CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI – Perkenalkan, namaku Rara, umurku 24 tahun. Aku memiliki kehidupan seks yang cukup menarik. Temanku memberitahuku mengenai situs
Hausex69 dan CeritaXeX, aku langsung tertarik untuk ikut mencurahkan kisahku di situs ini. Semoga kisahku ini dapat menjadi salah satu bacaan yang menarik.

Kisah ini dimulai ketika aku merasakan seks-ku yang pertama dengan papa tiriku ketika aku masih berumur 16 tahun. Pada saat umurku 4 tahun, Papa kandungku meninggal hingga ibu menikah
lagi dengan Om Ardi ketiku umurku 5 tahun. Jadi selama, selama 11 tahun aku telah menganggapnya sebagai papa kandungku, dan aku tidak ingat lagi akan kehadiran papa kandungku. Namun,
sejak kejadian ini aku tidak hanya menganggap sebagai Papa, sekaligus juga sebagai pemuas nafsu birahiku. Begitupun papa Ardi yang menganggapku sebagai anak sekaligus budak seks-nya.

Untuk lebih memperjelas, aku memiliki tubuh yang cukup bagus dengan buah dada berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambun panjang sepunggung. Aku beberapa kali menonton dan
membuka situs porno karena rasa penasaranku terhadap aktivitas seks yang sangat digemari di kalangan anak laki-laki. Ketika film-film porno itu, ada rasa ingin mencoba karena kulihat betapa
nikmatnya wajah sang wanita yang disetubuhi. Akupun sering membayangkan bahwa yang ada difilm itu adalah aku dan pria idamanku, namun ironisnya aku kehilangan keperawanan bukanlah
dengan pria idamanku. Begini lah cerita awalnya.

Pada suatu minggu pagi, Ibuku tidak ada dirumah hampir sepanjang hari kami menunggui kakanya yang sedang dirawat dirumah sakit. Jadi aku tinggal dirumah sendiri. Ketika aku berjalan
keruang makan untuk sarapan, aku hanya melihat papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.

“Pa, Mama mana? Kok gak ada?” tanyaku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

Pada saat itu Papaku tidak langung menjawab, Ia tercengang untuk beberapa saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Ketika kusadari, ternyata pada saat itu aku mengenakan daster
putih tipis pendek yang tembus pandang hingga memamerkan lekuk tubuhku. Puting susuku terlihat jelas karena aku tidak memakai bra. Kurasakan mukaku memerah dan spontan aku
menutup dadaku.

“Ehem.. Ra, Mama pergi sejak jam 4 subuh. Tante Firda mendadak koma,” kata Papa setelah sadar dari kagetnya.

“Apa?!Tan..Tante koma?” ujarku terbata-bata.

“Iya, Ra. Papa tahu kamu kaget. Nanti kita jenguk jam 12 ya?”.

Aku terisak sedih dan air mataku mengalir. Tante Firda adalah tante kesayanganku. Ia sangat baik terhadap Mama dan Aku. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk
diriku.

“Tenang Ra, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.

Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa mengelus punggungku ketika aku menangis, namun nafas Papaku terdengar berat dan kurasakan penisnya yang membesar
menekan perutku. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.

“Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan.

“Tidak bisa, Rara sayang. Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu,” ujar Papa, kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas.

“Pa, jangan.. Rara gak mau, Pa!” isakku sambil memberontak, namun tenaga Papa jauh lebih kuat dari padaku, tak ada gunanya aku melawan juga.

“Kamu diam saja sayang.. Enak kok.. Nanti pasti kamu ketagihan,” bisik Papa sambil terengah-engah, setelah itu tangan Papa mulai menyusup ke dalam CDku dan meremas kembali pandat
dari dalam.

Aku berkali-kali melawan, namun tak berdaya karena perbedaan tenaga kami. Kemudian, papa mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.

“Ohh..Pa..Ja..Jangan”rintihku.

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

Namun kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada ketika aku menonton film porno dikamarku diam-diam jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang memekku yang mulai
basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Melihat reaksiku yan mulai pasrah terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya. Ia membawa ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuan
nya dengan posisi menungginya. Tak lupa pula ia membuka celana dalam ku dengan kasar. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sehingga vaginaku terpampang lebar untuk
dijelajahi oleh tangannya. Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya kembali meraih vaginaku dan meremasnya.

“Ra, memek kamu seksi banget.. Nanti papa sodok ya..” bisik Papaku ditelingaku dan menjilatinya ketika tangannya mulai bermain di klitorisku.

Birahiku sudah tak tertahan lagi hingga aku pun pasrah terhadap pelakuan Papaku ini. Aku mulai mendesah tak karuan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Papa mencari titik-titik
rawan di klitorisku dengan cara menekan-nekan klitorisku dari atas kebawah.
Ketika akhirnya sampai di titik tertentu, aku meracau tak karuan.

“Ahh.. Shh.. Paa..” desahku bernafsu.

“Ra, Papa suka banget sama kamu..” balas Papa sambil mencium pipiku.

Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan titik rawan itu dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15
menit kemudian, aku mendapat orgasmeku yang pertama.

“Paa..Rara pengen pipiss..” desahku tak tahan menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam diriku, tanganku meremas tangan Papa yang sedang bermain di klitorisku dengan bernafsu.

