CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

cerita dewasa di kasih hadiah dengan istri bos baik hati

CERITAXEX – Namaku Yuda 28 tahun. Aku teringat sebuah cerita dalam pengalaman yang pernah terjadi pada diriku dulu saat aku baru tamat sekolah . Saat itu aku menghadapi permasalahan yang hampir sama denganku yaitu permasalahan dalam keluarga. Awalnya hanya masalah sepele yaitu orangtua ku ingin aku melanjutkan pendidikan untuk kuliah di perguruan tinggi..

Karena tidak didukung orang tua, aku terpaksa meminjam uang dari tetangga sebesar Rp.10.000, buat ongkos mobil ke Makassar dan sisanya buat jajan. Karena aku tidak punya kenalan di Kota Makassar, maka aku terpaksa bermalam di terminal bus sambil mencari kenalan agar aku bisa mendapatkan kerja secepatnya. Kerja apa saja asal halal.

Setelah dua hari aku bergaul dengan orang-orang terminal, akhirnya ketemu dengan seorang tukang batu yang waktu itu sedang merenovasi tembok dan lantai tunggu para penumpang. Akuu menawarkan diri menjadi buruh pada tukang tersebut, dan setelah kuceritakan masalahku yang sebenarnya, akhirnya ia menerima tawaranku itu.

Aku ditawarkan gaji Rp.2.000/hari tanpa ditanggung makan dan penginapan. Aku langsung setuju saja, sebab jika tidak, aku akan mati kelaparan mengingat uang jajanku telah habis. Namun aku minta agar gajiku dapat kuterima setiap hari dan tukang itupun setuju.

Setelah lima hari aku bekerja dengan tekun dan bermalam bersama dengan sopir-sopir bus malam di terminal, aku dikenalkan dengan seorang pengusaha beras yang kaya oleh salah seorang sopir bus kenalan saya di terminal itu.

Malam itu aku diantar ke salah satu rumah besar yang beralamat di Jl. SA. Aku gemetaran dan nampak kampungan ketika memasuki rumah yang serba mewah itu.

Jika tidak salah, terdapat 7 buah mobil truk serta 2 mobil lagi dan 3 mobil kijang pick up di parkir di depannya. Seseorang pembantu pria separuh baya mempersilakanku masuk duduk di ruang tamu.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Tidak lama setelah itu seseorang wanita entah pembantu ataupun keluarga sang pengusaha itu lagi bawa 3 cawan kopi beserta kue kering. Kue semacam itu rasanya kerapkali aku makan di kampungku.

Sehabis kami duduk kurang lebih 2 menit di ruang tamu, seketika:

“ Iyana eddi muaseng elo makkulliah na de’ gaga ongkosona?( Ini orangnya yang kalian iktikad ingin kuliah tetapi tidak memiliki bayaran?)” tanya seorang yang baru saja keluar dari kamarnya dengan perawakan besar besar, perut gendut dengan corak kulit agak gelap. Dia pakai bahasa Bugis mirip bahasa yang tiap hari kugunakan di kampungku.

“ Iye’ puang. Iyana eddi utihirakki( Yah betul. Inilah orangnya yang aku antar)” jawab sang sopir yang mengantarku itu.

Sepanjang di rumah itu, kami bercakap dengan mengenakan bahasa wilayah Bugis. Tetapi, buat mempermudah serta memperjelas kisahku ini, hendaknya kugunakan bahasa Indonesia saja tanpa kurangi arti obrolan kami, terlebih bahasa obrolan kami merupakan kombinasi bahasa Indonesia serta Bugis.

“ Oh yah, masuk saja dahulu makan nak, siapa ketahui temanmu itu belum makan malam” katanya pada sang sopir itu sembari mempersilakan kami masuk ke ruang dapur.

“ Mari Nis, kita bersama makan dahulu baru ngobrol lagi” ajakan sang sopir itu seakan dia telah terbiasa di rumah itu.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Yah.. Terima kasih Pak. Rasanya saya masih kenyang” kataku pura- pura kenyang walaupun sesungguhnya saya sangat lapar sebab belum makan malam.

