CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU – Veren nyaris putus asa dalam menjalani hidup. Adi, suaminya justru menjadikannya sebagai pelacur. Aku tak
pernah menyangka jika Adi tega menjual tubuhku. Ketika pertama kali aku mengenalnya, dia adalah laki-laki yang baik dan selalu menjagaku dari berbagai godaan laki-laki lain.
Kami menikah  limat tahun dan dikarunai seorang anak laki-laki berusai tiga tahun dan kami beri nama Boy. Perkawinan kami mulus-mulus saja sampai kelahiran anak kami si Boy.
Tentu saja waktuku banyak tersita untuk mendidik anak kami Boy.

Adi bekerja diperusahaan swasta yang bergerak di bidang sayuran, sedangkan aku hanya tinggal dirumah, Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai
Ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Sebenarnya setiap hari bisa saja Adi pulang sore hari. Tapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat sampai tengah malam. Pernah ketika kutanyakan,
kemana saja kalau pulang tengah malam. Dia hanya menjawab ” Aku mencari penghasilan tambahan Ren”. jawabnya singkat.

Adi makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dengan mulut berbau alkohol, jalannya oleng, dan ternyata dia mabuk. Aku mulai bertanya-tanya, sejak kapan suamiku
suka minum-minuman beralkohol. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Kadang-kadang ia memberikan uang belanja lebih padaku. Atau pulang dengan membawa oleh-leh untuk aku
dan anak kami Boy.

Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Adi suamiku berusaha menghindar. ” Kita jalankan saja peran masing-masing, Aku mencari uang dan kamu yang mengurus rumah. Aku tidak pernah mena-
nyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu juga begitu,” katanya.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Aku baru bisa menerka-nerka apa aktivitasnya ketika suatu malam, dia memintaku untuk menjual gelang yang kupakai. Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang untuk menutupi
kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Sebagai seorang istri yang berusaha berbakti kepada suami, aku memberikan gelang itu. kan dia juga yang membelikan gelang itu. Aku memang diajar-”
kan untuk menemani suami dalam suka maupun duka.

Suatu sore Adi belum pulang, seorang temannya yang mengaku bernama Edwin berkunjung kerumah. Kedatangan Edwin inilah yang memicu perubahan dalam rumah tanggaku. Edwin datang menagih utang-utang suamiku. Jumlahnya sekitar 10 juta rupiah. Adi berjanji untuk melunasi utangnya itu. Aku berkata terus terang bahwa aku tidak tahu menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja.

Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum,” Lebih baik saya menunggu saja, mbak, itung-itung menemani mbak.”

Aku agak risih mendengarkan ucapan itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liat matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku.

“Adi tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Menurut saya, sayang sekali bunga yang indah hanya dipajang dirumah saja” ucap Edwin.

Aku makin tidak enak hati mendengar rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menahan diri, karena Adi berutang uang kepadanya. Dalam hati aku berdoa agar Adi cepat pulang kerumah, sehingga aku tidak perlu berlama-lama mengenalnya.

Untung saja tak lama kemudian Adi pulang. Kalau tidak pasti aku sduah muntah mendengar kata-katanya itu. Begitu melihat Edwin, Adi tampak lemas. Dia pasti tahu Edwin akan menagih
hutang-hutangnya itu. Aku meninggalkan mereka diruang tamu, Adi kulihat menyerahkan amplop coklat. Mungkin Adi bisa melunasi hutangnya. Aku tidak dapat mendengar pembicaraan-
nya, namun kulihat Adi menunduk dan sesekali terlihat berusaha menyabarkan temannya itu.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Setelah Edwin pulang, Adi memintaku menyiapkan makan malamnya, Dia menikmati sajian makan malam tanpa banyak bicara, Aku juga menanyakan apa saja yang dibicarakan dengan
Edwin. Aku menyadari Adi sedang suntuk, jadi lebih baik aku menahan diri. Setelah selesai makan, Adi langsung mandi dan masuk ke kamar tidur, aku menyusul masuk  ke kamar setelah
menidurkan Siboy anak kami.

Ketika aku memasuki kamar tidur dan menemaninya diranjang, Adi kemudian memelukku dan menciumku. Aku tahu dai akan meminta jatahnya malan ini. Malam ini dia lain sekali sentuhan-
nya lembut. Pelan-pelan Adi mulai melepaskan daster putih yang kukenakan, setelah mencumbuku sebentar, Adi mulai membuka bra tipis yang ku kenakan dan melepaskan celana dalamku.