Diluar perkiraanku, Papa malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah dibibir vaginaku, rasa
menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke klitoris dan membuar vaginaku membanjir. Disela jilatan-jilatan Papa yang maut, kurasakan gigitan lembut di kli-
torisku yang kian merangsang hasrat seks-ku. Aku melengeuh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh papaku untuk terus berhenti.

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

Melihat reaksiku, Papa semakin berani dan menggesek jarinya diliang vaginaku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, akupun mendesah keras terus menerus. Aku meracau
tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. Vaginaku mengeluarkan cairan deras bening sebelumnya belum pernah kulihat. Papa tampak
senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Setelah sensasi itu surut, kurasakan tubuhku yang lelah tak berdaya bagai tak bertulang. Papa membopongku ke kamarnya dan
menidurkanku dikasur.

Papa memelukku dengan lembut. Kami tidak berkata apa-apa. Papa kemudian membuka dasterku, kemudian Papa tampak semakin bernafsu ketika melihat payudaraku yang berukuran
cukup besar. Hasratku sudah menurun dan rasa malu mulai menyergapku hingga aku segera menutupi payudaraku dan vaginaku dengan kedua tangan, Namun papa malah menyingkirkan
tanganku dengan kasar. lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.

“Pa..Jangan, Pa, Sudah cukup.. Rara takut..” isahku mulai menintikkan airmata. Melihat reaksiku, Papa malah semakin bernafsu.

“Rara sayang. Papa entot kamu ya.. Oh Rara. Memekmu pasti nikmat. Sini papa entotin yah sayang..” rayu Papa dengan nafas memburu karena nafsu.

Dengan semangat 45, Papa meremas payudaraku dengan sangat keras. Pertama-tama, aku berteriak kesakitan namun Papa tak memperdulikan teriakan minta mpunku, malah tampak dia
semakin bernafsu untuk menyetubuhiku. Jari-jarinya dengan terampil memilin putingku diselingi dengan cubitan keras sehingga lama kelamaan teriakanku berubah menjadi jeritan nikmat.
Libidoku mulai naik lagi dan vaginaku mulai basah. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara
putihku yang berubah menjadi kemerahan.

“Ahh.. Ahh.. Ukhh.. Paa..” racauku tak karuan.

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

Merasa puas melihat reaksiku, Papa membuka semua bajunya dan betapa terkejutnya aku melihat penis Papaku yang berukuran besar. Dengan lihainya, Papa segera menggesek kepala penis
nya  yang kemerahan ke lubang vaginaku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih dari pada jilatan lidah Papa di Vaginaku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan
rintihan keras kenikmatan.

“Ahh! Papa..Ohh..Entotin Rara terus,paa..” racauku. Sudah hilang kesadaran akan harga diriku.

Melihat lampu hijau dariku, Papa menjalankan aksinya. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, namun terhalang oleh salaput daraku. Papa tampak kesulitan
menembus selaput daraku. Akhirnya dengan satu sodokan keras, vagina ku berhasil ditembus untuk pertama kalinya. Rasa sakit luar biasa terasa di liang vaginaku. Papa dengan tanpa perasaan
segera menyodok-nyodok penisnya dengan kuat dan keras di vaginaku yang masih sempit.

Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat bagaikan melayang disurga. Papa mendesah terus menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya vaginaku. Penis papa yang panjang dan besar terasa
menyodok dinding rahimku hingga membuatku orgasme untuk kedua kalinya. Papa tampak masih bernafsu menggenjot vaginaku. Kemudian papa membalikkan badanku yang telah lemas dan
menusukkan penisnya ke dalam vaginaku lewat belakang. Ternyata posisi ini lebih nikmat terasa lebih menggosok dinding vaginaku yang masih sensitif.

“Ohh Rara.. Memekmu bagaikan surga, Ra.. Nanti papa entotin tiap hari yaah.. Ahh..”

Akhirnya setelah menggenjotku setengah jam. Papa mendapatkan orgasmenya yang luar biasa. Spermanya terasa kuat dan menyemprot dinding vaginaku. Papa menjerit-jerit nikmat dan badannya
mengejang-ngejang. Tangannya kuat meremas payudaraku dan menarik-narik putingku. Setelah orgasmenya, Papa berbaring disebelahku dan menjilati puting susuku. Putingku disedot-sedot dan
digerogoti dengan gemas. Tampaknya Papa ingin membuatku orgasme lagi.

CERITA DEWASA NGEWE DENGAN AYAH TIRI

Tangannya kembali menjelajahi vaginaku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Papa menekan-nekan dinding vaginaku yang masih rapat. ketika sampai pada suatu titik, badanku
mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu  dan menekannya terus menerus.Wow! Rasanya ajaib sekali! Terasa seperti ingin
pipis, namun nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot.

Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya untuk ke-
tigakalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya, kami menyudahi permainan seks kami yang perdana dan mandi. Baru
setelah itu kami pergi kerumah sakit.

Sejak kejadian itu, Kami menjadi sering melakukan hubungan seks dan mencari-cari kesempatan untuk melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan aku pernah membolos sekolah karena
pada saat itu Papa sedang naik libidonya. Akhirnya kami memesan hotel dan sama-sama mebolos, aku dari sekolah dan papa dari kantornya. Papa juga mengajariku posisi dan bagaimana caranya
mengulum penis dengan benar. Ilmu seks yang Papa berikan akhirnya membuatku dicintai oeleh beberapa lelaki lain karena serviceanku memuaskan.

Itulah pengalaman seks-ku yang pertama kalinya dan tak akan kulupakan seumur hidup. Terimakasih Papa!