“ Ayolah.. Masuklah.. Jangan malu- malu. Tidak terdapat siapa- siapa di rumah ini. Supaya sedikit saja di makan” kata sopir bersama dengan sang owner rumah itu sembari dia berdiri menuntunku masuk ke ruang makan. Nyatanya di atas meja sudah ada santapan lengkap seakan meja itu tidak sempat kosong dari santapan.

Sehabis kami duduk di depan meja makan, saya menoleh kiri kanan dalam ruangan itu serta pernah kulihat 3 orang wanita di rumah itu. Seseorang di antara lain lagi mencuci piring. Dia telah lumayan tua, yang bila estimasi umurnya dekat 50 tahun ke atas. Lagi yang satunya lagi lagi tiduran di atas salah satu tempat tidur sembari membaca koran.

Apabila estimasi umurnya antara 30 hingga 40 tahun. Tetapi seseorang perempuan lagi lagi asik nonton Televisi sembari bersandar pada rosban tempat perempuan tiduran sembari baca koran tadi. Dia terlihat masih muda. Bila estimasi umurnya dekat 17 hingga 25 tahun. Nampaknya dia masih wanita.

Sepanjang kami menyantap santapan di atas meja itu, kami tidak sempat bicara sama sekali. Tetapi saya merasa dicermati semenjak tadi oleh perempuan setenga baya yang lagi baca koran itu. Dia sesekali mengintip saya sembari memegang korannya. Lebih aneh lagi, tiap kami beradu pemikiran, perempuan itu melontarkan senyum manis.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Saya sama sekali tidak paham artinya, tetapi saya senantiasa membalas dengan senyuman tanpa dicermati oleh sang sopir sahabat makanku itu. Jika bukan sebab sang sopir itu menyudahi duluan makan, saya tidak bakal menyudahi makan serta saya terus menjadi betah duduk berlama- lama di sofa makan itu berkat lemparan senyum sang perempuan separuh baya itu.

Sehabis kami duduk kembali bersama dengan sang sopir itu di ruang tamu, pria berperawakan besar tadi kembali duduk di depanku serta mengatakan,“ Kalian dari wilayah mana serta dimana orang tuamu nak?” tanya pria itu.

“ Dari Bone Pak. Orang tuaku tinggal di kampung” jawabku.

“ Kalian tinggal di Kota Bone ataupun desanya?” tanyanya lagi sungguh- sungguh.

“ Di kampung jauh dari kota Pak” jawabku lagi.

“ Aku telah dengar permasalahanmu dari sopir ini. Jika kalian ingin tinggal sama kami, saya siap membiayai kuliahmu bila kalian lulus nanti”

“ Terima kasih banyak Pak atas budi baik ayah. Saya bersyukur sekali dapat berjumpa dengan ayah” kataku dengan penuh kesopanan.

“ Kebetulan sekali kami pula asli Bugis tetapi Bugis Sinjai. Apalagi istri pertamaku tinggal di Kota Sinjai” lanjutnya terus cerah.

“ Yah jika begitu, saya sangat beruntung berangkat ke Makassar ini,” kataku.

Sehabis kurang lebih 3 jam kami ngobrol, pria itu menyuruh kami masuk ke salah satu kamar depan buat rehat. Tetapi sang Sopir temanku itu malah memohon pamit dengan alibi pagi- pagi ingin cari penumpang.

Saya paham serta pria tadi yang belum lama kuketahui jika dia merupakan majikanku serta kepala rumah tangga dalam keluarga itu, mengizinkan sang sopir tadi kembali ke halte.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Saat sebelum majikanku itu berangkat buat mengurus usahanya pada besok harinya, sembari menyantap hidangan pagi bersama istrinya yang kemarin kulihat baca koran serta anak salah satunya di rumah itu yang kemarin nonton Televisi di ruang makan, dia menghadirkan segala anggota keluarga serta pembantunya di rumah itu, tercantum sopirnya.

