CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG KESAKITAN

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG – Dessy, 28 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak umur 4 dan 6 tahun, suaminya, Tegar 34 tahun, adalah karyawan dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Dessy sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang ramping dan pinggulnya yang hebat.

Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. dengan 2 anak yang lucu dengan posisi Tegar yang cukup tinggi jabatannya di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati dilingkungan kompleks mereka tinggal. Dessy pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Tegar dalam hati Dessy dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Dessy tentang cinta..

Suatu siang, Dessy mengasuh anaknya didepan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Dessy langsung mengejar mereka. Tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Dessy terjatuh, Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Dessy langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Evan, anak tetangga depan rumah Dessy kebetulan lewat mau pulang kerumahnya. Ketika melihat Dessy sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Evan langsung lari kearah Dessy.

“kenapa tante?” tanya Evan.

“aduh , lutut saya luka jatuh tadi van…” Ujar dessy sambil meringis.

“Bantu saya berdiri, van..” kata Dessy.

“Iya tante,” kata Evan sambil memegang tangan Dessy dan dibimbingnya berdiri.

“Van, tolong bawa anak-anak saya kemari. Anterin kerumah saya,ya..” kata Dessy.

“Iya tante,” kata Evan sambil segera menghampiri anak-anak Dessy.

Sementara Dessy segera pulang kerumahnya tertatih-tatih. Waktu Evan mengantarkan anak-anak Dessy kerumahnya, Dessy sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

“Ada obat merah tidak, tante?” tanya Evan.

“Ada didalam, Van,” kata Dessy.

“Kita ke dalam saja…” kata Dessy lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk kedalam rumah.

Evan dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.

“Ma, Surya ngantuk,” kata anaknya kepada Dessy.

“Tunggu sebentar ya, Van. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang,” kata Dessy sambil bangkit dan tertatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.

Setelah mengantar mereka tidur, Dessy kembali ke ruangan tengah.

“Mana obat merahnya ,tante?” tanya Evan.

“Diatas saba, Vab..” kata Dessy sambil menunjuk obat keatas.

Evan segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Evan segera kembali dan mulai mengobati lutut Dessy.

“Maaf ya, tante saya lancang,”kata Evan.

“Tidak apa-apa kok, van. Tante senang ada yang menolong,” kata Dessy sambil tersenyum.

Evan mulai memegang lutut Dessy dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.

“Aduh, perih..” kata Dessy agak menggerakkan lututnya.

Secara bersamaan rok Dessy tersingkpa sehingga sebagian paha mulusnya nampak didepan mata Evan. Evan terkesiap melihatnya. Tapi Evan pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Evan menggoda mata Evan untuk melirik walau hanya sekilas. Hati Evan agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Dessy. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Dessy memakai celana pendek.

Evan biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Dessy sambil onani. Tapi kini, didepan mata sendiri, paha mulus Dessy sangat jelas terlihat. Dessy sepertinya sadar kalau mata Evan sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Dessy merapikan dan juga menutup pahanya. Evan sepertinya terkesima dengan sikap Dessy tersebut. Evan juga malu sendiri..

“Sudah saya berikan obat merah, tante…” kata Evan.

“Iya, terima kasih,” kata Dessy sambil tersenyum.

“Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi,” ujar Dessy sambil tetap tersenyum.

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

Evan,17 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Dessy. Masih duduk di bangku SMA kelas 2. Sepertinya kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya. Evan adalah sosok anak laki-laki yang mulai mengalami masa puber.

“Kenapa kamu nunduk terus, van?” tanya Dessy.

“Tidak apa-apa kok, tante..”ujar Evan sambil sekilas menatap mata Dessy lalu menunduk lagi sambil tersenyum.

“Ayo, ada apa?” tanya Dessy lagi  sambil tersenyum.

“Anu tante.. maaf mungkin tadi tante sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja…” kata Evan sambil tetap menunduk.

“Lihat apa?” tanya Dessy pura-pura tidak mengerti.

“Lihat.. Mm.. Lihat ini tante,” kata Evan sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya snediri. Dessy tersenyum mendengarnya.

“Tidak apa-apa kok, Van,” kata Dessy.

“Kan hanya melihat..Bukan memegang,” kata Dessy lagi sambil tetap tersenyum.

“Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi,” kata Dessy lagi sambil tetap tersenyum.

“Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat,” kata Dessy.

“Benar tante tidak marah?” tanya Evan sambil menatap Dessy.

Dessy menggelengkan kepala sambil tetap tersenyum. Evan pun jadi ikut tersenyum.

“Tante sangat cantik kalau tersenyum,” kata Evan mulai berani.

“Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu..” kata Dessy.

“Saya berkata jujur loh, tante,” kata Evan lagi.

“Kamu sudah makan, Van?” tanya Dessy.

“Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan,” kata Evan.

“Makan disini saja,ya.. Temani makan siang,” ajak Dessy.

“Baik tante, terimakasih,..”kata Evan.

Mereka menikmati makan siang di meja makan .Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Evan menyentuh kaki Dessy. Evan kaget, lalu segera menariknya.

“Maaf tante, saya tidak sengaja,” kata Evan.

“Tidak apa-apa kok Vaan,,,” kata Dessy sambil menatap mata Evan dengan pandangan yang berbeda.

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

Ketika kaki Evan menyentuh kakinya. Seperti ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Evan merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Dessy merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Evan terasa hangat dan membangkitkan perasaan aneh.

“Kamu udah punya pacar van?” tanya Dessy sambil menatap Evan.

“Belum tante,” kata Evan sambil tersenyum.

“Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan,” ujar Evan lagi sambil tetap tersenyum. Dessy pun ikut tersenyum.

“Pernah tidak mau punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Dessy lagi.
“Keinginan apa tante?” tanya Evan. Dessy tersenyum.

“Kita habiskan dulu makannya, nanti kita bicara..” kata Dessy.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.

“Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan dirumah tidak saat ini?” tanya Dessy.

“Tidak ada tante” kata Evan.”Tadi tante mau tanya apa?” tanya Evan penasaran.

“Begini, apakah kamu suka kepada wanita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh wanita?” tanya Dessy.

“Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok,” kata Dessy lagi.

“Kamu mau juga kan jaga rahasaia pembicaraan kita?” kata Dessy lagi.

“Iya,tante,” kata Evan.

“Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi..” kata Dessy sambil tersenyum.

“Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus,” kata Evan tanpa ragu.

“Maksudnya tubuh bagus apa,” tanya Dessy lagi. Evan agak ragu menjawab.

“Ayolah…” kata Desy sambil memegang tangan Evan. Tangan Evan bergetar.. Dessy tersenyum.

“Mm.. Saya pernah.. Pernah melihat majalah Playboy, juga..juga..Juga saya pernah nonton video porno..Mm..Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus…” kata Evan dengan nafas tersendat.

“Oh,ya? di internet itu kamu lihat apa saja,” kata Dessy pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Evan yang terus bergetar.

“Mm.. Lihat orang sedang begituan…” kata Evan

“Begituan apa”” tanya Dessy lagi.

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

“Ya, lihat orang sedang bersetubuh…” kata evan.

Dessy kembali tersenyum, tapi dengan nafas agak memburuh menahan sesuatu didadanya.

“Kamu suka tidak film begitu?” tanya Dessy.

“Iya suka, tante?” kata Evan sambil tertunduk.

“Mau coba seperti di film, tidak?” kata Dessy.

Evan diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Dessy mendekatkan tubuhnya ke tubuh Evan. Wajahnya didekatkan ke wajah Evan.

“Mau tidak?” tanya Dessy setengah berbisik.

Evan tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Dessy membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Evan. Evan tetap diam dan makin gemetar. Dessy terus menciumi Evan, lalu dilumatnya bibir Evan. Lama-lama Evan mulai terangsang nafsunya.
Dengan pastinya dibalas ciuman si Dessy.

“Masukkan tangan kamu kesini..” kata Dessy dengan nafas memburu sambil memegang tangan Evan dan mengarahkannya ke dalam baju Dessy.

“Masukkan tangan kamu kedalam BH saya, van pegang buah dada saya,” kata Dessy sambil tangannya meremas penis Evan dari luar celana.

Sementara tangan Evan sudah masuk ke dalam BH Dessy dan mulai meremas-remas buah dada Dessy.

“Mmmh..Terus sayang..” kata Dessy.

“Tangan saya pegal, tante…” kata Evan polos.

“Uhh.. kita pindah ke kamar yuk..” ajak Dessy sambil menarik tangan Evan. Sesampainya dikamar.

“Buka pakaian kamu Van..” ujar Dessy pun melepas seluruh pakaiannya sendiri.

“Iya, tante..” kata Evan.

Setelah Dessy melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Evan terkesima melihat tubuh telanjang Dessy. Seumur-umur Evan, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang wanita didepan mata. Apa lagi wanita tersebut adalah wanita yang seding di bayangkan bila Evan sedang onani. Penis Evan langsung tegang dan tegak.

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

“Naik sini, Van…” kata Dessy.

“Iya, tante…” kata Evan.

“Sini naik keatas tubuh saya..” kata Dessy sambil mengangkangkan pahanya.

Evan segera menaiki tubuh telanjang Dessy. Dessy langusng melumat bibir Evan dan Evan langsung membalaskannya dengan hebat. Sementara satu tangan Evan meremas buah dada Dessy yang tidak terlalu besar. Sementara penis Evan sesekali mengenai belahan memek Dessy.

“Ohh..Mmhh.. Terus remas.. Terus..”desah Dessy sambil memegang tangan Evan yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya.

“Ohh..Sshh..” kata Dessy. Evan pun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Dessy.

“Van, jilati memek tante ya sayang..” suruh Dessy.

“Tapi saya tidak tahu caranya tante,” kata Evan polos.

“Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek tante, lalu kamu jilati belahannya..” kata Dessy setengah memaksa dengan menekan kepala Evan ke arah memeknya.

Evan pun langsung menuruti permintaan Dessy. Dijilatinya belahan memek Dessy sampai tubuh Dessy mengejang menahan nikmat.

“Ohh..Mm..Ohh..Terus jilat, sayang..” desah Dessy sambil meremas kepala Evan.

“Van, kamu jilati bagian atas sini..” kata Dessy sambil jarinya mengelus klirotisnya.

Lalu lidah Evan menjilati habis klirotis Dessy.. Dessy kembali menggelepar merasakan nikmat yang luar biasa.

“Terus..Ssh..Ohh…” desah Dessy sambil badannya semakin mengejang.

Pahanya rapat menjepit kepala Evan. Sementara tangannya semakin menekan kepala Evan ke memeknya. Tak lama..

CERITA DEWASA BERCINTA DENGAN TANTE YANG TOLONG

“Ohh…” desah Dessy panjang. Dessy orgasme.

“Sudah, Van..Naik sini,” kata Dessy.

Evan lalu menaiki tubuh Dessy, Lalu dessy mengelap mulut Evan yang basah oleh cairan memeknya. Dessy tersenyum, lalu mengecup bibir Evan.

“Mau tidak penis kamu tante hisap,” kata Dessy.

“Mau tante,” kata Evan semangat.

“Berdirilah.. arahkan penis kamu ke tante,” kata Dessy sambil tangannya meraih penis yang tegang itu.

Evan lalu mengangkangi wajah Dessy segera mengulum penis Evan. Tidak hanya itu, penis Evan lalu dijilat, lalu dikocoknya silih berganti. Evan tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.

“Ohh..Tante..Enaak..” jerit kecil Evan sambil memompa penisnya dimulut Dessy.

“Masukin ke memek tante, ya sayang..” kata Dessy setelah dia beberapa lama menghisap penis Evan.

Evan lalu mengangkangi Dessy. Sementara tangan Dessy memegang dan membimbing penis Evan ke lubang memeknya.

“Ayo tekan sedikit, sayang…” kata Dessy.

Evan berusaha menekan penisnya kelubang memek Dessy sampai akhirnya..Bless..Bless.Bless.. penis Evan berhasil masuk dan mulai memompa memek Dessy. Evan merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang penisnya.

“Bagaimana rasanya, van? tanya  Dessy sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.

“Ohh..sangat enakk, tantte…” kata Evan tersendat

Dessy tersenyum.. setelah beberapa lama memompa penisnya, tiba-tiba tubuh Evan mengejang. Gerakannya semakin cepat. Dessy karena sudah mengerti langusng meremas pantat Evan dan menekankanya ke memeknya. Tak lama.. Crot..Croot.. Croott.. Croot..

“Ohh..Hohh…” desah Evan. Tubuhnya lemas dan lunglai diatas tubuh Dessy.

“Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya Dessy sambil memeluk Evan.

“Sangat enak, tante…” kata Evan.

Sejak saat itu Evan sering datang kerumah Tante Dessy jika sedang spei dan minta jatah lagi.