Setelah itu Adi sedikit demi sedikit menikmati jengkal seluruh bagian tubuhku, tidak ada yang terlewati. Kemudian aku membantu Adi untuk melepaskan seluruh pakaian yang dikenakannya
,sampai akhirnya aku bisa melihat penis Adi yang sudah mulai agak menegang, tetapi belum sempurna tegangnya.

Dengan penuh kasih sayang kuraih batang kenikmatan Adi, kumain-mainkan sebentar dengan kedua tanganku, kemudian aku mulai mengulum batang penis suamiku dengan lembutnya,Terasa
di dalam mulutku, batang penis Adi terutama kepalaa penisnya, mulai terasa hangat dan mengeras. Aku menyedot batang Adi dengan semampuku, kulihat Adi begitu bergairah, sesekali matanya
terpejam menahan nikmat yang kuberikan kepadanya.

Adi kemudian membalas, dengan meremas-remas kedua payudaraku yang cukup menantang, 36 B. Aku mulai merasakan nikmat denyut-denyut kenikmatan mulai bergerak dari puting payudaraku
dan mulai menjalar keseluruh bagian tubuh lainnya, terutama ke memekku. Aku merasakan liang memekku mulai terasa basah dan agak gatal, sehingga aku mulai merapatkan kedua belah pahaku
dan menggesek-gesekkan kedua belah pahaku dengan rapat, agar aku dapat mengurangi rasa gatal yang kurasakan diliang belahan memekku.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Adi rupanya tanggap melihat perubahanku, kemudian dengan lidahnya Adi mulai turun dan turun dan mengulum daging kecil clitorisku dengan nafsunya, Aku sangat kewalahan menerima serangan
ini, badanku terasa bergetar menahan nikmat, peluh tubuhku mulai mengucur dengan deras diiringi erangan-erangan kecil dan napas tertahan kurasakan aku hampir tak mampu menahan kenikmatan
yang kurasakan.

Akhirnya seluruh rasa nikmat semakin memuncak, saat penis Adi, mulai terbenam sedikit demi sedikit ke dalam memekku, rasa gatal yang kurasakan sejak tadi berubah menjadi nikmat yang telah
ereksi sempurna mulai bergerak-gerak maju mundur, seakan-akan menggaruk-garuk gatal yang kurasakan.

Suamiku memang jago dalam permainan ini. Tidak boleh dari lima belas menit aku berteriak kecil saat aku sudah tidak mampu lagi menahan kenikmatan yang kurasakan, tubuhku meregang sekian
detik dan akhirnya rubuh di ranjang ketika puncak-puncak kenikmatan kuraih pada saat itu, mataku terpejam sambil menggigit kecil bibirku saat kurasakan memekku mengeluarkan denyut-denyut
kenikmatannya.

Dan tidak lama kemudian Adi mencapai puncaknya, dia dengan cepat menarik penisnya dan beberapa detik, air maninya tersembur dengan derasnya ke arawh wajahku, aku membantunya dengan
mengocok penisnya sampai air maninya habis, dan kemudian aku mengulum kembali penisnya sekian lama, sampai akhirnya perlahan-lahan untuk mengurangi tegangannya dan mulai lunglai.

“Aku benar-benar puas ren, kamu memang hebat”, pujinya.

Aku masih bergelayut manja di dekat tubuhnya. “ren, kamu memang istriku yang baik, kamu harus bisa mengerti kesulitanku saat ini, dan aku mau kamu membantu aku mengatasi ini”, katanya.

” Bukankah selama ini aku sudah begitu mas?” sahutku.

Adi mengangguk mendengarkan ucapanku kemudian ia melanjutkan katanya,

“Kamu tahu  maksud kedatangan Edwin tadi sore. Dia menagih utang, dan aku hanya sanggup membayar setengah dari keseluruhan utangku dan dia menawarkanku jalan keluar kepadaku untuk
melunasi utangku dengan sebuah syarat”, ucap Adi.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

“Apa syaratnya mas?” tanyaku penasaran.

“Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja” ucap Adi dengan pelan dan tertahan.

Aku bagai disambar petir saat Adi berkata seperti itu. Itu artinya aku harus melayani semalaman di ranjang seperti yang kulakukan pada Adi barusan

“Aku sudah tidak tahu lagi dengan apalagi aku harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aku tidak bisa membayarnya
sampai akri pekan ini”, katanya lirih.

Aku hanya terdiam  tak mampu mengomentari perkataannya itu. Aku masih shock memikirkan aku harus merelakan seluruh tubuhku kepada laki=laki yang belum ku kenal selama ini.
Sikap diamku ini diartikan oleh mas Adi.

“Besok kamu ikut aku menemui Edwin”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu ia berbaring untuk tidur. Seketika itu juga aku membenci suamiku. Aku enggan mengikuti keinginannya,
namun aku juga harus memikirkan keselamatan keluarga, terutama keselamatan suamiku. Mungkin setelah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.

Sore hari setelah pulang kerja, Adi menyuruhku berhias diri dan setelah itu kami berangkat menuju ketempat yang dijanjikan sebelumnya, rupanya Adi mengantarkanku ke sebuah hotel berbintang.
Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Selama hidup baru pertama kali ini, aku pergi menginap di hotel.

Ketika pintu kamar hotel diketuk Adi, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, dan kulihat Edwin menyambut kami dengan hangatnya, Suamiku tidak berlama-lama, kemudian ia menyerahkan
diriku kepada Edwin, dan kemudian berpamitan.

Dengan lembut Edwin menarik tanganku memasuki ruangan kamarnya, Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku.
Ternyata Edwin tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga dikit
demi sedikit rasa grogi yang menyerangku mulai memudar.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

 

Edwin menanyakan dengan lembut, aku ingin minum apa. Kusahut aku ingin minum coca-cola, tapi jawabnya minuman itu tidak ada sekarang dikamarnya, kemudian ia mengeluarkan sebotol bir
dari kulkas dan menuangkan sedikit sekitar setengah gelas, kemudian diberinya untukku,” Ini bisa menghilangkan sedikit rasa gugup yang kamu rasakan sekarang ini, dan bisa juga membuat tubuh
mu sedikit hangat. Kulihat dari tadi kamu sedikit kedinginan”, ucapnya lagi sambil menyodorkan minuman tersebut.

Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum sedikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aku merasakan tubuh dan pikiranku agak tenang, rasa grogi sudah mulai
menghilang, dan aku juga merasakan ada aliran hangat yang mengaliri seluruh syaraf-syaraf tubuhku.

Edwin menyetel lagu-lagu lembut dikamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan, Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening dikepalaku, tubuhku pun
limbung. Kemudian Edwin merebahkan tubuhku ke ranjang. Beberapa menit aku rebahan diatas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening dikepalaku.

Tetapi aku mulai merasakan ada perasaan lain yang mengalir pada diriku, ada perasaan denyut-denyut kecil diseluruh tubuhku, semakin lama denyut-denyut tersebut muali terasa menguat, terutama
dibagian sensitifku. Aku merasakan tubuhku mulai terangsang, meskipun Edwin belum menjamah tubuhku.

Ketika aku mulai tak kuasa lagi menahan rangsangan tubuhku, napasku mulai memburu terengah-engah, payudaraku seakan-akan mengeras dan benar-benar peka, memekku mulai terasa basah
dan  gatal yang menyengat, perlahan-lahan aku mulai menggesek-gesekkan kedua belah pahaku untuk mengurangi rasa gatal dan merangsang di dalam memekku. Tubuhku mulai menggeliat-liat
tak tahan merasakan rangsangan seluruh tubuhku.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Edwin rupanya menikmati tontonan ini, dia memandangi kecantikan wajahku yang kini sedang terengah-engah bertarung melawan rangsangan, nafsunya mulai memanas, tangannya mulai mera-
bah tubuhku tanpa bisa kuhalangi lagi. Remasan tangannya di payudaraku membuatku tidak tahan lagi, sampai tak sadar aku melorotkan pakaian yang kukenakan. Saat pakaian yang kukenakan
lepas, mata Edwin tak lepas memandangi belahan payudaraku yang putih montok dan yang menyembul dan seakan ingin locat keluar dari bra yang kukenakan.

Tak tahan melihat pemandangan ini, Edwin kemudian menggumuliku dengan panasnya sembari tangannya mengarah ke belakang punggungku, tidak lebih dari 3 detik, kancing braku tak lepas,
kini payudaraku yang kencang dan padat telah membentang dengan indahnya, Edwin tak mau berlama-lama memandangiku, dengan buasnya lagi ia mencumbuiku, dan tangannya semakin cepat
meremas-remas payudaraku, cairan memekku mulai membasahi celana putihku.

Melihat ini, tangan Edwin yang sebelahnya lagi mulai bermain-main di celanaku tepat di cairan yang membasahi celanaku, aku merasakan nikmat yang benar-benar luar biasa. Napasku benar-benar
memburu, mataku terpejam nikmat saat tangan Edwin mulai memasuki celana dalamku dan memainkan daging kecil yang tersembunyi di kedua belahan rapat memekku.

Edwin memainkan memeku dengan ahlinya, membuatku terpaksa merapatkan kedua belah pahaku untuk agak menetralisir serangan-serangan dari jari-jarinya yang nakal mulai menerobos ke liang
tubuhku dan mulai memutar-mutar jarinya di dalam memeku. Tak puas karena celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia melepaskan celana dalamku. Aku kini benar
benar bugil sekarang.

Edwin tertegun sejenak memandangi pesona tubuhku, yang masih tergeliat-geliat melawan rangsangan yang mungkin diakibatkan obat perangsang yang diberinya didalam minumanku. Dengan
cepatnya selagi aku masih merangsang sendiri payudaraku, Edwin melepaskan dengan cepat seluruh pakaian yang dikenakan sampai akhirnya kami telanjang . Aku semakin bernafsu melihat
batang penis Edwin telah tegak berdiri dengan kerasnya, Besar dan panjang.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Dengan cepat Edwin kembali menggumuliku dengan benar benar sama dalam puncak terangsang, aku merasakan payudaraku diserang dengan remasan-remasan panas, dan.. ahh.. akupun merasa
kan payudaraku diserang  dengan remasan-remasan panas, dan.., ahh.., akupun merasakan batang penis Edwin dengan cepat menyeruak menembus liang memekku dan menyetuh  titik-titk kenikmatan
yang ada di dalam liang memekku, aku menjerit-jerit dan membalas serangan penisnya dengan menjepitkan belah kakiku kerah punggungnya sehingga penisnya bisa menerobos secara maksimal ke
dalam liang memekku.

Kami bercumbu dengan panasnya, bergumul, setiap kali penis Edwin mulai bergerak masuk menerobos masuk ataupun saat menarik kearah luar, aku menjepitkan otot-otot memekku seperti hendak
menahan pipis, saat itu aku merasakan nikmat yang kurasakan berlipat-lipat kali nikmatnya, begitu juga dengan Edwin, dia mulai keteteran menahan kenikmatan tak bisa dihindarinya. Sampai
pada suatu titik kekuatan pertahanananku ambrol. Saya orgasme berulang-ulang dalam waktu 10 detik. Edwin rupanya juga sudah  tidak mampu menahan lagi serangannya dia hanya diam sejenak
untuk merasakan kenikmatan dipuncak-puncak orgasmenya dan beberapa detik kemudian mencabut batang penisnya dan tersemburlah muncrat-muncratan spermanya dengan banyak sehingga
membanjiri wajah dan sebagain berlelehan di belahan payudaraku. Kami pun akhirnya tidur kelelahan setelah bergumul panasnya birahi.

Keesokan paginya, Edwin mengantarku pulang kerumah. Kulihat suamiku menerima dengan muka tertunduk dan berbicara sebentar sementara aku masuk ke kamar anakku untuk melihanya setelah
seharian tidak kuurus.

CERITA DEWASA AKU JADI BAHAN TARUHAN SUAMIKU

Setelah kejadian itu, aku dan suamiku sempat tidak berbicara satu sama lain, sampai akhirnya aku luluh juga saat suamiku minta maaf atas kelakuannya yan menyebabkan masalah ini sampai terjadi,
tetapi hal itu tidak berlangung lama, suamiku kembali terjebak dalam permainan judi. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Jika menang suamiku akan memberi
kan oleh-oleh yang banyak kepada kami. Tetapi jika kalah aku harus rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Sampai saat ini kejadian ini tetap berulang. Oh sampai kapankah penderi-
taan ini akan berakhir.