Sehabis itu dia tunjukkan kamar tidurku serta jelaskan kerjaku tiap hari di rumah itu. Saya dimohon melindungi rumah serta menolong istri keduanya kala dia lagi berangkat ke luar kota mengurus perusahaannya.

Saya bahagia sekali mendengar pekerjaan yang dibebankan padaku, terlebih menolong istrinya yang kuyakini lumayan ramah serta bijaksana.

Semenjak hari awal saya telah lumayan akrab dengan anggota keluarga di rumah itu serta saya mengerjakan segala pekerjaan di rumah itu, tercantum cuci, memasak serta menyapu sebagaimana seperti keluarga ataupun pembantu universal di rumah itu. Perilaku kami berjalan biasa- biasa saja tanpa terdapat keanehan sampai hari kedua belas.

Tetapi pada hari ketiga belas, pikiranku mulai tersendat kala majikan laki- lakiku mengantarkan kalau dia hendak berangkat ke Sinjai buat membeli gabah serta beras buat sebagian hari.

Saya percaya jika pergaulanku dengan istri keduanya itu dapat tambah dekat, karena akhir- akhir ini istrinya itu kerap memohon saya mensterilkan tempat tidurnya serta berpakaian yang sedikit kurang sopan di depanku dikala suaminya keluar rumah. Saya malah sangat gembira mencermatinya.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Sehabis majikan laki- lakiku itu berangkat bersama sopir pribadinya dekat jam 9. 00 pagi, saya kembali melakukan tugas hari- hariku semacam hari- hari tadinya ialah cuci baju, piring serta menyapu tempat tidur majikanku. Pembantu rumah itu lagi menyapu di taman balik, sedangkan anak wanita salah satunya itu lagi ke sekolah.

“ Nis, dapat tidak kalian menolong saya semacam suamiku membantuku tiap malam?” tanya istri keduanya itu kala saya lagi mensterilkan tempat tidurnya. Saya sangat kaget serta bimbang atas permintaannya itu. Saya tidak lekas menanggapi sebab saya tidak ketahui artinya dengan jelas.

“ Menolong gimana yang bunda iktikad?” tanyaku penuh ketakutan.

“ Memijit kepala serta punggungku saat sebelum saya tidur, sebab mataku tidak dapat tertidur saat sebelum dipijit” katanya sembari sedikit senyum.

“ Jika soal pijit memijit, kurasa sangat gampang Bu’. Saya dapat, tetapi.. Tapii aapa ayah tidak marah nanti jika dia ketahui Bu?” tanyaku terbata- bata kalau- kalau dia cuma memancingku.

“ Tidak bakal marah kok. Kan kalian telah jadi kepercayaannya. Lagi pula kalian diberi tugas melindungi saya sepanjang dia belum kembali” katanya lagi.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Sehabis kusetujui permintaannya, dia kemudian keluar serta duduk baca koran di ruang tamu, lagi saya ke taman depan buat menyapu, kemudian rehat di kamar tidurku.

Sehabis makan malam, saya bersama pembantu nonton Televisi di ruang makan, lagi bunda majikanku serta anak gadisnya nonton Televisi di kamarnya tiap- tiap.

Sehabiss siaran kabar yang kami tonton habis, pembantu itu berangkat tidur di kamarnya yang bersebelahan dengan ruang dapur. Sebaliknya anak wanita majikanku masih nampak belajar di kamarnya dengan pintu kamar yang terbuka lebar.

Saya kembali teringat dengan perintah bunda majikanku tadi pagi. Saya bingung dalam hati kapan perintah itu wajib kulaksanakan, sebab bunda tidak menarangkan jam berapa serta di mana. Di ruang makan, ataupun ruang tamu ata di kamar tidurnya. Saya tunggu saja perintahnya lebih lanjut.

Sehabis terdengar pintu kamar anak wanita majikanku itu tertutup serta terkunci rapat bagaikan ciri dia telah ingin tidur, hingga terdengar pula pintu kamar majikanku terbuka tanda- tanda dia ingin keluar dari kamarnya. Saya pura- pura tidak memperhatikannya. Tetapi seketika bunda majikanku itu duduk tidak jauh di sampingku sembari nonton Televisi bersamaku.

“ Nis, telah kurang ingat yach permintaanku tadi pagi?” tanyanya separuh berbisik yang membuat saya kaget serta gemetar.

“ Ti.. Tiidak Bu’. Mmaaf Bu’, saya nyaris kurang ingat” jawabku ketakutan.

“ Jika begitu ayolah. Tunggu apa lagi. Khan telah larut malam” ajaknya.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Ta.. Tetapi di mana Bu’?” tanyaku pendek.

“ Pasti di kamarku donk. Tidak bisa jadi di mari ataupun di kamarmu” jawabnya.

Saya sesungguhnya sangat khawatir jika terdapat orang lain yang mencurigai saya. Tetapi sebab ini merupakan perintah majikan, lagi pula seluruh orang di rumah itu pada tidur, hingga apapun resikonya saya wajib jalankan.

Bunda majikanku berjalan dengan pelan seakan khawatir pula dikenal orang lain serta dia mengarah kamar tidurnya, sedangkan saya turut di belakangnya dengan pelan serta hati- hati pula. Sehabis masuk kamar, dia kemudian menutup serta mengunci pintunya dengan rapat.

Kemudian dia membuka daster yang dipakainya serta terus telungkup tanpa mengenakan pakaian, melainkan cuma BH serta celana tipis yang agak pendek di tubuhnya.

“ Mari Nis, silakan dipijit kepala serta leherku bagian balik kemudian punggungku” pintanya seakan tidak tabah menunggu lagi.

Saya lekas duduk di pinggir tempat tidurnya, kemudian secara pelan serta hati- hati memegang kepalanya bagian balik, terus turun ke leher belakangnya. Sehabis saya berupaya menekan serta mengeraskan sedikit pijitanku, bunda majikanku itu seketika bersuara dengan nada sedikit agak besar.

“ Wah.. Mengapa tidak gunakan minyak sikat Nis. Ambil di kolom rosban?”

“ Yah.. Yah.. Maaf Bu’. Saya tidak melihatnya tadi” kataku dengan suara agak besar pula.

“ Jangan sangat besar suaranya Nis, nanti kedengaran orang” kata bunda.

Sehabis bunda majikanku melarangku bersuara agak keras, dia kemudian berbisik.

“ Punggungku pula Nis, supaya saya dapat tidur nyenyak”.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Memegang kepala serta rambut dan lehernya saja, saya telah lumayan terangsang dibuatnya. Terlebih memijit kulit punggugnya yang separuh telanjang itu. Tetapi sebab itu merupakan perintah majikan, hingga saya lekas laksanakan.

Kala saya merendahkan kedua tanganku serta menggosok- gosok punggungnya, terasa hangat sekali. Kulit badannya sangat putih serta halus. Sesekali saya meletakkan tanganku di dasar ketiaknya serta di pinggir BH corak abu- abu yang dikenakannya.

Kedua tanganku terus menjadi lengket serta lelet gerakannya kala ujung jariku sedikit menyelusup di balik pengikat BH serta pinggir atas celananya. Apalagi pernah tanganku tidak bergerak sejenak kala konsentrasiku mulai menuju ke balik pakaiannya itu.

“ Nis, mengapa diam. Terdapat apa, sehingga kalian tidak menggerakkan tanganmu itu?” tanyanya sembari bergerak serta sedikit berputar, sehingga saya pernah memandang sebagian daging empuk yang terdapat di balik BH- nya itu.

“ Ti.. Tidak apa- apa Bu’. Cuma khawatir?” jawabku dengan napas terputus.

“ Khawatir sama siapa? Khan tidak terdapat orang lain di mari. Letih yaah?”

Sehabis mengatakan begitu, bunda majikanku seketika berputar arah sehingga dia telentang di depanku. Terpaksa kedua tanganku memegang benjolan BH- nya tanpa terencana. Dia cuma sedikit tersenyum serta mengatakan,

“ Tidak keberatan khan bila kalian pula mengurut perutku, supaya tubuhku lebih fresh lagi. Ayolah Nis..” katanya sembari mencapai kedua tanganku serta meletakkannya di atas pusarnya.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Jantungku terasa nyaris copot kala bunda majikanku itu mengangkut BH- nya sehingga bukit kembarnya terlihat jelas menantang di dasar kedua batang hidungku. Saya tidak sanggup bersuara serta mengendalikan napas, apalagi saya sedikit malu menatapnya, tetapi,

“ Jangan khawatir serta malu Nis. Ini merupakan rezkimu, kesempatanmu serta kalian tentu menginginkannya” katanya kala saya mulai agak menjauh.

“ Bba.. Gimana ini Bu’. Kek.. Mengapa dapat bbeggini?” tanyaku penuh ketakutan serta nafasku susah lagi kuatur.

Bagaikan pria wajar yang cuma sempat mendengar dalam cerita, pasti saya tidak sanggup menolak serta menyia- nyiakan peluang ini. Realitas inilah yang wajib kualami, terlebih ini merupakan perintah majikan. Tanpa berpikir panjang lagi, saya lekas menjatuhkan kedua tanganku di atas bukit kembar itu.

Mula- mula cuma kusentuh, kuraba serta kuelus- elus saja, tetapi lama kelamaan saya berupaya memberanikan diri buat memegang serta menekan- nekannya. Nyatanya nikmat pula rasanya memegang barang kenyal serta hangat, terlebih kepunyaan majikanku.

Bunda majikanku nampak pula menikmatinya, nampak dari nafasnya yang mulai pula tidak tertib. Desiran mulutnya mulai kedengaran seakan tidak sanggup menyembunyikannya di depanku.

“ Auhh.. Terus Nis, nikmat sayang. Tekan, mari.. Teruuss.. Aakhh.. Isap Nis.. Jilat donk..” seperti itu erangan bunda majikanku sembari mencapai kepalaku serta membawanya ke payudaranya yang kenyal, empuk serta tidak sangat besar itu.

Saya pasti saja tidak menolaknya, apalagi sangat berkeinginan menikmati pengalaman awal dalam hidupku ini. Saya lekas menjilat- jilat putingnya, mengisap serta kadangkala sedikit menggigit sembari senantiasa memegangnya dengan kedua tanganku.

Sayaa tidak ketahui kapan dia membuka celananya, tetapi yang jelas kala saya sedikit melepas putingnya dari mulutku serta mengangkut kepala, seketika kulihat segala badannya telanjang bundar tanpa sehelai benangpun di tubuhnya.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Mari Nis, kalian pasti ketahui apa yang wajib kalian perbuat sehabis saya bugil begini. Yah khan?” pintanya sembari mencapai kedua tanganku serta membawanya ke selangkangannya.

Lagi- lagi saya pasti menjajaki kemauannya. Saya mengelus- elus bulu- bulu yang berkembang agak tipis di atas kedua bibir lubang kemaluannya yang sedikit mulai basah itu.

Saya rasanya tidak mau memindahkan mulutku dari bukit kenyalnya itu, tetapi sebab dia menarik kepalaku turun ke selangkangannya di mana tanganku bermain- main itu, hingga saya dengan bahagia hati menurutinya.

“ Cium donk. Jilat sayang. Kalian tidak jijik khan?” tanyanya.

“ Tidak Bu’” jawabku pendek, walaupun sesungguhnya saya merasa sedikit jijik sebab belum sempat melaksanakan perihal semacam itu, tetapi saya sempat dengar cerita dari temanku sewaktu di kampung kalau orang Barat kesukaannya menjilat serta mengisap cairan kemaluan perempuan, sehingga akupun mau mencobanya.

Nyatanya benar, kemaluan perempuan itu harum serta terus menjadi lama terus menjadi memicu. Entah perasaan itu pula dapat di temukan pada perempuan lain ataupun cuma pada bunda majikanku sebab dia menjaga serta menyemprot farfum pada vaginanya.

Pinggul bunda majikanku terus menjadi lama kujilat, terus menjadi kilat goyangannya, apalagi nafasnya terus menjadi kilat keluarnya seakan dia dikejar hantu.

Kali ini saya berinisiatif sendiri mengungkap dengan lebar kedua pahanya, kemudian memandang sejenak wujud kemaluannya yang mengkilap serta rupanya agak kecoklatan yang di tengahnya tertancap segumpal kecil daging. Indah serta mungil sekali.

Saya coba memasukkan lidahku lebih dalam serta menggerak- gerakkannya ke kiri serta ke kanan, kemudian ke atas serta ke dasar. Pinggul bunda majikanku itu terus menjadi besar terangkat serta gerakannya terus menjadi kilat.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Saya tidak sanggup lagi mengatur gejolak nafsuku. Mau rasanya saya lekas menancapkan penisku yang mulai basah ke lubangnya yang semenjak tadi basah pula. Tetapi dia belum berikan aba- aba sehingga saya terpaksa menahan hingga terdapat sinyal dari ia.

“ Menyudahi sebentar Nis, hendak kutunjukkan suatu” perintahnya sembari mendesak kepalaku.

Kemudian dia seketika bangkit dari tidurnya sembari berpegangan pada leher bajuku. Kami duduk berhadapan, kemudian dia lekas membuka kancing bajuku satu persatu sampai dia lepaskan dari tubuhku. Bunda majikanku itu lekas merangkul punggungku serta menjilati segala tubuhku yang telanjang.

Dari dahi, pipi, hidung, mulut, leher serta perutku sampi ke pusarku, dia menyerangnya dengan mulutnya secara bertubi- tubi sehingga membuatku merasa geli serta terus menjadi terangsang.

“ Nis, saya sekaligus buka seluruhnya yach,” pintanya sembari membebaskan sarung serta celana dalamku.

Saya cuma mengangguk serta membiarkannya menjamah segala tubuhku cocok keinginannya. Sehabis saya bugil semacam dirinya, dia kemudian mencapai tongkatku yang semenjak tadi berdiri dengan kerasnya di depannya, kemudian dengan kilat memasukkan ke mulutnya.

Perilaku serta aksi bunda majikanku itu membuat saya melupakan segalanya, baik permasalahan keluargaku, penderitaanku, tujuan utamaku ataupun status serta hubunganku dengan majikannya. Yang terpikir cumalah gimana menikmati segala badan bunda majikanku, tercantum menusuk lubang kemaluannya dengan tongkatku yang sangat tegang itu.

“ Gimana Nis,? Lezat yach?” tanyanya kala dia menyudahi sejenak menjilat serta memompa tongkatku dengan mulutnya.

Lagi- lagi saya cuma sanggup mengangguk buat mengiyakan pertanyaannya. Dia mengisap serta menggelomoh penisku dengan lahapnya bagaikan anjing makan tulang

“ Aduhh.. Akhh.. Uuhh..” suara seperti itu yang sanggup kukeluarkan dari mulutku sembari menjambak rambut kepalanya.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Mari Nis, kilat masukkan inimu ke lubangku, saya telah tidak sanggup menahan nafsuku lagi sayang,” pintanya sembari menghempaskan badannya ke kasur serta tidur telentang sembari membuka lebar- lebar kedua pahanya buat mempermudah penisku masuk ke kemaluannya.

Saya tidak berpikir apa- apa lagi serta tidak mengambil aksi lain kecuali lekas mengangkangi pinggulnya, kemudian secara lama- lama menusukkan ujung kemaluanku ke lubang vaginya yang menganga lagi basah kuyup itu.

Senti demi senti tanpa sedikitpun kesusahan, penisku menyerobot masuk sampai amblas seluruhnya ke lubang kenikmatan bunda majikanku itu.

Mula- mula saya gocok, tarik serta dorong keluar masuk secara pelan, tetapi terus menjadi lama terus menjadi kupercepat gerakannya, sehingga memunculkan suara aneh bersamaan dengan gerakan pinggul kami yang seakan bergerak/ bergoyang seirama.

Plag.. Pligg.. Plogg, decak.. decikk.. decukk. Bunyi seperti itu yang terdengar dari peraduan antara penisku serta lubang Miss V bunda majikanku yang diiringi dengan napas kami yang terputus- putus, tidak tertib serta seakan silih kejar di keheningan malam itu.

Saya percaya tidak seseorang juga mencermatinya sebab seluruh orang di rumah itu pada tidur nyenyak, terlebih kamar tempat kami bergulat sedikit berjauhan dengan kamar yang lain, apalagi kejadian itu terjalin dekat jam 11. 00- 12. 00 malam.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Bu’, Bu’, saya ma, ingin.. Kk” belum saya berakhir berbisik di telinganya, bunda majikanku seketika tersentak sembari mendorongku, kemudian mengatakan,

“ Tunggu dahulu. Tahan sebentar sayang” katanya sembari memutar tubuhku sehingga saya terpaksa terletak di bawahnya.

Nyatanya dia ingin mengganti posisi serta ingin mengangkangiku. Sehabis dia masukkan kembali penisku ke lubangnya, dia kemudian lompat- lompat di atasku sembari sesekali memutar gerakan pinggulnya ke kiri serta ke kanan. Dampaknya suara aneh itu kembali memberi warna gerakan kami malam itu. Decik.. Decakk.. Decukk.

Sehabis sebagian menit setelah itu bunda majikanku terletak di atasku semacam orang yang naik kuda, dia nampaknya kecapean sehingga segala tubuhnya menindih badanku dengan menjulurkan lidahnya masuk ke mulutku.

Saya kembali merasakan desakan cairan hangat dari batang kemaluanku seakan ingin keluar. Saya merangkul punggung bunda majikanku dengan erat sekali.

“ Akk.. aakuu tidak sanggup menahan lagi Bu’. Saya keluarkan saja Bu’ yah” pintaku kala cairan hangat itu terasa telah diujung penisku serta seketika bunda majikanku kembali tersentak serta lekas menjatuhkan tubuhnya di sampingku sembari telentang, kemudian mencapai kemaluanku serta menggocoknya dengan keras dan mengarahkannya ke atas payudaranya.

Cairan hangat yang semenjak tadi mendesakku seketika muncrat ke atas dada serta buah dada bunda majikanku. Dia juga seakan sangat menikmatinya. Tarikan nafasnya terdengar panjang sekali serta dia seakan sangat lega

Aksi bunda majikanku tadi sangat sangat terkendali serta terencana. Dia sanggup memahami nafsunya. Maklum dia sangat berpengalaman dalam permasalahan sex. Teruji kala spermaku telah hingga di ujung penisku, dia seakan ketahui serta langsung dicabutnya setelah itu ditumpahkan pada badannya. Entah apa artinya, tetapi kelihatannya dia lumayan menikmati.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

“ Nis, anggaplah ini hadiah penyambutan dariku. Saya percaya kalian belum sempat menerima hadiah semacam ini tadinya. Yah khan?” katanya seakan sangat puas serta senang kala kami silih berdamping dalam posisi tidur telentang.

Sehabis mengatakan demikian, dia kemudian memelukku serta mengisap- isap bibirku, kemudian mengatakan,

“ Terima kasih yah Nis atas bantuanmu ingin memijit tubuhku. Mulai malam ini, Kalian kujadikan suami keduaku, tetapi tugasmu cuma mengasyikkan saya kala suamiku tidak terdapat di rumah. Ingin khan?” katanya berbisik.

“ Yah, Bu’. Malah saya bahagia serta berterima kasih pada bunda atas budi baiknya ingin menolongku. Terima kasih banyak pula Bu’” jawabku penuh senang, apalagi rasanya saya mulai sedikit terangsang dibuatnya, tetapi saya malu mengatakannya pada bunda majikanku, kecuali bila dia memintanya.

Semenjak dikala itu, tiap majikan laki- lakiku bermalam di luar kota, saya serta bunda majikanku semacam seperti suami istri, walaupun cuma berlaku antara jam 21. 00 hingga 5. 00 subuh saja. Lagi di luar waktu itu, kami seakan memiliki ikatan antara majikan serta buruh di rumah itu.

Saya sangat disayangi oleh segala anggota keluarga majikanku sebab saya giat serta patuh terhadap seluruh perintah majikan, sehingga tidak hanya saya diperlakukan seperti anak ataupun keluarga dekat di rumah itu, pula saya dibiayai dalam menjajaki pembelajaran pada salah satu akademi besar swasta di kota Makassar, apalagi saya diberikan suatu kendaraan roda 2 buat urusan sehari- hariku.

Sayang saya dikeluarkan dari akademi besar itu pada semester 3 diakibatkan saya tidak lulus pada sebagian mata kuliah akibat kemalasanku belajar serta masuk kuliah.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Sebab saya sangat malu serta berat pada majikan laki- lakiku atas seluruh pengorbanan yang diberikan padaku sepanjang ini, terpaksa saya meninggalkan rumah itu tanpa seizin mereka serta saya kembali ke kota Bone buat melanjutkan pendidikanku pada salah satu akademi besar yang terdapat di kotaku tersebut.

Untung saya memiliki sedikit tabungan, sebab sepanjang kurang lebih 2 tahun tinggal bersama majikanku, saya giat menabung tiap diberikan duit oleh majikanku.

Sepanjang 4 tahun menjajaki kuliah di kotaku ini, kesimpulannya saya lulus dengan predikat baik berkat intensitas serta kerajinanku belajar. Semenjak saya selesaikan pembelajaran tahun 1991 sampai tahun 1994, saya belum sempat kembali ke kampung asliku serta berkumpul bersama keluarga sebab malu serta khawatir pada orangtua.

Tetapi pada Sepetember 1996, pikiranku mulai terbawa- bawa kembali oleh perempuan, apalagi sebagian kali saya mau menikmati apa yang sempat kunikmati bersama dengan bunda majikanku dahulu, tetapi saya khawatir efek serta dosa.

Sebab saya merasa telah memiliki bayaran serta matang buat berumah tangga, kesimpulannya kuputuskan buat kembali kampung membicarakan dengan orang tuaku.

Orangtuaku sangat bangga serta bersyukur dan berterima kasih atas keberhasilanku mendapatkan sarjana sekalian merestui niatku buat berumah tangga, apalagi menyerahkan penuh padaku buat memilah pendamping sendiri.

CERITA DEWASA DI KASIH HADIAH DENGAN ISTRI BOS BAIK HATI

Tahun itu pula saya kawin dengan pilihanku sendiri, bayaran serta urusannya tidak kubebankan orangtuaku. Semenjak tahun itu hingga tahun ini, hubunganku dengan istri berjalan harmonis, apalagi kami sudah dikaruniai 2 orang putra serta seseorang gadis.

Tetapi gara- gara kehabisan pekerjaan, kami kerapkali cekcok serta bentrok dengan istri. Kesimpulannya kuputuskan meninggalkan rumah serta berangkat ke salah satu kota di Sulsel buat mencari pekerjaan. Seketika saya ketemu dengan sahabat kuliah yang telah jadi pengusaha besar serta lagi- lagi pengusaha beras.

Anehnya lagi, temanku itu tinggal bersama istri keduanya, karena istri pertamanya tinggal di kota Bone. Tawaran temanku itu nyaris sama dengan tawaran majikanku dahulu ialah melindungi keluarganya serta menolong mengurus usahanya kala dia ke luar kota.

Pikiranku mulai aneh- aneh serta mau kembali mengulang sejarah masa kemudian, terlebih istri temanku itu belum dikarunia seseorang anak serta dia menawan lagi ramah padaku.

Author: Cerita XEX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *