ada 2 orang yang sedang melihat aksi mereka.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Sstt ahh mmhhh ssshh aaahhh…” desah Angel berusaha mengulum bibirnya agar tak terlalu berisik. saat kami melihat apa yang terjadi dengan teman kerja ku, tubuhku sangat rapat dengan Dedi, bahkan bisa kurasakan ganjalan diantar pantatku yang perlahan sengaja digerakkan.

Kepalaku kini bersandar pada dada Dedi yang lebih tinggi dariku, sementara tangan Dedi yang satunya terasa mengelus perutku. Sesaat aku ingin keluar dari keadaan ini tapi aku tak mampu melepaskan semua ini,

“Apa yang dilakukan oleh Dedi kepadaku?, apa aku harus menikmati perlakuan Dedi?, oh tidak aku tidak bisa aku sudah bersuami, tapii..”

Sudah berbulan bulan suamiku tak ada disampingku, awalnya bulan pertama bisa aku sesuaikan dengan diriku tapi setelah itu aku merindukannya kasih sayangnya dan sentuhannya,

Untuk pelepas lara dan rindu aku sering menelponnya setelah pulang kantor, tapi 3 bulan ini aku jarang menelponnya karena suamiku sedang sibuk dengan tugas kantor dan kuliahnya, sekarang aku jadi susah berkomunikasi dengannya. Sesuatu yang ku ingin saat ini tapi belum bisa kulakukan dengan suamiku. Biasanya aku sengaja menggodanya dengan mengirimkan foto binalku padanya dan mengakhirinya dengan video call sex.

Tapi seperti yang kuceritakan belakangan ini kami sudah tidak melakukannya, paling seminggu sekali karna kesibukan masing-masing yang menjadi penghalangnya. Aku sendiri bisa dibilang seorang wanita dengan nafsu seks yang besar dan suamiku tahu itu sejak awal pacaran, bahkan bisa dibilang dialah yang membuatku seperti sekarang ini.

Ditinggal sendiri oleh suamiku seperti menumpuk hawa nafsu seks yang ku tahan dan gak tahu kapan harus ku ledakkan, tapi seperti nya sebentar lagi hawa nafsu kepuasanku akan meledak,

“Tapi kenapa tubuhku tak bisa diajak kerja sama” kataku dalam hati.

Tubuhku sepertinya semakin dikuasai birahi, sentuhan dan perilaku Dedi semakin membuat getaran yang menguasai tubuhku.

“Owhh Shtttt” desisku perlahan yang langsung aku tutup dengan tanganku.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Sementara tangan kananku berusaha menangkap tangan yang membuatku mendesis.

Karena terbawa suasana, aku sampai tak sadar dengan tangan Dedi yang sudah melepas tangannya dari mulutku, sehingga harus kututupi dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kanan Dedi berada di pinggulku sudah berpindah pas dipayudaraku, Ia meremas dari luar baju kantor yang kupakai.

Tangan Dedi menyergap payudara kananku dimana. Aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata untuk memberhentikan Dedi berhenti, mulutku diam dan takut untuk mengeluarkan suara karna jika aku berbicara ini akan mengakibatkan kebisingan yang mengakibatkan keberadaan kami diketahui pak Ari dan Angel didalam ruangan.

Aku mulai berusaha menyingkirkan tangan kanan Dedi tapi usahaku sia-sia karena tangan Dedi yang lebih besar dari telapak tanganku, ia tetap meremas payudaraku dengan perlahan,

“Awhh.. Shhttt” Aku terjekut dengan perlakukan Dedi, aku dibuatnya sedikit mendesah

Tangan kiri Dedi kali ini lebih berani menjamah tubuhku, kali ini ia menekan bagian depan selangkanganku dari luar dengan jarinya membuat aku merasakan sentuhan dibagian sana.

Dengan spontan aku menghindari perbuatan Dedi yang satu ini tapi gerakan menghindar kebelakang malah membuat pantatku semakin merasakan ganjalan dibelakang dengan sentuhan baru bagian depan tubuhku.

Dengan posisi ini dan sentuhan yang sensitif membuat wanita mana saja pasti akan menumbuhkan nafsu seksnya, begitu juga dengan ku, nafasku semakin memburu, dan vaginaku mulai basah.

Mataku mulai sayu, daya tahan tubuhku seperti kehilangan kekuatan untuk berdiri lebih lama dan semua ini karna sentuhan yang kuterima dari Dedi dan ditambah lagi dengan suara dan adegan pak Ivan dan Angel didepan kami.

Jari dedi semakin kuat didaerah selangkanganku walau aku sudah berusaha memepet kakiku. Tubuhku hampir tak kuat lagi, sehingga tangan kiriku tunrun dan menghalang tangan Dedi,

“Jangann” ucapku pelan

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Lirih dan sekaran tepat ditelinga Dedi, dimana kepalanya kini menunduk dan ia letakkan dibahu kiriku,

“Ibu terangsang yah lihat mereka?” tanya Dedi sekana tak nyambung dengan konteks yang kuucapkan.

Aku lega karena setelah itu tangan Dedi berhenti menekan selangkanganku, tapi tak lama ia menggapai payudaraku kembali sehingga kedua payudaraku dari luar sudah disentuhnya.

“Jangan dibuka” kataku kembali saat tangan Dedi ingin membuka kancing depanku

“Udah bu diam aja, nanti ketahuan loh” katanya sambil melepaskan kancing bajuku.

Dedi terlihat terburu dengan aksinya sehingga ia berhasil menyentuh kulit payudaraku dan memasukkan tangannya kedalam bra dan menyingkapkan payudara kiriku sudah berada diluar bra dan bajuku. Dedi langsung menyentuh puting payudaraku yang berwarna coklat kemerahan

“Sst.. Jangannn” ucapku dengan suara yang serak

Dedi tak menggubris ucapanku bahkan setelah ia berhasil melepaskan kedua payudaraku dan memainkan kedua puting payudaraku.

Dengan posisi ini terlihat, ledakan bom yang sudah kutahan berbulan-bulan berada pada detik terakhir. Saat aku sudah tak bisa mengontrol tubuhku,

“Ded.. jangan disini.. aku bisa mendesah kalo disini.. kalau mau kita main diluar aja” kataku menahan kepalanya dimana lidahnya yang sedang menjilati sedikit buah dadaku”

Tapi dedi tak menghiraukannya

“Diluar aja.. Jangan disini” kataku sekali lagi dengan mata sayu.

“Oke diluar aja yah” jawabnya mengiyakan permintaanku

Antara lega dan kuatir, kata-kataku berhasil menghentikan aksi Dedi yang pasti akan membuat kami ketahuan karena desahan, Belum lama aku berpikir, aku sudah dikagetkan dengan tubuhku yang melayang, yang ternyata Deddi menggendong tubuhku secara tiba-tiba.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Terlihat ada kesulitan saat ia menggendong tubuhku saat melewati lorong tersebut, saat sampai dimobilnya yang terparkir disebelah mobilku, tanpa menurunkanku terlebih dulu ia membuka bagasi mobilnya dan ia memasukkanku kedalam bagasi mobilnya. Dedi terlihat terburu-buru ia langsung mentelentangkan badanku diatas kursi yang sudah rata dibagian bagasi belakang. Tapi dengan cepat dan jarak kantor dengan mobil membuat aku tersadar.

“Tunggu ded aku ini udah bersuami” kataku berusaha memasukkan kembali payudara yang dilihatnya

“Sudahlah bu, aku tahu itu kok, dan suami ibu kan sekarang gak bisa memenuhi kebutuhan Ibu? Bukti nya Ibu menikmati perbuatanku tadi” katanya yang membuatku sedikit terdiam.

“Tidak kok.. aku..” belum selesai aku berbicara,

“Sudah bu.. kita sama-sama tahu kok.. jangan munafik dehh” katanya sambil masuk dalam mobil, lalu aku reflek munduk karena posisi Dedi yang mencoba mendekatiku

Terlihat ini yang ia inginkan karena setelah ia menutup pintu mobilnya aku tak bisa berbuat apa-apa ketika Dedi memeluku dengan ganasnya dan ia mulai membuka satu persatu kancing bajuku,

“Jangan.. aku bisa teriak loh”

“Udah lah bu jangan ngelawan, ibu sendirian yang minta diluar tadi, lagian kalau mau teriak harusnya udah dari tadi. Satu lagi bu, kalaupun ibu teriak disini nggak ada siapa-siapa, tadi satpam lagi didalam lagi asik main dengan pacarku”

Kata-kata dedi membuatku terdiam sebentar dan ia beraksi lagi mulai dari melepaskan pakaianku kemudian aku kembali menahannya.. Membuat ia menjadi sedikit emosi dengan nada yang sedikit tinggi tapi tidak membentak,

“Apalagi sih bu.. kalau ibu banyak nahannya makin lama kita, kalau lama kita bisa ketahuan, kalau ketahuan Ibu mau main sama satpam didalam?” kata Dedi yang membuatku bingung.

“Maksud kamu apa?”

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Aduh bu.. ngak mungkin Angel mau sama tuh satpam tanpa ada alasan” katanya menjelaskan

“3 minggu lalu aku dan Angel ketahuan sama satpam kantor, trus pak Yadi memergoki kami, biar damai akhirnya kami kasih uang, ditukar sama Hpnya, cuma nggak tahu kenapa tu bisa main sama Angel, aku curiga dia punya rekaman lainnya”

Belum sempat aku berpikir kata-kata Dedi, ia sudah menyergapku dan kembali melepaskan bagian dadaku sehingga payudaraku kembali keluar dibuatnya, posisi Dedi menindihku ,ia duduk mengangkang diatas perutku dimana kakiku sedikit tertekuk karena ruang mobil yang tak terlalu besar,

“Akhh” desahku saat dedi menggapai putingku

Terasa permainan lidah Dedi pada puting kananku yang kemudian ia sedot,

“Ihh ada asihnya” kata Dedi setelah menyedot sedikit asi payudaraku,

Ia melihatku dengan tatapan senang, sedangkan dengan sayu aku menatapnya melalui bantuan cahaya dari luar yang sangat sedikit,

“Ahh” desahku lagi saat Dedi mengeyot putingku lagi

Aku yang tadinya tidak sange lagi dibuaat nya sange, permainan lidah dan tangannya pada payudaraku membuat aku kembali terbang ke nafsu seksini. Tanpa sadar aku sudah berada dalam kuasa Dedi. Tanganku yang tadi menahan tubuh Dedi malah sekarang merangkul dan meremas lembut rambut kepala Dedi.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Hisapannya berpindah kekanan dan ke kiri mencari casi pada kedua payudaraku dimana biasanya anakku yang meminumnya. Ada perbedaan antara kenyotan anakku dan dedi, terasa lembut kenyotan pria dewasa ini dibanding anakku dan terkadang aku merasa gigitan halus yang membangkitkan birahi dibanding gigitan menyakitkan yang biasa aku terima dari anakku

Dan semua ini mengingatkanku kembali kepada suamiku yang beberapa bulan lalu pernah beberapa kali mencuri Asi saat kami melakukan hubungan badan

“Baru kali ini aku merasakan asi lagi bu.. ternyata enak juga yah” kata Dedi sementara kedua tangannya kembali memainkan puting payudaraku

Mataku langsung terbuka saat kepala Dedi turun, tapi kali ini bukan payudaraku yang diincar melainkan bibirku yang ia incar. Sedikit aku kaget tak menyangka ia akan memagut bibirku, mencari dan menyedot bibir atas dan bawahku, kemudian berusaha memasukkan lidahnya kedalam.

Awalnya sedikit melawan tapi dengan seiring waktu dan kebringasan Dedi melahap bibirku akhirnya aku kalah dibuatnya dengan liarnya dia. Suamiku saja tak pernah begini kepadaku. Karena biasanya aku yang bertindak seperti ini pada suamiku, lalu kali ini ada pria lain yang bertindak liar pada diriku

Diriku seperti dibajak sehingga tak terasa aku sedikit membalas pagutan liar Dedi saat itu dan seperti yang diharapkannya akhirnya kami bertukaran air ludah.

Udara semakin panas begitu juga pagutan kami, aku seperti kehilangan akal kalau pria yang sedang kulayani bukanlah suamiku. Bahkan aku tak menyadari kalau Dedi sudah tak lagi menindihku dan tangannya sudah tak lagi memainkan putingku

Bahkan aku mengangkat pinggul dan bokongku saat aku rasakan ada yang menyentuh bagian lain di tubuhku. Yang kurasakan adalah telapak tangan yang sudah berada diatas selangkanganku yang sudah terbuka lebar dengan rok yang sudah tersingkap. Dimana tangannya sudah menyusup ke celana dalam yang masih ku pakai.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Mmmppppttt…” desah yang terhalang pangutan panas antara aku dan Dedi

Jari dedi ternyata sedang menggesek vaginaku dan jarinya memainkan klitorisnya. Tubuhku seakan sudah dikuasai oleh sentuhan Dedi. Aku merasakan bagaimana jarinya yang mulai masuk ke dalam vaginaku saat kami saling berpagutan. Saat itu dia tidak terlalu lama memainkan vaginaku yang sudah basah ini,

“Shtt ahhh” desahku saat pagutan kami terlepas

Aku menarik nafas ketika Dedi melepaskan celana dalamku hingga lututku. Aku berusaha untuk sadar membuat mata karna rangsangan Dedi. Akuu melihatnya kini sudah berada di depanku dan tak lama kemudian aku merasakan sentuhan benda lain seperti bukan tangannya berada di bibir vaginaku.

“Tunggu..” kataku untuk menahan perlakuan Dedi, ketika tahu yang berada dibibir vaginaku adalah penisnya

Dedi terlihat kaget ketika saat aku menahannya,

“Tunggu bentar ded.. jangan dimasukin dulu”

“Ahhh lama” belum selesai aku berbicara dia langsung memasukkan penisnya

Aku bisa merasakan desakan penisnya yang masuk tanpa halangan dibantu cairan vaginaku. Panas dingin aku rasakan menyelimuti tubuhku, kepalaku tiba-tiba seperti sangat ringan dan kemudian tiba-tiba sangat berat. Kekuatan dilengan dan kakiku juga seketika menghilang seiring tubuhku yang mulai bergoyang.

Didepanku sosok pria yang bukan suamiku, pria yang tak begitu dekat, dan baru beberapa kali saja aku bertemu dan berjabat tangan dengannya, selebihnya hanya cerita-cerita yang di bicarakan oleh Angel pacarnya sehingga aku bisa mengenal dia.

Aku hanya bisa melihat perbuatannya yang tengah menikmati vaginaku dan dia menutup mulutku yang bawel ini.

Keadaan dimana kelamin pria dan wanita bertemu, keadaan yang akan menimbulkan rasa nikmat tak terlukiskan. Rasa yang sudah 6 bulan ini tak aku dapatkan dan semakin hari semakin menggebu-gebu, hingga terjadilah seperti ini.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Kedua kakiku tertekuk dibuatnya dalam posisi rapat dan diletakan di atas pundak kirinya dimana betis kakiku yang menganjal disana, sementara kedua tangannya menahan dan memeluk kedua kakiku agar tak terlepas. Pinggulnya bergerak, mulai ia percepat seiring dengan hujaman-hujaman kenikmatan yang mulai aku rasakan nikmatnya.

“Plak..plakk..plakk..” bunyi dibawah sana.

“Ouuhh bu.. Nikmatnya.. Padahal udah pernah lahiran.. Masih nge-grip gini..” ucap Dedis ambil terus bergoyang.

Kedua kakiku kemudian ia buka mengangkang, setelah ia melepaskan semua celana dalamku dari tubuhku yang masih nyangkut di kakiku, setelah itu ia angkat kakiku keatas pundaknya,

“Uhh.. Gini aja yah.. Kalau kayak tadi jepitannya kerasa banget, hampir keluar aku” ucap Dedi sambil sedikit ia menarik napas dan berhenti menggoyangkan pinggulnya.

“Sssttt ahhh.. Mmppttt…” desahku yang kemudian sedikit aku tahan dengan mengulum bibir ku.

Dedy hanya bergoyang kecil namun ia mulai menyentuh klitorisku dengan jempolnya dan memainkan serta meremas puting payudaraku sehingga aku mendesah karena titik sensitifku diserang bersamaan.

“Enak yah bu diginiin..? Sampai mendesah gitu.” ucap Dedi menggodaku sambil mulai bergoyang pelan dan kembali memainkan jemarinya..

“Jangan ditutup dong mulutnya, kalau mau mendesah, mendesah aja bu.. “ ucap Dedi sambil menarik kedua tanganku dari mulutku.

Aku masih tetap mengulum bibirku berusaha agar tak mendesah, karena kalau aku mendesah sama saja artinya aku menikmati ini semua. Namun nampaknya Dedi tak kehilangan akal untuk membuatku takluk.

Ia yang hanya bergoyang pelan kemudian aku rasakan menarik penisnya sedikit lebih jauh hingga hampir keluar namun kembali ia masukan dari lewatkan kedalam hingga mentok dengan sekali hentakan..

“Plakkk….” bunyi peraduan selangkangan kami.

“Ouuuggggghhh.” suara desah yang aku keluarkan lebih ke arah perih karena hentakannya itu aku rasakan mentok mengenai rahimku.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Sudah bu nggak usah jaim.. Nikmati aja.. Kalau mau desah, desah aja.. Nikmat ini.. udah terlanjur juga.” ucap Dedi lalu kemudian ia mulai bergoyang kembali dengan tempo yang mulai cepat..

“Gimana nikmat kan.. Apa diginiin?” ucap Dedi yang kemudian menurunkan badannya mendekati ku sehingga kedua kakiku jatuh tak lagi di pundaknya.

Denny yang kini berada di atasku lalu meremas dan memainkan puting payudaraku dan seketika aku merasakan sebuah hisapan kembali terjadi di putingku..

“Sshh ahh mhh ahhh.” desahku kali ini tak tertahankan..

“Oohh di kenyot dulu nih baru mau ngedesah.” ucap Dedi yang nampak menemukan kelemahanku..

“dahh.. Ssssttthh ahh jangan…. Mmmmpptt ahhh ssstthh ahhh uhhhh..” desahku semakin menjadi-jadi karena Dedi begitu lihai berpindah mengentot dan menghisap puting kiri dan kananku..

“Aahh gimna enakan gini kan bu.. Btw asinya tambah banyak aja, jadi nggak haus lagi nih..”

“Sstt ahhh.. Ouggh udah jangan.. Ahh sstt…” ucapkan yang tak tahu lagi apa yang aku ucapkan saking nikmat diperlakukan Dedi.

Tanpa sadar aku merangkul kepala Denny yang asik beroperasi di kedua payudaraku dan melingkarkan kakiku erat di pinggulnya sementara ia terus mengenjotku, desahanku pun semakin keras dan tak terkontrol..

“Ouhh mmhh ahhh sstt ahh aku.. aku…. Akuu mauu…” ucapkan terbata-bata..

“Aaaaaarrrggghhhttt….” sebuah lenguhan panjang aku keluarkan seiring bergetarnya tubuhku dan keluarnya cairan cinta dariku yang menandakan aku sudah menggapai orgasmeku…

Dedi sendiri nampaknya mengerti dengan apa yang aku alami sehingga ia memberi ruang dan menghentikan genjotannya. Kepalaku saat itu sangat ringan dan juga terasa tulang-tulang di tubuhku seperti terlepas dari sendi-sendinya…

Sebuah orgasme yang aku dapatkan, sungguh luar biasa meski dalam situasi yang tak aku inginkan.. Nafasku masih memburu namun perlahan mulai mereda..

“Uhhh bu.. Nikmat banget emootannya.. Aku mau keluar juga nih… Kalau ibu gini terus aku bisa keluar di dalam loh.” ucap Dedi berbisik hingga menyadarkanku.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

“Jangan.. Jangan didalam Denn.. Diluar.. Aku sedang subur..” ucapku sedikit sadar walau masih memejamkan mata.

“Gimana mau di luar bu.. Ibu aja dudukin saya.. Nggak bisa gerak nih..” ucap Dedi yang akhirnya membuat aku membuka mata.

Aku sedikit terkejut karena posisiku saat ini merangkulnya erat sembari tubuhku tegak menduduki tubuh Denny, sejak kapan? Kenapa aku tak sadar..

Tapi benar kata Denny kalau dalam posisi ini ia tak bisa menarik penisnya keluar.. Akhirnya aku sedikit mengangkat pinggulku dibantu dengan Dedi karena kekuatanku masih belum pulih.

Setelah itu akhirnya Dedi menarik penisnya keluar dari vaginaku lalu ia mulai mengocok penisnya dan kemudian..

“Ahhhhh…..” desah Dedi juga sedikit bergetar.

“Crott..crott.. Crott…” Dedi terlihat sudah menembakan pejunya.

Yah benar.. Peju Dedi benar2 terlihat.. Terlihat melayang diantara sela2 tubuh kami, muncrat kemana-mana terutama mengenai bajuku dan atap mobil saking kuatnya semprotan itu..

Untung saja aku sempat menarik tubuhku, berpindah sebelum ia memuncratkan pejunya, kalau tidak dengan semprotan seperti itu bisa saja langsung mencapai rahimku..

Aku sedikit tertegun ketika dalam posisi ini membuatku harus melihat tubuh bagian bawah Denny, penis Denny yang baru saja mengalami ejakulasi terlihat penuh di tangannya..

“Gede.” celetukku dalam hati ketika pertama kali dengan mata melihat penis Dedi.

“Maaf bu muncrat kemana-mana.” ucap Dedi yang kemudian bergerak ke depan mengambil tissu dari dasboardnya lalu berusaha membersihkan sisa-sisa peju di bajuku dan langit2 mobilnya dan sedikit di hijabku.

Aku saat itu hanya terdiam sambil berusaha mencari dalamanku dan menutup kembali kancing baju dan bra yang memang sengaja aku beli dengan model memudahkan untuk di buka dari depan, karena aku masih menyusui anak ku.

“ini bu dalemannya.. Makasih yah.” ucap Dedi sambil menyerahkan dalamenku.

CERITA DEWASA NGEWE KARNA NGINTIP TEMAN

Aku tak menjawabnya hanya meraih dalemanku kemudian tanpa memakainya aku menurunkan rokku yang tadi disingkap Dedi hingga pinggul ku. Dedi sendiri lalu kemudian membuka pintu belakang mobil sehingga dinginnya udara kembali menyegarkanku yang basah oleh keringat akibat permainan singkat kami..

“Mau langsung pulang yah bu.. Ini berkas nya yang tadi dititip.” ucap Dediketika melihatku masuk dalam mobilku..

Masih tanpa suara aku tak menghiraukannya karena kesadaranku sudah pulih benar, aku hanya mengambil berkas itu kemudian membawa mobil ini keluar dari kantorku dimana anakku Aldi masih terlelap di kursi depan… Begitulah malam tak terduga yang aku alami….

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *